Marak Fenomena Pemotor Menepi di Jembatan Suramadu, BPBD Bangkalan Warning Angin Kencang
January 16, 2026 02:22 PM

 

Laporan wartawan TribunMadura.com, Ahmad Faisol

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Hujan dengan intensitas tinggi-sedang disertai angin kencang masih mewarnai kondisi cuaca ekstrem di Kabupaten Bangkalan.

Kawasan pesisir Selatan Bangkalan seperti Jembatan Suramadu menjadi salah satu titik lokasi paling rawan hempasan angin kencang yang memaksa para pelintas, khususnya pemotor menepikan kendaraannya saat melintasi jalur main bridge atau bentang tengah jembatan yang membelah Selat Madura itu.

Keputusan para pemotor menepikan kendaraannya di atas bentang tengah Jembatan Suramadu itu direkam melalui kamera video ponsel seorang pelintas yang juga turut menepi karena laju motornya berjalan tidak stabil akibat kencangnya hempasan angin.

Usut punya usut, video berdurasi 30 detik yang menggambarkan sejumlah pemotor terjebak hempasan angin itu direkam pada Rabu (14/1/2026) sore. Situasi yang mengancam keselamatan para pemotor itu menjadi perhatian serius Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan.

Baca juga: Listrik Bangkalan Padam Diterjang Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Jaringan PLN

“Kami mengingatkan sekaligus mengimbau masyarakat, khususnya para pengendara untuk aktif memantau fluktuasi peringatan dini BMKG di waktu siang dan malam hari. Karena berdasarkan prediksi BMKG, angin kencang dan hujan lebat masih berpotensi terjadi hingga Februari mendatang,” ungkap Kepala Pelaksana BMKG Bangkalan, Moh Zainul Qomar kepada Tribun Madura, Jumat (16/1/2026).

Hempasan angin kencang disertai hujan lebat biasanya diawali dengan tampilan langit cerah dan terik akibat panas sinar matahari. Perlahan, semilir angin dingin perlahan muncul seiring kehadiran awan mendung berwarna pekat. Sebagaimana yang terjadi pada Minggu (21/12/2025) sore, langit cerah mendadak berubah berselimut awan pekat dari arah Selatan Kota Bangkalan,

Tidak berselang lama, hujan lebat disertai angin kencang menerjang hingga merobohkan tiang lampu penerangan jalan umum (PJU) di atas bentang tengah Jembatan Suramadu tujuan Surabaya.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa namun robohnya tiang PJU itu membuat arus lalu lintas di atas jembatan yang membelah Selat Madura itu tersendat. Sejumlah personel Unit PJR Jatim VIII Suramadu turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan sekaligus mengatur arus kendaraan. 

Qomar menjelaskan, Pemprov Jawa Timur melalui BPBD setempat saat ini tengah aktif menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Sebuah metode menaburkan bahan semai berupa garam dan kalsium oksida ke dalam awan cumulus. Dengan harapan mempercepat proses hujan agar turun di wilayah yang aman.

“BPBD Jatim sangat aktif melakukan OMC namun kita tetap harus mewaspadai, terlebih kepada para pengendara untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dengan aktif mengikuti perkembangan cuaca melalui laman resmi BMKG,” jelas Qomar.

Berdasarkan rilis Kondisi Sinoptik berkaitan informasi tinggi gelombang periode 16-17 Januari yang diterima BPBD Bangkalan dari BMKG Maritim menyebutkan, pola angin di wilayah Indonesia bagian Utara umumnya bergerak dari arah Barat Laut hingga Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar 8-25 knot.

Sedangkan pada wilayah Indonesia bagian Selatan, umumnya bergerak dari Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 8-30 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudera Hindia Selatan NTT dan Laut Arafuru.

“Kecepatan angin dan tinggi gelombang tersebut dipicu Siklon Tropis Nokaen yang terpantau di Laut Filipina, sisi Maluku Utara dan bibit Siklon Tropis terpantau di Samudera Hindia Selatan NTB,” tutur Qomar.

BPBD Bangkalan telah memetakan Kecamatan Kota Bangkalan, Kecamatan Burneh, Kecamatan Tragah, Kecamatan Socah, Kecamatan Labang, Kecamatan Tanah Merah, hingga Kecamatan Galis sebagai kawasan rawan bencana angin kencang atau puting beliung.

 

Kawasan potensi rawan bencana tanah longsor meliputi Kecamatan Kokop, Kecamatan Konang, Kecamatan Geger, Kecamatan Klampis, Kecamatan Galis, dan Kecamatan Tanjung Bumi. Untuk kawasan rawan banjir meliputi Kecamatan Blega, Kecamatan Arosbaya, Kecamatan Sepulu, dan Kecamatan Tanjung Bumi.

Qomar mengimbau masyarakat untuk menaruh perhatian terhadap kondisi selokan di masing-masing kawasan tempat tinggal sehingga bisa meminimalisir terjadinya bencana banjir.  

“Ini juga menjadi kesempatan bersama untuk menanam pohon sebagai investasi masa depan untuk mengurangi banjir, menguatkan tanah, dan menciptakan kawasan resapan air baru,” pungkas Qomar.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.