Nilai Evia Maria Semuanya A, IPnya 3.73, Keluarga: Tak Ada Masalah Akademis
January 15, 2026 02:32 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pihak Keluarga Evia Maria, membantah dugaan bahwa mahasiswi itu mengalami masalah study akademis. 

Evia Maria adalah mahasiswi Fakultas Ilmu Pendidikan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Manado (Unima) Tondano Minahasa yang ditemukan meninggal tak wajar di kosnya, Selasa (30/12/2025).

Mahasiswi asal Kepulauan Sitaro Sulut itu ditemukan tak bernyawa di sebuah indekost di Kelurahan Matani Satu, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Sulut.

Kabar kematian Evia Maria membuat warga Sulut heboh dan prihatin.

Terlebih saat tahu Evia Maria pada 6 Januari 2026 akan mengikuti ujian proposal.

Niczem Alfa Wengen, Kuasa hukum keluarga bahkan menuturkan, Evia tidak memiliki masalah akademis.

Ia memastikan ini setelah menghubungi dekan serta dosen penguji Evia.

"Saya minta raportnya dan nilainya semua tinggi, dari semester 1 hingga 8 berkisar di A dan B," kata dia Kamis (15/1/2026). 

Bahkan, kata dia, nilai Evia di semester 8 semuanya A. IPK nya sangat tinggi. 

"IP nya 3.73, jadi tak ada masalah akademis," kata dia. 

Aku dia, pihak keluarga agak terkejut dengan pernyataan pihak Polda Sulut bahwa Evia bunuh diri karena salah satunya masalah study. 

Untuk itu, kata dia, pihak keluarga akan bertemu dengan pihak PPA untuk membawa bukti.

Polda Sulut akhirnya menyampaikan press release pengungkapan kasus kematian Evia Maria Mangolo, mahasiswi UNIMA di tempat kos Tomohon.

Dirreskrimum Polda Sulut, Kombes Pol Suryadi, menjelaskan dari penyelidikan sementara, Evia meningal karena gantung diri.

"Ini kesimpulan sementara dari hasil penyelidikan korban gantung karena depresi," ujar Suryadi didampingi Dires PPA /PPO Noni Sengkey dan Iptu Hasi Berto, Senin (12/1/2025).

Suryadi mengungkapkan, korban diduga mengalami depresi karena ada tekanan masalah yang dihadapi selama ini.

"Dari bukti-bukti yang kami temui diduga korban depresi karena masalah keluarga, studi dan hubungan asmara," ujar tutur Suryadi.

Menurutnya, penyidik masih mendalami kasus ini dengan meminta keterangan dokter terkait depresi yang dialami korban.

"Kita juga meminta keterangan pihak keluarga, dan juga pacar dari korban.

Yang pasti kasus ini terus kita dalami karena ini sudah dilaporkan ke Polda Sulut," pungkasnya.

Kronologi Awal Jasad Evia Ditemukan di Indekost Matani Satu Tomohon

Dari informasi dari pihak kepolisian, peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 08.00 Wita. 

Penemuan berawal saat pemilik kost berinisial YR, yang tinggal di Kelurahan Matani Satu, menerima panggilan dari salah satu penghuni kost.

Mendengar hal itu, YR langsung bergegas menuju lokasi indekost.

Setibanya di tempat kejadian, YR melihat Evia Maria berada di depan pintu masuk kost dengan kondisi sudah meninggal.

Selanjutnya, YR menghubungi pihak kelurahan untuk melaporkan kejadian tersebut.

Tak berselang lama, personel Polsek Tomohon Tengah langsung mendatangi lokasi kejadian. 

Kapolsek Tomohon Tengah IPTU Stenly Tawalujan, bersama tim identifikasi dari Polres Tomohon kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Keluarga Temukan Lebam Biru di Tubuh Evia Maria 

Jenazah Evia Maria Mangolo, mahasiswi Unima yang meninggal di tempat kos di Tomohon, akan menjalani otopsi di RS Kandou Manado, pada Rabu (31/12/2025).

Otopsi diputuskan oleh keluarga setelah ditemukan sejumlah luka yang membiru di tubuh jenazah.

Ketsia, tante dari Evia bercerita, pada Selasa (30/12/2025) malam di rumah duka di Perum CBA Gold, Mapanget, Minut, Sulut ia memperoleh sebuah dorongan untuk memeriksa kaki dari jenazah.

"Saat itulah ada tanda biru serta tanda seperti luka," katanya.

Beberapa saat kemudian, atas saran seseorang, pihaknya membuka tubuh jenazah dan ditemukan tanda biru di pinggang kiri dan di paha atas.

"Dari situ lantas diputuskan untuk dilakukan otopsi," katanya.

Ia menuturkan, ayah dari almarhum sudah tiba sejak Rabu dini hari.

Rabu pagi, ia bertolak ke Polda untuk persiapan otopsi.

Dia menerangkan, sesungguhnya jenazah direncanakan pulang pada Kamis.

Namun batal karena ada otopsi.

Ketsia menuturkan, pihaknya menyerahkan penanganan kematian itu pada pihak berwajib.

Unggah Story Menyentuh Sebelum Natal

Evia Maria, mahasiswi Unima yang ditemukan meninggal di Tomohon dikenal sebagai sosok yang baik, rajin, pintar dan agak pendiam.

Hal ini diutarakan Ketsia, tante korban kepada Tribunmanado.com di rumah persemayaman di Perumahan CBA Gold, Teterusan, Mapanget, Minahasa Utara (Minut), Sulut, Rabu (31/12/2025).

"Ia memang pendiam, tapi rajin," katanya.

Ia bercerita, Evia sangat rajin membuat tugas kelompok.

Kadang, kata dia, saat menginap di rumahnya, Evia sering lupa makan karena kerjakan tugas.

"Saya sering tegur makan dulu, dan ia tetap dengan laptopnya," katanya.

Sebut dia, Evia juga pintar.

Selain itu baik hati.

Meski pendiam, Evia punya semangat tinggi untuk belajar.

Dikatakannya, ia sempat menelepon Evia, apakah hendak pulang saat Natal.

"Jawabnya tidak jadi, karena tidak dapat tiket," katanya.

Dirinya terakhir ketemu Evia pada beberapa bulan lalu.

Kala itu Evia tengah KKN dan mencari tempat kos.

"Ia dan dua temannya sempat menginap di rumah saya dan sewaktu hendak pulang saat itu hujan, ia katakan makaseh (terima kasih) Ma Abo (panggilan Ketsia)," katanya.

Ia mengatakan, sang ponakan sempat mengunggah story tengah mandi di pantai bersama adiknya sebelum Natal.

Lalu menyusul story lainnya.

"Ia unggah sesuatu seperti kertas, mungkin tanda berhasil menyelesaikan KKN dan menulis kado Natal untuk mama," katanya.

Keluarga Ungkap Kejanggalan Dalam Kasus Meninggalnya Evia Maria, Kuasa Hukum: Luka dan Posisi Kain

Kuasa hukum keluarga, Cyprus Tatali, mengungkapkan bahwa keluarga telah sepakat untuk melakukan otopsi guna memastikan penyebab kematian Evia secara medis dan hukum.

“Untuk menghindari berbagai penafsiran dan spekulasi, keluarga memutuskan jenazah dilakukan otopsi,” ujar Cyprus Tatali saat ditemui di rumah duka Perum CBA Gold, Mapanget, Minahasa Utara, Jumat (2/1/2026).

Ia menjelaskan, ayah korban telah membawa jenazah Evia untuk menjalani proses otopsi beberapa hari lalu.

Cyprus menyebutkan, terdapat sejumlah tanda yang dinilai tidak wajar, di antaranya luka lebam di beberapa bagian tubuh korban.

Selain itu, posisi kain yang ditemukan pada tubuh Evia juga dinilai janggal dan menimbulkan pertanyaan.

Terdapat luka lebam di beberapa bagian tubuh Evia. 

"Untuk posisi kain juga agak janggal," kata Cyprus Tatali.

Dengan otopsi, ia mengatakan, segalanya akan terang benderang. 

Ia menerangkan pihak keluarga ingin menegakkan kebenaran. 

"Jika memang itu bukan bunuh diri, siapa pelakunya," kata dia. 

Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.

Di Manado anda bisa menghubungi pihak RSJ PROF. DR. V. L. Ratumbuysang. (Art/Pet/Ndo/Ico/Ind)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.