BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Masyarakat Kota Pangkalpinang dalam beberapa hari terakhir mengeluhkan sulit mendapatkan gas LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram. Kondisi tersebut berdampak pada melonjaknya harga jual di tingkat pengecer, bahkan menembus Rp35.000 per tabung.
Sebelumnya, meski sesuai ketentuan gas LPG 3 kg hanya diperbolehkan dijual di pangkalan resmi, praktik penjualan di toko-toko kelontong masih kerap terjadi. Harga di pangkalan resmi biasanya dipatok Rp18.000 per tabung, sementara di tingkat pengecer berkisar Rp25.000.
Namun di tengah kelangkaan ini, salah satu toko kelontong di kawasan Pasar Air Itam, Pangkalpinang, diketahui menjual gas LPG 3 kg dengan harga jauh lebih tinggi, yakni Rp35.000 per tabung, meski dengan stok terbatas.
Pemilik toko kelontong, Mery mengatakan kelangkaan gas sudah terjadi sejak pekan lalu. Ia mengaku hanya mendapatkan pasokan sebanyak 10 tabung.
"Sudah sejak minggu kemarin gas susah didapat. Di toko cuma ada 10 tabung, itu pun saya jual Rp35 ribu. Dijual pagi, sebentar saja langsung habis diburu masyarakat," ujar Mery saat dijumpai Bangkapos.com, Rabu (15/1/2026).
Kondisi serupa juga terjadi di tingkat pangkalan resmi. Pangkalan LPG di Kelurahan Masjid Jami terpantau kosong. Pemilik pangkalan, Abi mengungkapkan bahwa pasokan gas dari agen mengalami keterlambatan sejak sepekan terakhir.
"Stok gas minim sudah terjadi sejak minggu lalu. Biasanya gas tetap datang, tapi belakangan ini jadwalnya terlambat," kata Abi.
Ia menjelaskan, dalam kondisi normal pangkalannya menerima pasokan gas sebanyak 60 tabung setiap kali pengiriman, dengan frekuensi tiga kali dalam sepekan.
"Kalau normal, seminggu bisa tiga kali datang. Satu kali datang 60 tabung, jadi total sekitar 180 tabung per minggu," jelasnya.
Abi mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab kelangkaan tersebut. Namun berdasarkan informasi sementara yang diterimanya, keterlambatan distribusi diduga disebabkan oleh kondisi cuaca buruk.
"Informasi yang kami dengar, gelombang laut lagi tinggi, jadi kapal pengangkut gas tidak bisa masuk ke Bangka Belitung, termasuk ke Pangkalpinang," ujarnya.
Ia menambahkan, setiap kali pasokan gas tiba, tabung LPG tersebut langsung didistribusikan kepada pelanggan yang telah terdaftar sebagai konsumen resmi di pangkalan.
"Kalau kami dari pangkalan tetap menjual seharga Rp18.000 dan memang sudah ada warga yang terdaftar, tidak bisa dijual ke masyarakat selain terdaftar," tuturnya.
(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)