SKK Migas-ESDM Jatim Datangi Sumur Minyak di Pekarangan Rumah Warga Bangkalan, Uji Lab Sampel Cairan
January 15, 2026 06:22 PM

 


Laporan wartawan TribunMadura.com, Ahmad Faisol

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Munculnya luapan cairan diduga minyak mentah di pekarangan rumah warga Desa Panyaksagan, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan pada 7 Januari 2025, tidak hanya menjadi perhatian pemkab setempat dan Pemprov Jatim.

Namun juga menuntun langkah Satuan Kerja Khusus (SKK) Minyak dan Gas (Migas) yang berada di bawah Kementerian ESDM RI untuk datang ke titik pengeboran yang sejatinya untuk mendapatkan air bersih.

Melalui perwakilannya, yakni Pertamina Hulu Energy West Madura Offshore (PHE WMO), SKK Migas mengambil sampel cairan untuk dilakukan dianalisa secara laboratorium dengan menggandeng pihak Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

“Selain pihak PHE WMO, Bidang Energi Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur juga mengambil sampel cairan. Saya kemarin (Rabu) juga ikut ke lokasi mewakili Pemkab Bangkalan,” ungkap Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Bangkalan, Qorry Yuniastuti kepada Tribun Madura, Kamis (15/1/2026).

Sebelum bertolak ke lokasi, rombongan terlebih dahulu diterima Sekretaris Daerah Bangkalan, Ismet Efendi dan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Bangkalan, Eko Setiawan di Pendapa Agung Bangkalan sebagai titik kumpul sekaligus tempat transit.

Baca juga: Investasi Migas Anjlok, Sumenep Tetap Tahan Gempuran Berkat Lonjakan Sektor Non Migas

Turut serta dalam rombongan menuju lokasi yakni BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup Bangkalan.

“Kebetulan di lokasi titik pengeboran sumur sudah ditutup oleh pemilik, jadi kemarin itu masih dipompa untuk mendapatkan cairan sampel yang dibawa pihak PHE WMO dan Dinas ESDM Provinsi Jatim,” jelas Qorry.

Munculnya luapan cairan diduga minyak mentah itu berawal ketika pengeboran untuk mendapatkan air bersih sudah berlangsung selama 11 hari hingga di kedalaman sekitar 105 meter dari total 120 meter yang ditargetkan untuk mendapatkan air bersih.

Kondisi itu memaksa petugas jasa bor sumur menghentikan aktivitasnya karena keberadaan cairan diduga minyak menjadi perhatian masyarakat dan berbondong-bondong datang ke lokasi. Sambil membawa dirigen, warga mengambil cairan bahkan menyulutnya dengan korek api hingga terbakar.

Qorry menyatakan, kehadiran pihak PHE WMO, ESDM Provinsi Jatim, serta BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup tidak lain hanya untuk keperluan mengambil sampel cairan untuk dilakukan analisasi secara laboratorium.

“Lokasi diharapkan memang harus steril, warga jangan mengambil terlebih dahulu sebelum hasil  uji laboratorium keluar. Di lokasi juga ada larangan agar tidak boleh merokok karena indikasi awal disebutkan juga terdapat kandungan gas,” kata Qorry.

PHE WMO Ngebor Offshore di Pesisir Kecamatan Klampis

Bagi masyarakat Bangkalan, PHE WMO bukanlah nama asing sebagai salah satu Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang melakukan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi migas lepas pantai atau offshore di wilayah perairan utara Kabupaten Bangkalan.

Catatan Tribun Madura, PHE WMO pada akhir Agustus 2021 silam melakukan kegiatan pengeboran offshore di kedalaman 8000 feet atau 2500 meter pada jarak 5 Km atau 4 mil dari bibir pesisir Kecamatan Klampis.

Kegiatan offshore Sumur Eksplorasi PHE 2-3 itu dilakukan sebagai langkah PHE WMO dalam upaya mempertahankan ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan produksi cadangan migas. Upaya mempertebal cadangan migas nasional itu disosialisasikan PHE WMO di Pendapa Agung Bangkalan pada 11 Agustus 2025.

Di Kecamatan Sepulu yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Klampis, PHE WMO mulai berkegiatan di sektor hulu dengan melakukan eksploitasi sumber daya alam berupa migas di lepas pantai sejak  tahun 2011.

 PT PHE WMO yang merupakan bagian dari Zona 11 Regional Indonesia Timur Subholding Upstream, menggantikan Kodeco Energy Co.Ltd yang beroperasi sejak tahun 1989. Hingga saat ini PHE WMO masih hadir di tengah masyarakat setempat melalui serangkaian program pemberdayaan masyarakat dan lingkungan sekitar kawasan operasi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.