Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta siap meningkatkan kualitas air minum perpipaan bagi warga, salah satunya melalui Enterprise Resource Planning (ERP) Fusion.

“Implementasi ERP Fusion adalah wujud kesiapan langkah PAM Jaya dalam memastikan pelayanan air (minum perpipaan),” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno dalam Acara “Go-Live Ceremony ERP Fusion PAM Jaya” di PAM Jaya Corporate Learning Center, Jakarta, Kamis.

ERP Fusion merupakan sistem yang mengintegrasikan seluruh proses bisnis perusahaan mulai dari perencanaan hingga pelayanan pelanggan.

Rano menyampaikan, melalui sistem ini, pengelolaan layanan air minum dapat menjadi lebih efisien, responsif dan berkelanjutan.

“PAM Jaya mengemban amanah harus bisa mencapai 100 persen layanan air minum perpipaan pada 2029. Target ini menuntut kesiapan menyeluruh. Kehadiran ERP Fusion ini untuk menjawab kebutuhan tersebut,” kata dia.

Rano berharap ERP Fusion tidak hanya menjadi terobosan teknologi, tetapi juga penggerak perubahan budaya kerja dan peningkatan kinerja.

Dia lalu menekankan bahwa keberhasilan sistem ini sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia sebagai pengelola.

Karena itu, dia mendorong PAM Jaya untuk terus membuka ruang rekrutmen bagi talenta-talenta muda berpendidikan tinggi, memperkuat budaya inovasi, serta menjaga integritas sebagai fondasi utama pelayanan publik.

Menurut dia, langkah tersebut perlu dilakukan sejak dini agar target 100 persen layanan air minum perpipaan dapat tercapai tepat waktu.

“Talenta, pendidikan, pengalaman, inovasi, dan integritas adalah lima kunci utama. Sistem secanggih apa pun tidak akan berjalan optimal tanpa didukung sumber daya manusia yang andal," kata dia.

Data penelurusan ANTARA menyebutkan, hingga awal 2026, cakupan layanan PAM Jaya di Jakarta telah mencapai sekitar 80,5 persen (pada 2025 sudah 203.000 sambungan) atau tumbuh dibanding 2024 sebesar 70,29 persen.

Peningkatan itu merupakan bagian dari upaya masif Pemprov DKI Jakarta setelah berakhirnya swastanisasi air di Jakarta.

Pada tahun ini, PAM Jaya menargetkan cakupan layanan naik menjadi 90 persen karena pada 2029 - 2030 targetnya
100 persen atau seluruh warga Jakarta teraliri air perpipaan.