- Seorang Personel Brimob Polda Aceh, Bripda Muhammad Rio diduga menjadi tentara bayaran Rusia.
Setelah kabar ini mencuat, Bripda Rio diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH).
Keputusan ini diambil lantaran yang bersangkutan tidak hanya diduga menjadi tentara bayaran Rusia melainkan juga terbukti melakukan desersi.
Rio dilaporkan meninggalkan tugas tanpa izin pimpinan sejak Kamis (8/12/2025) dan diketahui telah berada di luar negeri.
Kabar ini diungkapkan oleh Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Joko Krisdiyanto.
Menurut laporan yang diterima Joko, Rio saat ini berada di wilayah Donbass, yakni kawasan konflik Rusia–Ukraina.
Dugaan keterlibatan Bripda Rio dengan tentara bayaran Rusia mencuat setelah yang bersangkutan mengirimkan pesan WhatsApp kepada sejumlah orang.
Mulai dari anggota Provos Satbrimob Polda Aceh, Kasi Yanma, serta PS Kasubbagrenmin, pada Rabu (7/1/2026).
Pesan tersebut berisi foto dan video yang memperlihatkan proses pendaftaran sebagai tentara bayaran.
Termasuk informasi gaji dalam mata uang Rubel yang dikonversi ke rupiah.
Namun, sebelum kabar ini mencuat, pihak Polda Aceh telah mencari keberadaan Rio ke rumah yang bersangkutan.
Selain itu, kepolisian juga melayangkan surat panggilan masing-masing pada (24/12/2025) dan (6/1) namun tak ada kabar.