Teks Ibadah Sabda Minggu 18 Januari 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik
January 17, 2026 05:36 PM

Oleh: P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak teks ibadah sabda Minggu 18 Januari 2026.

Teks ibadah sabda lengkap renungan harian Katolik.

Teks ibadah sabda disiapkan untuk hari biasa pekan II tahun A.

Ikuti ibadah sabda hari Minggu dengan penuh iman.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 18 Januari 2026, Lihatlah Anak Domba Allah


Persiapan Misa

Para Petugas Liturgi berkumpul di sakristi. Pada meja perayaan disiapkan lilin bernyala yang mengapiti salib. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. 

Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan.   Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. 

Kemudian dinyanyikan lagu pembuka. 

01. TANDA SALIB DAN SALAM 

P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.  
U  : Amin.  
P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.  
U : Sekarang dan selama-lamanya.  

02. KATA PEMBUKA  

P : Hari ini kita memasuki Minggu Kedua dalam Masa Biasa. Gereja mengajak kita untuk menjadi terang bagi bangsa-bangsa. Pesan ini amat jelas ditemukan dalam bacaan pertama. Tuhan menghendaki agar umat Israel hadir sebagai terang bagi bangsa-bangsa lain. Menjadi terang berarti membuka jalan yang benar menuju kepada Tuhan. Kita pun diundang untuk menjadi terang yang menerangi sesama kita.  Rasul Paulus dalam bacaan kedua menyapa umat di Korintus dengan memohonkan berkat bagi mereka. Ia menceritakan dirinya yang dipanggil untuk tugas pelayanan khusus itu. Kata-kata Paulus ini mengajak kita untuk menyadari diri kita sebagai orang yang dipilih oleh Tuhan untuk saling berbagi berkat dan saling mendukung satu sama lain. Itulah jalan terang yang mesti ada dalam hidup kita setiap hari. Dalam bacaan Injil, Yohanes Pembaptis memberikan kesaksian tentang Yesus. Ia menyebut Yesus sebagai Anak Domba Allah, yang menunjukkan peran Yesus sebagai Penebus manusia. Jika kita dekat dengan Tuhan, maka kita akan melihat dan merasakan kehadiran Tuhan dalam hidup kita. Kita pun bisa menunjukkan kepada sesama kita tentang Tuhan yang selalu hadir dalam kehidupan kita sehari-hari. Mari kita hening sejenak menyadari kehadiran Tuhan dalam perayaan kita ini. 
[hening sejenak]  

03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN  

P  : Marilah menyesali dan mengakui bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan Sabda Allah, Terang dan Pedoman hidup kita. 
U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.  
P : Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal. 
U : Amin.  

04. MENYANYIKAN LAGU KEMULIAAN  

[Dianjurkan untuk memakai Madah Kemuliaan di bawah ini.]  

P : Kemuliaan kepada Allah di surga  
U : dan damai di bumi  kepada orang yang berkenan pada-Nya.  
P : Kami memuji Dikau,  
U : Kami meluhurkan Dikau.  
P : Kami menyembah Dikau,  
U : Kami memuliakan Dikau. 
P : Kami bersyukur kepada-Mu,  karena kemuliaan-Mu yang besar.  
U : Ya Tuhan Allah, raja surgawi,  Allah Bapa yang Mahakuasa.  
P : Ya Tuhan Yesus Kristus, Putera yang tunggal.  
U : Ya Tuhan Allah, Anak Domba Allah, Putera Bapa.  
P : Engkau yang menghapus dosa dunia,  kasihanilah kami.  
U : Engkau yang menghapus dosa dunia,  kabulkanlah doa kami.  
P : Engkau yang duduk di sisi Bapa,  kasihanilah kami.  
U : Karena hanya Engkaulah kudus.  
P : Hanya Engkaulah Tuhan.  
U : Hanya Engkaulah Mahatinggi, ya Yesus Kristus.  
P : bersama dengan Roh Kudus,  
U : dalam kemuliaan Allah Bapa. Amin. 

05. DOA PEMBUKA  

P : Marilah kita berdoa,   [hening sejenak]  

Ya Tuhan, kami bersyukur karena Engkau selalu memanggil kami agar kami senantiasa dekat dengan-Mu. Kami berterima kasih secara khusus atas penjelmaan Yesus menjadi manusia. Semoga hati kami selalu terbuka untuk mendengarkan suara-Mu yang mengetuk dan memanggil kami agar selalu dekat kepada-Mu. Semoga kami pun saling menolong satu sama lain untuk menjadi murid-Mu yang setia. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. 
U  : Amin.  

06. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN 

P :  Marilah kita membuka hati kita untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita.  
[Bacaan dibacakan dari Alkitab] 

07. BACAAN PERTAMA (Yes. 49:3,5-6)  

L : Bacaan dari Kitab Yesaya 

Ia berfirman kepadaku: “Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku.” Maka sekarang firman TUHAN,   yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya,   untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya, dan supaya Israel dikumpulkan kepadaNya – maka aku dipermuliakan di mata TUHAN,   dan Allahku menjadi kekuatanku –, firman-Nya:   “Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hambaKu, untuk menegakkan suku-suku Yakub   dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau   menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku   sampai ke ujung bumi.”   
Demikianlah Sabda Tuhan. 
U  : Syukur kepada Allah.  

08. MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN   

Refren (Mzm. 40:8a.9a) 

Ya Tuhan aku datang melakukan kehendak-Mu. Mzm. 40:2,4ab,7-8a,8b-9,10 

Aku sangat menanti-nantikan Tuhan;  lalu Ia menjengukku  dan mendengar teriakku minta tolong.  
Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku  untuk memuji Allah kita. (Refren) 

Kurban dan persembahan tidak Kauinginkan,  tetapi Engkau telah membuka telingaku;  kurban bakar dan kurban silih tidak Engkau tuntut. Lalu aku berkata, “Lihatlah Tuhan, aku datang!  (Refren) 

Dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku:  Aku senang melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada di dalam dadaku.” (Refren) 

Aku mengabarkan keadilan,  di tengah jemaat yang besar,  bibirku tidak kutahan terkatup;  
Engkau tahu itu, ya Tuhan.  (Refren) 

09. BACAAN KEDUA (1Kor. 1:1-3) 

L : Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus  

Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Sostenes, saudara kita,   kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus, dengan semua orang di segala tempat, yang berseru kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita.  Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.   
U  : Syukur kepada Allah.  

10. ALLELUIA (Yoh 1:14,12b) 

P : Alleluia 
U : Alleluia 
P : Firman telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, * semua orang yang menerima-Nya diberi kuasa menjadi anak-anak Allah. 
U : Alleluia 

11. INJIL (Yoh. 1:29-34) 

P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Yohanes.  Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.  Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.  Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.  Dan aku sendiri pun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel.”   Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: “Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya.  Dan aku pun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus.  Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah.”  
P : Demikianlah Injil Tuhan.  
U  : Terpujilah Kristus.  

12. RENUNGAN HARIAN KATOLIK 

13. HENING SEJENAK 
14. SYAHADAT  

P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada 
Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa….. 

15. DOA UMAT  

P :  Yesus adalah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Ia datang ke dunia hendap membaptis kita dengan Roh Kudus dan mengangkat kita menjadi putra-putri Allah Bapa yang terkasih. Marilah kita berdoa kepada Allah Bapa yang amat mencintai kita. 
P :  Bagi Gereja, Umat Allah. Semoga Gereja, Umat Allah tidak terkurung dalam kepentingan diri sendiri, namun dapat melayani sesama dengan penuh kasih seperti Kristus telah memberikan diri demi keselamatan manusia. Marilah kita mohon… 
P : Bagi semua orang yang memegang jabatan di pemerintahan. Semoga para pejabat pemerintahan tidak bekerja demi keuntungan diri sendiri, melainkan mengabdikan diri dengan sepenuh hati demi kepentingan nusa dan bangsa. Marilah kita mohon… 
P :  Bagi para miskin di tengah-tengah kita. Semoga kami sungguh-sungguh berusaha membebaskan para miskin dari sikap menyerah saja kepada nasib sehingga merea mau berjuang dan bertanggung 
jawab terhadap hidup dengan penuh pengharapan. Marilah kita mohon… 
P  :  Bagi kita semua yang hadir di sini. Semoga kita semua turut berlibat aktif dalam memberikan diri bagi kesejahteraan sesama, khususnya bagi mereka yang lemah, miskin, tersingkir, dan 
menderita. Marilah kita mohon… 
P : Kita hening sejenak untuk menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing.  [hening sejenak lalu lanjut]. 
P : Tuhan, Allah kami, ajarilah kami untuk mampu memberikan diri bagi keselamtan sesama secara 
tulus dan rendah hati seperti Kristus, Sang Anak Domba Allah, Putra-Mu, Tuhan dan Pengantara kami.  
U : Amin. 

16. KOLEKTE  

[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu dihantar dan diletakkan di depan mimbar] diiringi lagu persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atauAjakan Berbagi.  

17.  DOA PUJIAN  

[Sesudah Kolekte, Pemimpin membawakan Doa Pujian sambil berdiri di depan umat, menghadap ke altar dan umat berdiri dan setiap kali mendaraskan aklamasi bersama.] 

P : Saudara-saudari yang terkasih, setelah menyadari karya keselamatan Allah bagi hidup kita, marilah kita memuji Dia: Terpujilah Engkau di Surga. 
U  : Terpujilah Engkau di Surga.  
P : Allah Bapa yang maharahim, kami memuji namaMu, karena Engkau telah mengangkat kami menjadi putra-putri-Mu. Maka kami memuji Engkau: 
U  : Terpujilah Engkau di Surga.  
P : Ya Bapa, terdorong oleh cinta kasih, Engkau memelihara kami dengan menyediakan segala yang 
kami perlukan untuk hidup. Maka kami memuji Engkau: 
U  : Terpujilah Engkau di Surga.  
P : Ketika kami berdosa dan karenanya menjauhkan diri dari-Mu, Engkau tidak membiarkan kami binasa. Sebaliknya, Engkau mendekati kami dalam diri Yesus, Putra-Mu. Melalui sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya, Engkau membebaskan kami dari kuasa dosa dan maut. Maka kami memuji Engkau: 
U  : Terpujilah Engkau di Surga.  
P : Engkau telah mengutus Roh Kudus untuk membimbing dan mendampingi hidup kami, dan 
menjadikan kami anak-anak terang. Maka kami memuji Engkau: 
U  : Terpujilah Engkau di Surga.  
P : Maka, ya Bapa, dengan gembira hati, bersama seluruh umat beriman, dalam kesatuan dengan 

Bapa Suci Paus Leo XIV, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru: 

[menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur] 

Menyusul RITUS KOMUNI. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati 
komuni batin/rindu (lihat cara B).  

18A. Cara A: DENGAN KOMUNI 

Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri. 
P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari separoki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan. [Hening sejenak] 

19A. BAPA KAMI      

Berdiri 

P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa. 
U  : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah 
kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah 
kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.  
Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai. 

20A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI 

Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut: 

P : Marilah kita saling memberikan salam damai.  Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata: 

P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.  Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat: Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya. 
Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama. 
U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan 
sembuh.  Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata: 
P : Tubuh Kristus. 
U : Amin. 

Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni. ---------------------------------------------------------------------------------------------- 
18B. Cara B. TANPA KOMUNI 

P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing. 

19B. BAPA KAMI      

Berdiri 

P : Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri. 
U  : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah 
masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.  
Dapat dilaksanakan Salam Damai.  
P : Marilah kita saling memberikan salam damai. Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat saja. 

20B. DOA KOMUNI BATIN    

Berlutut/berdiri 

Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut:  
P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita. 
P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. 
Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari 
dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4).  [hening sejenak] 
P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mulebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurangkurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak] 
P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita.  Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:  
P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku.  Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.  
U  : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku.  Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.  
▪ Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.  
▪ Lalu diberi saat hening secukupnya.  
▪ Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu Syukur atau Pujian. 

21.  MENDOAKAN MAZMUr 111 

Haleluya!  
Aku mau bersyukur kepada TUHAN  dengan segenap hati,  dalam lingkungan orang-orang benar dan dalam jemaah. Besar perbuatan-perbuatan TUHAN,  layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya. Agung dan bersemarak pekerjaan-Nya,  dan keadilan-Nya tetap untuk selamanya. Perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib  dijadikan-Nya peringatan; 

22. AMANAT PENGUTUSAN  

P : Saudara-saudari terkasih, Yohanes Pembaptis mengenal Yesus dan memperkenalkan-Nya kepada sesama. Mari kita juga memperkenalkan Tuhan Yesus kepada sesama kita, baik dengan kata-kata kita maupun dengan tingkah laku kita. Kita diutus untuk menghadirkan Tuhan itu dengan mulai berdoa bersama dalam keluarga kita, agar keluarga kita juga menjadi keluarga Kerajaan Allah.  
23. DOA PENUTUP  

P : Marilah kita berdoa,  Ya Tuhan, terima kasih untuk hadir bersama kami dalam perayaan ini. Semoga hati kami semakin terbuka untuk menerima Sabda-Mu agar kami dapat mengarahkan hidup kami sesuai kehendak Mu. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.  
U : Amin 

24. MOHON BERKAT TUHAN  

P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan.  
[hening sejenak] 

P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.  [sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]  

DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.  

U : Amin.  

P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai.  

U  : Syukur kepada Allah.  

25. PENGUTUSAN  

P : Marilah pergi, kita diutus.  
U  : Amin.  

26. LAGU PENUTUP.

(Sumber P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD/kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.