PROHABA.CO - Penurunan sel darah merah dalam tubuh terjadi karena kurangnya asupan zat besi.
Masalah kesehatan yang memiliki istilah medis anemia ini membuat tubuh mudah lelah dan kulit serta wajah terlihat pucat.
Salah satu cara mengatasi masalah ini yaitu mengonsumsi makanan penambah darah yang tinggi zat besi.
Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup sering dijumpai di masyarakat.
Kondisi ini terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin, sehingga pasokan oksigen ke seluruh jaringan tubuh tidak optimal.
Akibatnya, penderita anemia kerap mengalami gejala seperti mudah lelah, pusing, wajah pucat, hingga kesulitan berkonsentrasi.
Salah satu penyebab anemia yang paling umum adalah kekurangan zat besi.
Zat besi berperan penting dalam pembentukan hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang bertugas membawa oksigen.
Tanpa kadar zat besi yang cukup, tubuh tidak mampu memproduksi sel darah merah secara optimal.
Kabar baiknya, anemia ringan hingga sedang dapat ditangani dengan memperbaiki pola makan.
Mengonsumsi makanan kaya zat besi secara rutin dapat membantu meningkatkan kadar hemoglobin tanpa harus selalu bergantung pada suplemen.
Lantas, apa saja makanan yang bisa membantu mengatasi anemia?
Meski berukuran kecil, biji labu menyimpan manfaat besar.
Dalam 100 gram biji labu terdapat sekitar 9 mg zat besi, atau sekitar 14 persen dari kebutuhan harian.
Selain itu, biji labu juga kaya akan seng, magnesium, dan lemak sehat yang mendukung kekebalan tubuh serta fungsi otak.
Biji labu bisa dinikmati sebagai camilan sehat atau ditaburkan di atas salad.
Baca juga: Manfaat Lemon Bagi Kesehatan Kulit dan Tubuh, Juga Bisa Mengobati Anemia
Cokelat hitam bukan hanya lezat, tetapi juga kaya zat besi.
Satu porsi kecil (28 gram) menyediakan hingga 3,4 mg zat besi, setara dengan 19 persen kebutuhan harian.
Kandungan magnesium, tembaga, dan antioksidan di dalamnya membantu mengurangi peradangan serta menjaga kesehatan jantung.
Pilihlah cokelat hitam dengan kandungan kakao tinggi agar manfaatnya lebih optimal.
Sebagai sumber protein nabati, tahu sangat cocok bagi vegetarian maupun vegan.
Dalam 100 gram tahu terdapat sekitar 5,4 mg zat besi.
Selain itu, tahu juga mengandung kalsium dan isoflavon yang mendukung perbaikan otot, kesehatan tulang serta keseimbangan hormon.
Tahu bisa diolah dengan cara ditumis bersama sayuran atau dijadikan bahan sup bergizi.
Bayam adalah sayuran berdaun hijau yang kaya zat besi, dengan kandungan sekitar 2,7 mg per 100 gram.
Bayam juga mengandung vitamin C, folat, dan magnesium yang membantu penyerapan zat besi serta produksi sel darah merah.
Bayam bisa dikonsumsi dalam bentuk tumisan, sayur bening, atau bahkan dijadikan smoothie sehat.
Baca juga: Cokelat Lindungi Pembuluh Darah dari Efek Duduk Lama, Berikut Penjelasan Ahli
Quinoa dikenal sebagai biji-bijian superfood yang kaya protein lengkap.
Satu cangkir quinoa yang dimasak menyediakan sekitar 2,8 mg zat besi atau 16 persen dari kebutuhan harian.
Kandungan serat, magnesium, dan vitamin B di dalamnya membantu metabolisme tubuh dan menjaga energi tetap stabil.
Quinoa bisa dijadikan pengganti nasi atau campuran salad untuk meningkatkan asupan nutrisi dengan mudah.
Kacang garbanzo atau chickpeas merupakan salah satu sumber zat besi terbaik dari kelompok kacang-kacangan.
Dalam 100 gram garbanzo terdapat 2,9 mg zat besi, ditambah protein, folat, dan serat yang mendukung pencernaan serta energi berkelanjutan.
Garbanzo bisa diolah menjadi kari, salad, atau camilan renyah dan bergizi.
Makanan laut seperti kerang, remis, dan tiram adalah sumber zat besi heme yang mudah diserap tubuh.
Dalam 100 gram kerang yang dimasak terdapat sekitar 3 mg zat besi, atau 17 persen kebutuhan harian.
Selain itu, kerang juga kaya vitamin B12, seng, dan omega-3 yang penting untuk pembentukan sel darah merah dan kesehatan otak.
Daging merah adalah salah satu cara paling efisien untuk mengisi kembali kadar zat besi yang rendah, terutama pada mereka yang menderita anemia sedang hingga berat.
Dalam 100 gram daging sapi terdapat sekitar 2,7 mg zat besi.
Daging merah juga kaya vitamin B12, protein, dan seng yang mendukung kesehatan darah, massa otot, serta sistem imun tubuh.
Brokoli adalah sayuran kaya nutrisi dengan kandungan zat besi sekitar 1 mg per cangkir yang dimasak.
Kandungan vitamin C yang tinggi membantu penyerapan zat besi lebih maksimal.
Brokoli juga mengandung serat, folat, dan antioksidan yang mendukung pencernaan, kekebalan tubuh, serta menurunkan risiko kanker.
Mengatasi anemia tidak selalu harus bergantung pada suplemen.
Dengan pola makan yang tepat, terutama mengonsumsi makanan kaya zat besi, anemia ringan hingga sedang dapat ditangani secara alami.
Biji labu, cokelat hitam, tahu, bayam, quinoa, kacang garbanzo, kerang, daging merah, dan brokoli adalah pilihan makanan yang bisa membantu meningkatkan kadar hemoglobin.
Baca juga: Berikut Manfaat Labu Kuning untuk Kesehatan Tubuh, Salah Satunya Bisa Mencegah Kanker
Baca juga: Simpanse Tahu Jenis Tanaman Berkhasiat Mana yang Bisa Digunakan untuk Obat
Baca juga: Daging Olahan dan Minuman Manis Terbukti Mempercepat Penurunan Fungsi Otak