Dini Hari Ambulans PMI Aceh Tengah Tetap Aktif Antar Jenazah Warga Linge
January 15, 2026 09:54 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Intan Mutia | Aceh Tengah

TribunGayo.com, TAKENGON - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Aceh Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam pelayanan kemanusiaan dengan mengerahkan satu unit ambulans untuk mengantarkan jenazah ke Kecamatan Linge pada Rabu (14/01/2026) dini hari.

Baca juga: PMI Jakarta Bantu Warga Terdampak Bencana di Gayo Lues, Sediakan Pengobatan Gratis & Trauma Healing

Tantangan Cuaca dan Medan Sulit

Pengantaran jenazah tersebut dilakukan di tengah kondisi cuaca dan medan yang tidak sepenuhnya mudah, mengingat wilayah Aceh Tengah masih berada dalam status siaga bencana banjir dan tanah longsor. 

Ambulans PMI Aceh yang bertugas di Posko Operasi Siaga Lintas (Opslih) PMI Banjir dan Tanah Longsor Aceh Tengah menempuh perjalanan cukup panjang, dimulai dari Kampung Kala Nareh hingga Jembatan Kala Ili Linge.

Perjalanan dilakukan pada malam hingga dini hari demi memenuhi permintaan keluarga almarhum yang berharap jenazah dapat segera dimakamkan di kampung halaman. 

Meski waktu tempuh dan kondisi lapangan menjadi tantangan tersendiri, tim PMI tetap memastikan proses pengantaran berjalan aman, tertib dan lancar.

Pernyataan Humas PMI Aceh Tengah

Humas PMI Aceh Tengah, Hajar Ashwad, saat dihubungi TribunGayo.com pada Kamis (15/1/2026), menegaskan bahwa pengantaran jenazah tersebut merupakan bagian dari pelayanan kemanusiaan yang menjadi tanggung jawab PMI kepada masyarakat

Baca juga: PMI Aceh Tengah Salurkan Bantuan dan Gelar Trauma Healing di Wilayah Terisolir Wih Dusun Jamat

“PMI Aceh Tengah selalu siap membantu masyarakat, termasuk dalam hal pengantaran jenazah. Ini merupakan bagian dari tugas pelayanan kemanusiaan kami,” ujar Hajar Ashwad.

Senada dengan itu, Penanggung Jawab Posko Opslih PMI Banjir dan Tanah Longsor Kabupaten Aceh Tengah, Fauzi Husaini, menjelaskan bahwa pengerahan ambulans dilakukan sebagai bentuk respons cepat atas permohonan bantuan dari pihak keluarga almarhum.

“Kami mengerahkan ambulans PMI untuk memastikan jenazah dapat sampai ke Kampung Linge dengan aman dan lancar meski tengah malam menempuh perjalanan pada dini hari pukul 24.00,” kata Fauzi.

Menurut Fauzi, kehadiran PMI dalam situasi seperti ini tidak hanya sebatas bantuan medis atau kebencanaan, tetapi juga mencakup pelayanan sosial dan kemanusiaan, khususnya bagi warga yang sedang mengalami musibah dan duka mendalam.

Pengantaran jenazah tersebut mendapat apresiasi dari pihak keluarga dan masyarakat setempat. 

Mereka menyampaikan rasa terima kasih atas kesigapan dan kepedulian PMI Aceh Tengah yang tetap siaga membantu warga meski di luar jam operasional normal.

PMI Aceh Tengah pun menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, terutama selama masa tanggap darurat bencana. 

Melalui Posko Opslih, PMI memastikan pelayanan kemanusiaan tetap berjalan, baik dalam penanganan bencana, layanan kesehatan, maupun bantuan sosial lainnya demi meringankan beban masyarakat yang terdampak. (*)

Baca juga: Kapal Kemanusiaan PMI Bawa 500 Ton Beras, Diterima Wagub di Pelabuhan Krueng Geukuh Aceh Utara 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.