Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Deanza Falevi
TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp 10 miliar dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Tahun Anggaran 2025 untuk membangun 40 unit rumah bantuan bagi warga terdampak bencana pergerakan tanah di Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta.
Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan rumah panggung berbahan kayu dengan atap julang ngapak, lengkap dengan pemasangan listrik, drainase, sarana air bersih, gapura dan papan nama kawasan, serta pematangan lahan (cut and fill).
Proyek pembangunan itu kini telah rampung dan seluruh unit rumah dinyatakan siap secara fisik.
Baca juga: Kampung KDM Hadir di Purwakarta, Jadi Harapan Baru Warga Korban Bencana Pergerakan Tanah
Pantauan Tribunjabar.id di lokasi, Jumat (16/1/2026) sore, deretan rumah bernuansa adat Sunda berdiri rapi di lahan milik desa seluas 5,01 hektare yang berlokasi di Kampung Pasir Cabe, Desa Panyindangan.
Dinding bilik dari anyaman bambu, atap genteng, serta tiang kayu menjadi ciri utama kawasan permukiman baru yang diberi nama Kampung KDM.
Kepala Desa Panyindangan, Abdul Karim, mengatakan pembangunan 40 unit rumah tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana pergerakan tanah yang telah berdampak pada puluhan kepala keluarga sejak 2022.
"Alhamdulillah, bantuan 40 unit rumah dari Pemprov Jawa Barat sudah selesai dibangun. Setiap rumah berukuran 6x5 meter, dilengkapi dua kamar tidur, ruang tamu, dan kamar mandi," ujar Abdul Karim saat ditemui Tribunjabar.id, Jumat (16/1/2026) sore.
Meski demikian, rumah-rumah tersebut belum dapat langsung dihuni karena masih dalam masa pemeliharaan oleh pihak kontraktor. Selain itu, akses jalan di dalam kawasan permukiman masih berupa tanah merah dan belum dibangun secara permanen.
"Air bersih dan listrik sudah tersedia, tapi jalannya belum dibangun, jadi belum ditempati dulu," katanya.
Baca juga: Kampung KDM Hadir di Purwakarta, Jadi Harapan Baru Warga Korban Bencana Pergerakan Tanah
Abdul Karim berharap adanya dukungan anggaran lanjutan dari Pemerintah Kabupaten Purwakarta maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya untuk pembangunan infrastruktur pendukung seperti jalan lingkungan dan fasilitas ibadah.
"Supaya Kampung KDM ini benar-benar layak dan nyaman untuk ditempati warga," ujarnya.
Diketahui, hingga Januari 2026 tercatat sebanyak 80 kepala keluarga terdampak bencana pergerakan tanah di Desa Panyindangan.
Penanganan dilakukan secara bertahap, mulai dari pembangunan 13 unit rumah pada 2023 oleh Pemkab Purwakarta, empat unit rumah pada 2024 dari Pemprov Jawa Barat, hingga pembangunan 40 unit rumah melalui anggaran BKK Provinsi Jawa Barat tahun 2025.(*)