Momen Persma Kunjungi Redaksi Tribun Manado, Sinaga: Nama Besar Persma Tak Bisa Dipungkiri
January 15, 2026 11:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Manajemen dan tim Persma Manado melakukan kunjungan silaturahmi ke Redaksi Tribun Manado, Kamis (15/1/2026). 

Kedatangan klub kebanggaan Bumi Nyiur Melambai itu disambut langsung oleh Pemimpin Redaksi Tribun Manado, Jumadi Mapangganro, bersama Manajer Redaksi Handika Dawangi.

Dalam kunjungan tersebut, Persma Manado hadir dengan sejumlah figur penting tim, di antaranya Ferdinan Sinaga, Aulia Hidayat, M Guntur Triaji, Exel Kaunang, serta jajaran pelatih yakni Head Coach Feryandes Rozialta dan Asisten Head Coach Dimas Kelvin.

Ferdinan Sinaga menegaskan bahwa nama besar Persma Manado merupakan warisan sejarah panjang yang tak bisa dipisahkan dari lahirnya banyak pemain hebat di kancah sepak bola nasional.

“Nama besar Persma Manado tidak bisa dipungkiri. Banyak pemain hebat lahir dari klub ini. Itu menjadi motivasi besar bagi kami untuk menghidupkan kembali kejayaan Persma,” ujar Ferdinan.

Ia pun menegaskan komitmennya bersama tim untuk menghadirkan performa terbaik di setiap kompetisi yang diikuti Persma Manado.

“Target kami jelas, Persma harus kembali tampil kompetitif dan mampu menjadi juara di setiap kompetisi liga yang diikuti,” tegasnya.

Senada dengan itu, Head Coach Persma Manado, Feryandes Rozialta, menyampaikan bahwa tim pelatih fokus membangun skuad yang solid, disiplin, dan memiliki karakter juara.

“Kami sedang membangun tim dengan fondasi kerja keras, disiplin, dan mental pemenang. Persma Manado punya potensi besar, dan tugas kami adalah memaksimalkan itu agar bisa bersaing di level tertinggi,” ujar Feryandes.

“Tribun Manado selalu siap menjadi mitra Persma Manado. Kami mendukung kebangkitan Persma sebagai kebanggaan masyarakat Sulawesi Utara,” kata Jumadi.

Kunjungan tersebut diakhiri dengan ungkapan terima kasih dari pihak Persma Manado atas sambutan hangat Redaksi Tribun Manado serta komitmen kerja sama yang terjalin ke depan.

Sejarah Persma

Badai Biru demikian julukan Persma kepanjangan Persatuan Sepak Bola Manado.

Sejarah panjang klub bola paling populer di ibu kota Provinsi Sulut ini dimulai sejak tahun 1960.

Sempat berjaya di era 90-an.

Stadion terletak di Karombasan, Kota Manado itu kini sepi dari aktivitas kompetisi tingkat nasional. Fasilitas yang 

Tahun 1996 kala tim PSV Eindhoven dari Belanda bertandang ke Stadion Klabat dijamu Persma.

Pemain Terbaik Dunia Luiz Nazario Da Lima atau lebih dikenal dengan nama Ronaldo masih di awal-awal karirnya beraksi di Stadion Klabat.

Akhirnya Persma harus menelan kekalahan 6-0 dari PSV Eindhoven.

Manajemen bahkan sampai kehabisan karcis kalau Persma berlaga di kandang

Menyimak sejarah Persma, klub ini embrionya dari perkumpulan sepakbola menggunakan bahasa Belanda, Vootball Indonessche Manado disingkat VIM. Lahir tahun 1960.

Setelah beberapa nama berganti, maka ditetapkan nama Persma.

Mulai tahun 70-an sudah berkiprah di tingkat nasional.

Kompetisi lebih modern pun mulai dilakoni Persma sekitar tahun 80-an, kompetisi Galatama sudah menggunakan sistem divisi.

Persma mulai berlaga tahun 1994-1995 di Divisi I. Kemudian langsung berhasil lolos ke Divisi Utama

1995-1996 Persma pun perdana berlaga di Divisi Utama Liga Indonesia.

Para punggawa ketika itu semisal Jan Kaunang, Maxi Waroka, Rudy Manumpil dan Enal Mewengkang.

Musim 1996-1997 bisa dikatakan puncak prestasi Persma.

Tim ini berhasil bertengger di peringkat 3 Wilayah Timur hingga lolos ke Babak 12 Besar.

Persma kala ini sudah diperkuat pemain asing semisal Rodrigo Araya dan Onana Jules, menjadi salah satu kekuatan sepak bola nasional.

Sayang, di babak selanjutnya, Persma kalah dari Persib Bandung dan Bandung Raya

Di Musim 1997-1998 Persma punya kepercayaan tinggi.

Berhasil menduduki peringkat dua Wilayah Timur, sayang kompetisi terhenti karena krisis Moneter Mei 1998.

Musim 1998-1999 PSSI menggunakan kompetisi ormat lima grup, di mana Persma tergabung di Grup E bersama PKT Bontang dan PSM Makassar.

Bintang Persma mulai meredup, harus kalah, namun masih bertahan di Divisi Utama

Musim 1999-2000, kembali format kompetisi dibagi dua wilayah, Timur dan Barat.

Persma berkompetisi bersama 14 tim dari wilayah timur, sayang Badai Biru belumolos ke 8 besar.

Kala itu berada di peringkat 7, sementara hanya 6 tim yang lolos

2001 menjadi masa kehancuran Persma, prestasi jeblok, setelah 5 musim eksis di Divisi Utama, Persma pun turun ke divisi I

Musim 2002 makin terjerembab bahkan menjadi juru kunci di Divisi I

Tahun 2003 Persma berkompetisi di Divisi II. Sempat kembali ke Divisi I

Nanti tahun 2006 -2007 Persma kembali ke Divisi utama eksis hingga 2007 - 2008 tetap di divisi utama.

Musim 2008-2009, Persma tidak bisa ikut Liga Super, saat itu Persma mengalami krisis finansial.

Masalah penyelesaian kontrak pemain jadi pangkal soal, hingga urusan ini ditangani FIFA.

Buntutnya, Persma diputihkan dari keanggotaan PSSI.

Masa Kebangkitan

Setelah vakum selama sekitar 17 tahun, klub ini resmi dihidupkan kembali dengan nama Persma 1960. 

Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), meresmikan tim ini pada 12 November 2025 di Lapangan KONI Sario, Manado.

Kebangkitan tim ini dikelola secara profesional tanpa dana APBD.

Tokoh sepak bola nasional Ismed Sofyan terlibat aktif dalam membangun fondasi tim dan koordinasi kepelatihan.

Pada awal Januari 2026, Persma menunjukkan keseriusannya dengan merekrut penyerang berpengalaman, Ferdinand Sinaga. 
 
Saat ini (Januari 2026), Persma 1960 bersiap untuk berkompetisi di Liga 4.

Manajemen menetapkan target ambisius untuk menembus Liga 1 dalam waktu tiga tahun ke depan. (Ren/Riz/Ryo)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.