Daftar Nama Penumpang dan Kru Pesawat Hilang Kontak di Leang-leang Maros
January 17, 2026 06:19 PM

 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS – Data manifest penerbangan pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport (IAT) rute Yogyakarta–Makassar yang hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, akhirnya dirilis, Sabtu (17/1/2026).

Total penumpang tercatat mencapai 11 orang di dalam pesawat ini.

Berdasarkan manifest yang beredar, pesawat tersebut membawa delapan kru penerbangan dan tiga penumpang.

Delapan kru penerbangan terdiri atas Kapten Andy Dahananto selaku pilot, First Officer Yudha Mahardika, serta enam awak lainnya, yakni Sukardi, Hariadi, Franky D. Tanamal, Junaidi, Florencia Lolita sebagai awak kabin, dan Esther Aprilita S. yang juga bertugas sebagai awak kabin.

Sementara itu, tiga penumpang yang tercatat dalam manifest masing-masing bernama Deden, Ferry, dan Yoga.

Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih terus melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi last contact pesawat yang berada di kawasan perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep. 

Sebelumnya, sedikitnya 50 personel tim SAR gabungan dikerahkan untuk melakukan pencarian pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport (IAT)  yang dilaporkan hilang kontak di Lingkungan Panaikang, Keluran Leang-leang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sabtu (17/1/2026).

Pesawat dengan rute Yogyakarta–Makassar tersebut dilaporkan kehilangan kontak sekitar pukul 13.00 Wita.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan informasi awal diterima dari AirNav Indonesia terkait hilangnya kontak pesawat tersebut.

“Kami menerima informasi dari AirNav bahwa telah terjadi lost contact pesawat ATR 400 milik Indonesia Air. Perkiraannya berada di wilayah Maros hingga Pangkep, tepatnya di kawasan Leang-leang,” ujar Andi Sultan di lokasi posko pencarian.

Basarnas Makassar kemudian mendirikan posko SAR di sekitar titik koordinat terakhir yang diberikan AirNav.

Dalam operasi pencarian ini, tim SAR gabungan dibantu oleh unsur TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya.

“Kami membagi tim menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk menuju beberapa titik yang kami curigai,” jelasnya.

Selain penyisiran darat, pencarian juga dilakukan menggunakan drone.

“Kami sudah melakukan pencarian menggunakan drone. Selain itu, ada keterangan dari warga yang mengaku mendengar suara dengungan di sekitar lokasi,” ungkap Andi Sultan.

Namun, kondisi cuaca menjadi kendala dalam proses pencarian.

“Saat drone diterbangkan, kabut cukup tebal dan disertai hujan sehingga menghalangi jarak pandang. Kami menunggu cuaca membaik untuk kembali mendekat ke titik koordinat terakhir,” katanya.

Ia mengatakan, jarak dari posko menuju titik terakhir lost contact diperkirakan sekitar 16 kilometer dengan medan pegunungan.

“Medannya cukup berat, kawasan pegunungan, estimasi waktu tempuh sekitar dua hingga tiga jam dari posko,” ujarnya.

Selain tim darat dan drone, TNI Angkatan Udara juga ikut membantu pencarian dengan mengerahkan helikopter.

“Dari TNI AU melakukan pencarian udara menggunakan helikopter,” tambahnya.

Diketahui, pesawat ATR 400 tersebut membawa total 11 orang, terdiri dari 8 kru dan 3 penumpang.

Basarnas menurunkan 36 personel, sementara unsur TNI dan Polri turut memperkuat pencarian, termasuk bantuan dari batalyon yang dikerahkan oleh Dandim Maros.

“Fokus kami saat ini adalah pencarian di sekitar titik-titik informasi dari masyarakat, meskipun masih perlu dipastikan karena bisa saja itu hanya kabut atau faktor alam lainnya,” jelasnya

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.