Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Deanza Falevi
TRIBUNAJABAR.ID, PURWAKARTA - Deretan rumah panggung bernuansa adat Sunda berdiri rapi di atas hamparan tanah Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Dinding bilik dari anyaman bambu, atap genteng, serta tiang-tiang kayu yang kokoh menjadi penanda lahirnya sebuah permukiman baru bernama Kampung KDM.
Pantauan Tribunjabar.id, Jumat (16/1/2026) sore, sebanyak 40 unit rumah bantuan yang diperuntukkan bagi warga terdampak bencana pergerakan tanah telah selesai dibangun dan siap dihuni.
Rumah-rumah itu berdiri di lahan milik desa seluas 5,01 hektare, berlokasi di Kampung Pasir Cabe, Desa Panyindangan.
Meski belum tampak aktivitas penghuni, suasana Kampung KDM terasa tenang dan menyejukkan. Dari kawasan ini, mata dimanjakan oleh panorama Gunung Bongkok dan Gunung Lembu yang menjulang di kejauhan. Bahkan, Waduk Jatiluhur terlihat jelas membentang, seolah menjadi saksi bisu bangkitnya harapan warga yang sempat kehilangan tempat tinggal akibat bencana.
Baca juga: Jelajahi Kota dan Sejarah Persib Lewat Jajap Jadi Alternatif Liburan di Kota Bandung
"Alhamdulillah, bantuan 40 unit rumah untuk warga yang terdampak bencana pergerakan tanah telah selesai dibangun," ujar Kepala Desa Panyindangan, Abdul Karim, saat ditemui Tribunjabar.id di lokasi, Jumat (16/1/2026) sore.
Menurut Abdul Karim, pembangunan rumah bantuan tersebut bersumber dari anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahun 2025.
Setiap unit rumah memiliki ukuran panjang 6 meter dan lebar 5 meter, dilengkapi dua kamar tidur, ruang tamu, serta kamar mandi.
"Konsepnya rumah adat Sunda, rumah panggung dengan bilik bambu. Air bersih dan listrik sudah tersedia, jadi sebenarnya sudah siap ditempati," katanya.
Namun, meski fisik bangunan telah rampung, rumah-rumah itu belum bisa langsung dihuni warga. Saat ini, proyek masih berada dalam masa pemeliharaan oleh pihak kontraktor.
Selain itu, akses jalan di dalam kawasan permukiman belum dibangun.
"Jalannya masih tanah merah. Jadi belum ditempati dulu," ucap Abdul.
Baca juga: UPDATE Transfer Persib, Diaspora Pengganti Maarten Paes Santer Dinego dan 2 Asing Potensi Merapat
Di balik ketenangan Kampung KDM, tersimpan harapan besar dari pemerintah desa dan warga. Abdul Karim berharap, ke depan Pemerintah Kabupaten Purwakarta maupun Pemprov Jawa Barat dapat kembali mengalokasikan anggaran lanjutan.
"Kami berharap ada pembangunan jalan dan fasilitas pendukung lainnya, seperti mushola. Supaya Kampung KDM ini benar-benar menjadi tempat tinggal yang layak dan nyaman bagi warga," ujarnya.
Ia menyebutkan, dari 2022 hingga Januari 2026 ini, tercatat ada 80 kepala keluarga (KK) yang terdampak dari bencana pergerakan tanah.
"Bantuan rumah dilakukan bertahap, di tahun 2023, terealisasi 13 rumah dari pemerintahan Kabupaten Purwakarta, kemudian 2024 ada bantuan 4 rumah dari pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan 2025 ini, ada 40 unit rumah," ucapnya. (*)