Doa Malam 27 Rajab 1447 Hijriah untuk Amalan Isra Mikraj Nabi Muhammad
January 15, 2026 11:19 PM

SERAMBINEWS.COM - Malam 27 Rajab memiliki makna khusus bagi umat Islam karena dipercaya sebagai malam terjadinya peristiwa agung Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW.

Peristiwa ini bukan hanya perjalanan fisik dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan naik ke Sidratul muntaha, tetapi juga mengandung pesan spiritual mendalam tentang keimanan, ketaatan, dan kewajiban salat lima waktu yang langsung diperintahkan oleh Allah SWT.

Memasuki malam 27 Rajab 1447 Hijriah, yang bertepatan dengan Kamis malam, 15 Januari 2026, banyak umat Islam yang memanfaatkannya untuk memperbanyak ibadah, berdoa, dan melakukan amalan sunah sebagai bentuk penghayatan atas peristiwa mulia ini.

Salah satu amalan yang dianjurkan adalah memperbanyak doa di malam hari, memohon ampunan, petunjuk, dan keberkahan dalam hidup.

Doa-doa yang dipanjatkan pada malam ini diyakini memiliki keutamaan khusus apabila dilakukan dengan ikhlas dan penuh kesadaran.

Baca juga: Usai Libur Panjang Israk Mikraj dan Imlek, Aktivitas Pelabuhan Balohan Sabang Berangsur Normal

Doa Malam 27 Rajab 2026

Melansir nu.or.id, sebagaiman dijelaskan Syekh Muhammad bin Abdullah bin Hasan al-Halabi al-Qadiri dalam kitabnya Nurul Anwar wa Kanzul Abrar fi Dzikris Shalati ‘alan Nabi al-Mukhtar.

مَنْ قَرَأَ بِهَذَا الدُّعَاءِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِيْنَ مِنْ رَجَبَ ثُمَّ يَسْأَلُ الله حَاجَتَهُ فَاِنَّهَا تُقْضَى بِاِذْنِ اللهِ 

Artinya, “Barang siapa yang membaca doa ini pada malam 27 Rajab, kemudian meminta kepada Allah (untuk dipenuhi) kebutuhannya, maka akan dipenuhi kebutuhannya dengan izin Allah.” (Abdullah al-Halabi, Nurul Anwar wa Kanzul Abrar fi Dzikris Shalati ‘alan Nabi al-Mukhtar, [Beirut, Darul Kutub Ilmiah: tt], halaman 38).


Adapun berikut adalah doa malam 27 Rajab:

اللهم إِنِّي أَسْأَلُكَ بِمُشَاهَدَةِ أَسْرَارِ الْمُحِبِّيْنَ، وَبِالْخَلْوَةِ الَّتِي خَصَّصْتَ بِهَا سَيِّدَ الْمُرْسَلِيْنَ حِيْنَ أَسْرَيْتَ بِهِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِيْنَ أَنْ تَرْحَمَ قَلْبِيَ الْحَزِيْنَ وَتُجِيْبَ دَعْوَتِيْ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِيْنَ    

Allāhumma innī as’aluka bi musyāhadati asrāril muhibbīn, wa bil khalwatil latī khashshashta bihā sayyidal mursalīn hīna asraita bihī lailatas sābi’i wal ‘isyrīn an tarhama qalbiyal hazīna wa tujība da‘watī yā akramal akramīn. 

Artinya, “Ya Allah, dengan keagungan diperlihatkannya rahasia-rahasia orang-orang pecinta, dan dengan kemuliaan khalwat (menyendiri) yang hanya Engkau khususkan kepada pimpinan para rasul, ketika Engkau memperjalankannya pada malam 27 Rajab, sungguh aku memohon kepada-Mu agar Kau merahmati hatiku yang sedih dan Kau mengabulkan doa-doaku, wahai Yang Maha Memiliki kedermawanan.”

 

 

 

Baca juga: Pemulihan Sawah di Aceh Utara Dimulai, Wagub Fadhlullah Dampingi Mentan Pimpin Groundbreaking

Baca juga: Satlantas Polres Aceh Selatan Bangun Dua Sumur Bor di Trumon Tengah untuk Pemulihan Pascabanjir

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.