Batu Bersuara Gamelan Singkap Peradaban Masa Lalu di Majenang Cilacap
January 17, 2026 03:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Di atas lantai beralas kain putih, deretan batu sungai berukuran beragam disusun rapi, sementara dua pemuda Desa Salebu duduk bersila sambil mengetuk batu di tangan mereka, mendengarkan satu per satu nada yang keluar layaknya gamelan kuno.


Pemandangan sederhana itu menjadi penanda lahirnya kembali sebuah warisan budaya setelah warga Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menemukan batu sungai unik yang mampu menghasilkan bunyi bernada dan menghebohkan masyarakat.


Temuan batu bernada ini bermula sekitar sebulan lalu saat pemerhati budaya Romo Ndaru Kusumo berkunjung ke rumah salah warga, di kawasan Perumnas desa setempat.


“Awalnya Romo Ndaru main ke rumah warga, lalu melihat batu-batu di sungai belakang perumahan yang bentuk dan warnanya berbeda,” ujar salah satu warga, Ahmad Zaenul, Sabtu (17/1/2026).


Naluri budaya Romo Ndaru tergerak ketika ia melihat batu tersebut memiliki kandungan tembaga, hingga akhirnya mencoba mengetuknya dengan batu lain.


“Begitu diketuk, ternyata ada bunyinya dan nadanya mirip gamelan, bahkan Romo bilang mirip yang pernah beliau temui di Banjar,” katanya.


Rasa penasaran itu berubah menjadi pencarian ketika Romo Ndaru bersama warga lain menyusuri aliran sungai di Dusun Cigadung, Desa Salebu.


“Di sungai wilayah RT 4 sampai RT 1 Dusun Cigadung ternyata masih banyak batu yang berbunyi dan ukurannya tidak terlalu besar,” tuturnya.


Batu-batu tersebut ditemukan dengan bentuk yang beragam, seolah menunjukkan tahapan perubahan dari ukuran besar hingga lebih kecil dan mudah dibawa.


“Seperti ada proses pemangkasan, seakan leluhur kita dulu mencoba membuat alat ini lebih portabel,” ujarnya.


Dari hasil pencarian selama lebih dari satu bulan sejak awal Desember, warga berhasil menyusun tiga set gamelan batu meski beberapa set lain masih belum lengkap.


“Alhamdulillah sudah ada tiga set yang bisa dimainkan, meskipun ada yang masih kurang beberapa nada,” kata Indra.


Penemuan ini terasa istimewa karena Desa Salebu berada di wilayah peralihan budaya Jawa dan Sunda yang selama ini dikenal kaya seni, namun belum pernah menemukan jejak gamelan batu.


“Kami tidak pernah menyangka ada peninggalan seperti ini, seolah Allah menunjukkan warisan leluhur yang lama tersembunyi,” ungkapnya.


Antusiasme warga terus tumbuh, meski jadwal pementasan resmi belum dirilis karena masih menyesuaikan waktu latihan para penggiat seni.


“Kami masih menata latihan, termasuk pemusiknya Mas Deni dan vokalnya Mbak Ridu, karena ini benar-benar baru,” jelas Indra.

Baca juga: Info Beasiswa S1, S2 dan S3 LPDP 2026 Lengkap


Kepala Desa Salebu, Agus Fauzi, menilai temuan batu bernada tersebut memiliki potensi besar sebagai ikon baru desa, seiring status Salebu sebagai desa wisata.


“Desa Salebu sudah memiliki SK Desa Wisata Perintis, dan batu berbunyi ini bisa menjadi daya tarik utama,” kata Agus Fauzi.


Menurutnya, gamelan batu Salebu dapat memperkuat promosi wisata religi Gunung Padang yang selama ini menjadi destinasi unggulan desa.


“Kami akan bekerja sama dengan dinas pariwisata dan kebudayaan agar kesenian ini terdaftar resmi dan dikembangkan secara berkelanjutan,” ujarnya.


Pemerintah desa juga berencana membentuk sanggar seni agar gamelan batu dapat tampil dalam agenda budaya dan kegiatan seremonial desa.


“Insya Allah nanti kita buat sanggar, sehingga setiap acara desa dan wisata, gamelan batu Salebu bisa menjadi identitas budaya kami,” pungkasnya. (ray)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.