TRIBUNFLORES.COM,MAUMERE - Mari simak renungan harian katolik Minggu 18 Januari 2026.
Tema renungan harian Katolik "lihatlah Anak Domba Allah".
Renungan harian Katolik untuk hari Minggu biasa II, Pembukaan Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristen, Santa Priska, Perawan Dan Martir, Santa Margaretha dari Hunggaria, pengaku Iman, dengan warna liturgi hijau.
Adapun bacaan liturgi Katolik hari Minggu 18 Januari 2026 adalah sebagai berikut:
Baca juga: Panduan Tata Perayaan Ekaristi Minggu 18 Januari 2026, Pekan II Tahun A
"Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa, supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi."
Tuhan berfirman kepadaku, “Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku.” Demikianlah firman Tuhan, yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya,
yaitu untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya, dan supaya Israel dikumpulkan kepada-Nya, yang karenanya aku dipermuliakan di mata Tuhan, dan Allahku menjadi kekuatanku.
Beginilah firman-Nya, “Terlalu sedikit bagimu untuk hanya menjadi hamba-Ku, hanya menegakkan suku-suku Yakub dan mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Maka Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa, supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan Mzm. 40:2,4ab,7-8a,8b-9,10
Ref. Ya Tuhan aku datang melakukan kehendak-Mu.
Aku sangat menanti-nantikan Tuhan; lalu Ia menjengukku dan mendengar teriakku minta tolong. Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita.
Kurban dan persembahan tidak Kauinginkan, tetapi Engkau telah membuka telingaku; kurban bakar dan kurban silih tidak Engkau tuntut. Lalu aku berkata, "Lihatlah Tuhan, aku datang!
Dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku: Aku senang melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada di dalam dadaku."
Aku mengabarkan keadilan, di tengah jemaat yang besar, bibirku tidak kutahan terkatup; Engkau tahu itu, ya Tuhan.
Bacaan Kedua 1 Korintus 1:1-3
"Kasih karunia dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus."
Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Sostenes, saudara kita, kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus,
serta kepada sekalian saudara di mana pun yang berseru kepada nama Yesus Kristus, Tuhan mereka dan Tuhan kita. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus, menyertai kamu.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Bait Pengantar Injil Yohanes 1:14:12b
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.Kekristenan
Firman telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, semua orang yang menerima-Nya diberi kuasa menjadi anak-anak Allah.
Bacaan Injil Yohanes 1:29-34
"Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia."
Ketika Yohanes membaptis di Sungai Yordan, ia melihat Yesus datang kepadanya. Maka katanya, “Lihatlah Anak domba Allah yang menghapus dosa dunia. Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Sesudah aku akan datang seorang yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.
Aku sendiri pun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, yaitu supaya Ia dinyatakan kepada Israel.” Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya, “Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Roh itu tinggal di atas-Nya.
Aku pun sebenarnya tidak mengenal Dia, tetapi Yang mengutus aku membaptis dengan air telah berfirman: Jikalau engkau melihat Roh turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dia itulah yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Dan aku telah melihat-Nya! Maka aku memberi kesaksian: Dia inilah Anak Allah.”
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
“Lihatlah Anak Domba Allah” Injil: Yohanes 1:29–34
Injil Hari Ini
Dalam Injil Yohanes 1:29–34, Yohanes Pembaptis menunjuk Yesus dan berseru:
“Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.” (Yoh 1:29)
Ini bukan sekadar pernyataan biasa. Inilah kesaksian iman. Inilah pengenalan rohani. Inilah momen ketika Yesus diperkenalkan kepada dunia bukan sebagai guru, bukan hanya sebagai nabi, tetapi sebagai Anak Domba Allah—Dia yang datang untuk menyelamatkan.
Dalam renungan Katolik hari ini, Gereja mengajak kita merenungkan siapa Yesus sungguh bagi kita. Bukan hanya dalam doa, bukan hanya di gereja, tetapi dalam kehidupan sehari-hari.
Yohanes: Pribadi yang Menunjuk, Bukan Menarik Perhatian
Yohanes Pembaptis adalah figur yang unik. Ia memiliki banyak pengikut. Ia dikenal luas. Ia dihormati sebagai nabi. Namun ketika Yesus datang, Yohanes tidak mempertahankan popularitasnya. Ia tidak bersaing. Ia tidak menempatkan diri di pusat.
Ia berkata dengan jelas:
“Dia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.” (bdk. Yoh 3:30)
Dalam Injil hari ini, Yohanes melakukan hal yang sangat indah: ia menunjuk Yesus.
Inilah inti panggilan setiap orang beriman:
bukan membuat orang melihat diri kita, tetapi membantu mereka melihat Kristus.
Dalam renungan Injil Yohanes 1:29–34, kita belajar bahwa iman sejati selalu bersifat menunjuk: menunjuk kepada Tuhan, bukan kepada ego.
Makna “Anak Domba Allah”
Mengapa Yohanes menyebut Yesus sebagai Anak Domba Allah?
Dalam tradisi Yahudi, anak domba adalah simbol korban:
Anak domba Paskah → tanda pembebasan dari Mesir
Anak domba korban → lambang penebusan dosa
Anak domba tak bercela → simbol kemurnian
Dengan menyebut Yesus “Anak Domba Allah”, Yohanes sedang berkata:
Yesus adalah kurban sejati.
Yesus adalah pembebasan baru.
Yesus adalah yang datang untuk menghapus dosa dunia.
Dalam renungan Katolik Minggu 18 Januari 2026, kita diingatkan bahwa Yesus tidak datang pertama-tama untuk menghakimi, tetapi untuk menyelamatkan.
Bukan untuk mempermalukan manusia, tetapi untuk memulihkan manusia.
Roh Kudus yang Tinggal di Atas-Nya
Yohanes memberi kesaksian:
“Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati dan tinggal di atas-Nya.” (Yoh 1:32)
Tanda inilah yang menegaskan bahwa Yesus adalah Dia yang dijanjikan Allah.
Roh Kudus tidak hanya turun sebentar. Ia tinggal.
Artinya, seluruh hidup Yesus dipenuhi Roh Allah.
Ini penting dalam kehidupan iman kita.
Dalam renungan harian Katolik, kita diingatkan bahwa hidup Kristen bukan hanya soal tahu ajaran, tetapi soal membiarkan Roh Kudus tinggal dalam diri kita: dalam pikiran, keputusan, relasi, dan cara hidup.
Dari Kesaksian Menuju Iman
Yohanes tidak memaksa orang untuk percaya. Ia bersaksi. Ia berbicara dari pengalaman:
“Aku telah melihat dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah.” (Yoh 1:34)
Iman tumbuh bukan hanya dari teori, tetapi dari perjumpaan.
Banyak orang mengenal Yesus sebagai tokoh sejarah.
Namun iman lahir ketika seseorang dapat berkata:
“Aku telah melihat.”
“Aku telah mengalami.”
Dalam konteks renungan Katolik hari ini, kita diajak bertanya:
Apakah Yesus bagiku hanya nama?
Ataukah Dia sungguh Pribadi yang pernah menyentuh hidupku?
Relevansi bagi Hidup Kita Sekarang
Di tengah dunia digital, banjir opini, dan kebisingan konten, manusia mudah kehilangan arah. Banyak “suara” ingin kita ikuti.
Namun Yohanes mengajarkan sikap rohani yang penting:
menunjuk kepada Kristus di tengah keramaian.
Sebagai remaja, Gen Z, orang tua, pekerja, pelayan Gereja, kita dipanggil untuk:
Menjadi pribadi yang membawa orang lebih dekat kepada Tuhan
Menjadi saksi lewat sikap, bukan hanya kata
Menjadi murid yang berani berkata: “Lihatlah Anak Domba Allah.”
Dalam renungan Katolik tentang Yesus Anak Domba Allah, kita belajar bahwa dunia tidak terutama membutuhkan orang pintar, tetapi saksi iman.
Melihat Yesus dalam Ekaristi
Setiap kali Misa, imam mengangkat Hosti dan berkata:
“Lihatlah Anak Domba Allah…”
Ini bukan kebetulan. Gereja sengaja menggemakan kembali seruan Yohanes.
Artinya, Injil hari ini tidak berhenti di Kitab Suci.
Ia berlanjut di altar.
Dalam Ekaristi, kita tidak hanya mengenang Yesus, tetapi sungguh berjumpa dengan Dia yang menghapus dosa dunia.
Maka renungan Injil Minggu ini juga mengajak kita memperbarui sikap hati saat Misa:
bukan rutinitas, tetapi perjumpaan.
Refleksi Pribadi
Luangkan sejenak dan tanyakan pada dirimu:
Siapakah Yesus bagiku hari ini?
Apakah aku masih mampu “melihat” Dia dalam doaku, dalam sabda, dalam Ekaristi, dalam sesama?
Dalam hidupku, apakah aku lebih sering menunjuk diriku, atau menunjuk Kristus?
Doa Penutup
Tuhan Yesus, Anak Domba Allah,
Engkau datang bukan dengan kekerasan, melainkan dengan kelembutan.
Engkau datang bukan untuk menghukum, melainkan untuk menyelamatkan.
Bukalah mataku agar aku sungguh melihat Engkau.
Bukalah hatiku agar aku berani bersaksi tentang Engkau.
Dan jadikanlah hidupku tanda yang menunjuk kepada-Mu.
Amin. (Sumber the katolik.com/kgg).