Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Seusai menerima uang Rp 5 juta dari KDM (Kang Dedi Mulyadi), Gubernur Jabar, Mang Sakim (54) warga Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan kini memiliki sebanyak 7 ekor kambing untuk diternak.
"Iya, Mang Sakim sudah beli kambing 7 ekor dengan total harga beli sekitar Rp 4,7 jutaan dan sisanya digunakan operasional dan kebutuhan keseharian saja," kata Iim Ibrahim, Dirut BUMDes Aria Kamuning Desa Kaduela Kecamatan Pasawahan, Jum'at (16/1/2026).
Mang Sakim membeli kambing diantar karyawan BUMDes yang masih kerabatnya.
"Terus dari 7 ekor kambing itu, di antaranya 3 ekor kambing betina 4 ekor kambing jantan, petot susu (kambing remaja)," kata Iim lagi.
Alasan pembelian kambing tiga ekor berjenis kelamin betina, kata Iim, itu keinginan Mang Sakim yang paham perkembangan hewan ternak.
"Ya, pembelian kambing itu keinginan Mang Sakim, karena beliau lebih paham jenis kambing yang cepat berkembangbiak dan berkualitas," ujar Iim.
Ia menambahkan bahwa Mang Sakim menjaga amanah atas pemberian KDM dan tidak lebih dari 24 jam langsung membeli kambing.
"Mang Sakim langsung punya kambing," imbuhnya.
Sekedar informasi, puluhan tahun menjadi buruh ternak alias paron Kambing di Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, kini Mang Sakim (54) bisa memiliki kambing sendiri, lantaran mendapat kadeudeuh dari KDM (Kang Dedi Mulyadi) sebesar Rp 5 Juta.
Penerimaan uang dari KDM itu melalui Dirut BUMDes Aria Kamuning Desa Kaduela dan terjadi saat orang nomor satu di Jawa Barat mendatangi lokasi sumber mata air di desa setempat.
Kemudian, dalam perjalanannya KDM memberhentikan Mang Sakim hingga berdialog dan menanyakan aktivitas kesehariannya.
"Iya, tadi saya waktu jalan bawa rumput dan diberhentikan KDM, dan Pak KDM nanya soal keseharian saya. Terus tanya, rumput buat kambing siapa? Dan saya jawab, bahwa kambing yang diternak saya adalah Paron (buruh tani)," kata Sakim.
Lama berdialog dengan KDM, Mang Sakim merasa kaget dengan pemberian uang untuk pembelian kambing.
"Iya saya kaget diberi uang buat beli kambing," kata Sakim.
Ia mengaakan selama 20 tahun menjadi paron alias buruh ternak.
"Ya, paron itu istilah paroan atau berbagi. Jadi kambing milik orang saya ternak dan ketika beranak, hasilnya bagi dua. Jika beranak dua ekor, itu mendapat bagian satu ekor, baik saya atau pemilik kambing. Begitu juga, kalau beranak satu ekor, ya setengahan," katanya.
Di tempat sama, Dirut BUMDes Aria Kamuning, Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan Iim Ibrahim mengatakan, pemberian uang kepada Sakim sebagai amanat.
"Lantaran Mang Sakim enggak punya rekening bank. Terus ajudan KDM ngasih uang ke rekening saya, dan saya berikan langsung uang itu ke Mang Sakim," katanya.
Terlepas dengan pemberian kadedeuh kepada Mang Sakim. KDM juga berjanji akan kembali mengunjungi Desa Kaduela yang memiliki destinasi wisata alam dan potensi BUMDes setempat.
Baca juga: Sakim, Buruh Ternak di Desa Kaduela Kuningan Dapat Uang Rp 5 Juta Dari KDM