BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Kementeriaan Haji Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan terus matangkan persiapan musim haji 2026.
Hingga saat ini, pelunasan BIPIH, tes kesehatan, hingga pembuatan pasport sudah nyaris selesai, tinggal pengajuan visa awal Februari nanti.
Diungkapkan Kepala Kemenhaj Kotabaru, Herman Prasetio, tahun ini Kotabaru mendapat kuota 301 orang.
Masing-masing terinci laki laki 136, dan perempuan 176.
Baca juga: Ikuti Manasik Mandiri, Jemaah Calon Haji Balangan Ini Khusuk Ikuti Tawaf hingga Lempar Jumrah
Dari data tersebut ada 11 orang cadangan yang juga telah siap diberangkatkan atau istitha'ah.
"Jika ada penambahan kuota lagi dari pusat, maka 11 orang ini yang akan dimasukkan," sebutnya saat ditemui, Rabu (15/1/2026).
Terkait evaluasi pelaksanaan di tahun ini, secara umum Herman mengatakan pada kelayakan (istitha'ah) calon jemaah dari sisi kesehatan.
Karena hal ini yang disayangkan dan menjadi perhatian Arab Saudi terhadap jemaah asal Indonesia.
Faktor skrining kesehatan yang dinilai longgar menjadi salah satu penyebab jemaah meninggal dunia saat musim haji.
"Jadi mungkin tantangannya di sini, tes kesehatan harus lebih ketat, termasuk sekarang diterapkan tes psikologi," sebutnya.
Baca juga: Meski Terdampak Banjir, Calon Haji Asal Sungai Rutas Hulu Tapin Tetap Semangat Ikuti Tes Kebugaran
Herman pun mengakui, kondisi ini tak bisa dikesampingkan, namun dari sisi kemanusiaan tidak sedikit jemaah yang mendaftar juga telah lansia, ditambah jadwal tunggu yang lama.
"Tahun lalu ada dua jemaah haji kita yang meninggal setelah tuntas menunaikan rangkaian ibadah haji, salah satunya berusia 91 tahun," terang Herman.
Di 2026 pihak Saudi juga memperketat untuk enam kondisi jemaah yang tidak diperbolehkan datang, yakni gagal fungsi organ vital, peneyakit saraf dan gangguan kejiwaan berat, lansia dengan demensia, kehamilan beresiko dan pasien kanker. (Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri)