Siswa yang Keroyok Guru SMK di Tanjabtim Jambi Beberkan Kronologi Versinya
January 17, 2026 11:11 AM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Cerita awal mula pengeroyokan guru SMK di Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi versi siswa.

Seorang siswa berinisial MLF yang terlibat pengeroyokan guru bernama Agus Saputra membeberkan kronologi awal hingga ebrujung pengeroyokan.

Menurut MLF, ketegangan bermula dari kesalahpahaman di ruang kelas saat jam pelajaran hampir usai. 

Situasi kelas yang bising membuat Lupi spontan berteriak meminta rekan-rekannya diam.

Namun hal itu justru memicu reaksi keras dari sang guru.

MLF mengaku terkejut saat guru tersebut tiba-tiba masuk ke kelas tanpa permisi kepada guru yang sedang mengajar dan langsung mencari siapa yang berteriak.

"Tiba-tiba beliau langsung masuk ke dalam kelas tanpa permisi ke guru yang ada di dalam, langsung tanya 'siapa yang bilang woi?'. Terus saya jawab 'saya Prince' kayak gitu, terus spontan saya ke depan langsung ditampar," ungkap MLF.

Menariknya, penggunaan panggilan "Prince" ternyata merupakan permintaan khusus dari sang guru sendiri. 

MLF menjelaskan bahwa guru tersebut kerap marah jika disapa dengan sebutan "Bapak" dan lebih memilih dipanggil dengan sebutan tersebut.

Baca juga: Warga Bakung Jaya Muaro Jambi Patungan Perbaiki Jalan, Proyek Desa Tangkit Sudah Retak

Baca juga: Hasil Pertandingan Gubernur Cup Jambi 2026 16/1/2026 - Merangin dan Muaro Jambi Pesta gol

Ejekan di Kantor Hingga Pukulan di Hidung

Situasi semakin memanas ketika para siswa menuntut permintaan maaf sang guru karena dianggap telah menghina orang tua salah satu siswa. 

Meski sudah dimediasi oleh guru lain dan komite sekolah untuk berpidato di depan siswa, sang guru justru membahas hal lain yang memicu kekecewaan.

Puncak pengeroyokan terjadi saat sang guru dibawa ke kantor oleh Bapak Komite. 

MLF mengeklaim sang guru justru mengejek dan tersenyum sinis ke arah para siswa. 

Saat Lupi mendekat untuk meminta kejujuran, ia mengaku justru mendapat bogem mentah.

"Pas saya sampai depan muka dia, dia langsung meninju saya bagian hidung. Pas dia ninju itu, kebetulan kawan saya yang di dekat-dekat dia itu lihat semua. Spontan kawan saya langsung mengeroyok dia. Sebenarnya kalau enggak ada dia ninju duluan, enggak ada pengeroyokan itu," tegas MLF.

MLF menekankan bahwa aksi pengeroyokan tersebut merupakan reaksi spontan rekan-rekannya setelah melihat dirinya ditampar di kelas dan dipukul di bagian hidung saat berada di area kantor. 

Hingga kini, kasus tersebut menjadi perhatian serius pihak otoritas pendidikan dan keamanan setempat untuk dicarikan solusi terbaik. 


DISCLAIMER

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, atau melakukan tindak pidana lainnya segera hubungi layanan kesehatan jiwa atau profesional di puskesmas/rumah sakit terdekat atau pihak berwajib.

 

 

Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.