TRIBUNNEWS.COM - Allegri sukses membangun fondasi AC Milan. Mentalitas dan daya juang skuat Merah-Hitam membuat mereka punya kesempatan rengkuh Scudeto musim ini. Terbaru, AC Milan menang comeback 1-3 di Stadio Guseppe Sinicaglia, markas Como, Jumat (16/1/2026).
Anak asuh Allegri tertinggal lebih dulu pada menit ke-10 karena sundulan Marc-Oliver Kempt, sebelum disamakan penalty Nkunku di penghujung waktu babak pertama.
Meski kalah penguasaan bola, dan peluang yang dihasilkan, AC Milan mampu mengefisiensikan peluang yang kemudian dikonversikan menjadi gol.
Dua gol tambahan tercipta dalam 45 menit kedua, masing-masing dari Nkunku (55') dan Adrien Rabiot (88').
Hasil ini meneruskan tren positif AC Milan yang hanya menelan satu kekalahan saat jeda paruh musim.
Catatan tersebut menyamai perolehan Rossoneri pada musim 2003/2004 dan 1995/1996 setelah diterapkan untuk pertama kalinya kompetisi dengan sistem 3 poin pada musim 1994/1995, menurut Opta.
Allegri sadar, ancaman dan kesulitan menghampiri tim mereka saat bertandang ke Sinicaglia.
Como musim ini tampil begitu baik karena belum pernah menelan laga kendang, dan hasil atas Milan adalah kekalahan kendang pertama Como musim ini.
Tim asuhan Cesc Fabregas itu menampilkan permainan yang begitu menarik dengan penguasaan bola hingga mampu menyodok papan atas Serie A dengan duduk di peringkat 6 klasemen.
Apa yang dirasa Allegri terjadi di dalam pertandingan. Formasi yang awalnya menggunakan 4-3-3 berubah menjadi 3-5-2 di babak kedua.
"Kami memulai permainan engan empat gelandang yang menguasai bola, mencoba menciptakan lebih banyak umpan ke Fofana, tetapi kami kehilangan kekompakan setelah tertinggal dan mengambil risiko pada umpan terobosan," beber Allegri usai pertandingan kepada DAZN Italia, dilansir Football Italia.
Baca juga: Muslihat Transfer AC Milan, Rp785 Miliar untuk Fofana atau Tidak Sama Sekali
Skenario itu tidak berjalan lancer hingga terciptanya gol pertama Como.
Como bahkan bisa saja menggandakan keunggulan lewat tendangan terukur Nico Paz dan sundulan Lucas Da Cunha tapi beruntungnya Mike Maignan tampil mengesankan dengan menepis peluang-peluang pemain Como tersebut.
"Begitu kami berhasil menyamakan kedudukan, saya mengubah formasi menjadi tiga penyerang di depan, tetapi setelah kami membalikkan keadaan an unggu, kami Kembali bermain dengan formasi awal," sambungnya.
Hasil ini menjaga harapan Milan untuk tetap bersaing dengan rival sekota, Inter yang kini duduk di singgasana klasemen Liga Italia.
Inter dan Milan selisih tiga poin, dan berjarak enam angka dengan Napoli, serta tuju poin dari Juventus dan Roma.




















(Tribunnews.com/Sina)