Undangan Isra Mi'raj Terasa Berkurang, Wako Palangka Raya Pertanyakan Partisipasi Kegiatan Keagamaan
January 15, 2026 03:06 PM

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin menyoroti, berkurangnya undangan kegiatan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang diterimanya tahun ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

Kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya dan menjadi refleksi bersama terkait partisipasi kegiatan keagamaan di tengah masyarakat.

Hal itu disampaikan Fairid saat menghadiri peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan pengukuhan Panitia Hari-Hari Besar Islam (PHBI) Kota Palangka Raya periode 2025–2029, di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Palangka Raya, Jalan Diponegoro, Kamis (15/1/2026).

Fairid mengaku merasakan perbedaan suasana peringatan hari besar keagamaan Islam tahun ini. 

Menurutnya, jumlah undangan kegiatan yang masuk kepadanya tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau perasaan saya memang berkurang. Biasanya dalam satu hari itu bisa masuk dua sampai tiga undangan kegiatan. Ini kemarin sempat ada jeda, ada dua hari tidak ada undangan,” ujarnya usai kegiatan.

Baca juga: Abdul Helim Ajak Generasi Muda Kalteng Maknai Isra Miraj untuk Bekal di Hari Tua

Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab kondisi tersebut, apakah karena undangan tidak sampai atau memang kegiatan yang dilaksanakan tidak sebanyak sebelumnya.

“Saya juga tidak tahu kenapa, apakah undangannya tidak sampai atau memang tidak diundang. Tapi saya merasakan itu,” katanya.

Meski demikian, Fairid menegaskan penyampaiannya tersebut bukan untuk diperdebatkan atau disalahartikan sebagai keluhan semata, melainkan menjadi pengingat agar peringatan hari besar keagamaan Islam kembali lebih hidup dan semarak.

“Bukan berarti kalau tidak melaksanakan kegiatan itu jadi masalah, tidak. Semua tetap berjalan. Dulu itu maksudnya, dalam satu kawasan atau satu ruas jalan bisa ada beberapa kegiatan sekaligus,” ungkapnya.

Menurut Fairid, kondisi tersebut menjadi refleksi penting agar aktivitas keagamaan, khususnya peringatan hari besar Islam, dapat kembali diramaikan oleh masyarakat melalui rumah-rumah ibadah.

“Penekanan saya adalah bagaimana supaya hari-hari besar keagamaan ini bisa lebih ramai lagi. Masjid, musala, dan langgar bisa lebih aktif melaksanakan kegiatan,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Fairid juga mengukuhkan kepengurusan PHBI Kota Palangka Raya periode 2025–2029. Ia berharap pengurus yang baru dapat menjalankan peran sebagai penggerak dan penguat sinergi kegiatan keagamaan di Kota Palangka Raya.

“Saya ucapkan selamat kepada pengurus PHBI yang baru dikukuhkan. Mudah-mudahan bisa bertugas dengan baik dan keberadaannya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Fairid menegaskan PHBI tidak harus menjadi pelaksana tunggal setiap kegiatan, namun dapat berperan sebagai penghubung dan fasilitator agar kegiatan keagamaan bisa dilaksanakan secara kolaboratif.

“Semua bisa disinergikan. Kegiatan keagamaan bisa dilaksanakan sesuai kemampuan dan dikelola bersama warga sekitar masjid atau musala,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PHBI Kota Palangka Raya periode 2025–2029, Khemal Nasery, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Palangka Raya terhadap PHBI.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota Palangka Raya atas pengukuhan pengurus PHBI periode 2025–2029. Ini amanah yang besar bagi kami,” kata Khemal.

Ia menjelaskan, PHBI ke depan akan fokus menjalankan tugas pokok dan fungsi tanpa melebar ke luar peran utamanya.

“Fokus kami adalah bagaimana syiar Islam berjalan di tengah masyarakat Kota Palangka Raya dan keberadaan PHBI benar-benar dirasakan, bukan hanya sekadar nama,” ucapnya.

PHBI, lanjut Khemal, akan bekerja sama dengan PHBI di tingkat masjid, lembaga pemerintahan, serta organisasi kemasyarakatan dalam menyelenggarakan peringatan hari-hari besar Islam.

Untuk awal tahun, PHBI telah melaksanakan peringatan Isra Mi’raj bekerja sama dengan masjid-masjid dan akan mendampingi pemerintah kota dalam rangkaian kegiatan keagamaan selama Ramadan.

“Jumlah pengurus sekitar 30 orang, terdiri dari berbagai latar belakang, mulai dari ASN, tenaga profesional, hingga perwakilan masjid-masjid di Kota Palangka Raya,” jelasnya.

Menanggapi pernyataan Wali Kota terkait berkurangnya undangan kegiatan, Khemal menyebut pihaknya akan melakukan evaluasi dan memastikan koordinasi ke depan berjalan lebih baik.

“Untuk pelaksanaan Isra Mi’raj tahun ini, menurut kami cukup meriah. Ke depan, jika kegiatan dilaksanakan bersama PHBI, kami akan memastikan undangan kepada Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan OPD terkait,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.