Larangan Parkir Bus di Kawasan Sumbu Filosofi Jogja Bakal Diujicobakan Saat Libur Lebaran
January 16, 2026 12:14 AM

 

TRIBUNJOGJA.COM - Kebijakan pembatasan parkir kendaraan besar atau bus pariwisata di kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta bakal diujicobakan pada libur lebaran mendatang.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari tahapan untuk mengurangi tekanan langsung kendaraan besar di kawasan inti Sumbu Filosofi.

Alternatif parkir khusus

Untuk menunjang uji coba, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengungkapkan, sudah menyiapkan beberapa alternaitf tempat khusus parkir (TKP) bagi bus pariwisata.

Pihaknya pun mematok target, pada 2026, Titik Nol Kilometer harus bersih dari lalu lalang bus besar, yang seringkali jadi biang kemacetan.

"Sebagian di (terminal) Giwangan, sebagian di tempat lain. Yang penting tidak di (TKP) Senopati, dan tidak ada yang melintas Titik Nol. Mudah-mudahan lebaran bisa uji coba," katanya, Kamis (15/1/26).

Hasto mengungkapkan, TKP Senopati kedepannya bakal ditata dan tidak lagi menerima kendaraan besar, khususnya bus-bus pariwisata.

Akan tetapi, pihaknya belum bisa memastikan waktu penataan, lantaran terlebih dahulu fokus untuk mengurangi beban kendaraannya.

"Setelah (lokasi parkir) bus dipindah, baru ditata," tandasnya.

Tata kelola kota

Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta, Agus Tri Haryono, menyampaikan, penetapan Sumbu Filosofi sebagai warisan dunia membawa konsekuensi besar dalam tata kelola kota.

Salah satu tekanan terbesar datang dari pergerakan lalu lintas, khususnya bus pariwisata, di titik-titik yang beririsan dengan garis imajiner tersebut.

"Kondisi itu tidak hanya berdampak pada kelancaran mobilitas, tapi juga berpengaruh terhadap kualitas kawasan, dan keberlanjutan aktivitas ekonomi pariwisata," terangnya.

Dalam konteks itulah, kawasan Yogyakarta bagian selatan, yang berpusat di Terminal Giwangan, dinilai memiliki posisi sangat strategis. 

Tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi dan pintu masuk kota, tapi juga diposisikan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi Yogyakarta selatan.

Kawasan tersebut, katanya, telah menyandang status Kawasan Strategis Kota dan jadi lokus pembangunan prioritas via dokumen perencanaan pembangunan daerah tahun 2025–2029.

Agus menambahkan, penguatan peran Terminal Giwangan semakin terbuka setelah Pemerintah Kota Yogyakarta memperoleh hak pengelolaan lahan di sisi selatannya. 

"Pengelolaan Kawasan Terminal Giwangan pada dasarnya merupakan bagian integral dari perjalanan strategis dan prioritas pembangunan Kota Yogyakarta, untuk mendorong pemerataan pembangunan wilayah selatan dan penguatan struktur ekonomi kota," ungkapnya. (aka)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.