Tangis Pecah Sambut Jenazah Syafiq Ali Pendaki Gunung Slamet Asal Magelang
January 15, 2026 11:14 PM

 

 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG – Jenazah Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki Gunung Slamet asal Kota Magelang, tiba di Masjid Baiturrosyidin, Perumahan Depkes, Kelurahan Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah, Kamis (15/1/2026) malam, sebelum dimakamkan.

Pantauan Tribunjogja.com di lokasi, mobil ambulans yang membawa jenazah Syafiq tiba sekitar pukul 20.26 WIB usai menempuh perjalanan dari Purbalingga. 

Setibanya di halaman masjid, peti jenazah berwarna putih yang membawa jasad Syafiq langsung diangkat oleh sejumlah relawan Basarnas dan dibawa masuk ke dalam masjid untuk didoakan serta disalatkan.

Ayah almarhum, Dhani Rusmana, tampak turut mengantarkan jenazah putra bungsunya tersebut. 

Ia diketahui berangkat dari Purbalingga setelah proses pemulasaraan dan pemeriksaan medis atau visum dilakukan di RSUD Goeteng Taroenadibrata, Kabupaten Purbalingga.

Sementara itu, ibu Syafiq, Utari Januarita, telah menanti kedatangan jasad anaknya sejak pagi hari di rumah duka yang berlokasi di Perumahan Depkes Kota Magelang. 

• Akhir Kisah Pendaki Tektok Gunung Slamet Asal Magelang: Ali Pulang dalam Keheningan

Isak Tangis

Saat mobil ambulans tiba dan peti jenazah diturunkan, tangisnya pecah. 

Isak duka pun menyelimuti halaman masjid. 

Pelukan sanak saudara berusaha menenangkan ibu Ali yang larut dalam duka. 

Di tengah suasana haru, terdengar beberapa kerabat memanggil nama almarhum, seakan tak rela melepas kepergiannya. 

Dua saudara Ali juga tampak tak kuasa membendung air mata, menyertai kepergian sang bungsu untuk terakhir kalinya.

Seusai disalatkan, jenazah kemudian diberangkatkan untuk dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sidotopo, Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang.

Tim SAR gabungan menemukan Ali dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (13/1/2026) pagi, atau hari ke-16 pencarian.

Jenazah Syafiq berhasil dievakuasi melalui jalur Gunung Malang, Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, pada Kamis (15/1/2026) pukul 14.20 WIB. 

Evakuasi dilakukan setelah jenazah ditemukan di puncak Gunung Slamet, sekitar dua kilometer dari Pos 9.

Jalur Gunung Malang dipilih karena menjadi akses terdekat, meskipun memiliki medan ekstrem, sempit, licin, serta diselimuti kabut tebal. 

Puluhan personel SAR dan relawan bergantian membawa jenazah hingga akhirnya dimasukkan ke dalam ambulans untuk dibawa ke RSUD Goeteng Taroenadibrata Purbalingga guna keperluan visum, sekaligus memastikan waktu dan penyebab kematian. (tro)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.