Karyawan Stasiun TV di Ambon Diserang Brutal Usai Pulang Kerja
January 17, 2026 06:52 PM

 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Nasib nahas menimpa seorang karyawan stasiun televisi swasta di Ambon. 

Abd Aziz (39) menjadi korban pengeroyokan brutal oleh sekelompok pemuda saat dalam perjalanan pulang kerja, Jumat (9/1/2026) malam.

Peristiwa itu terjadi di perempatan Gereja Fajar Hidup, Negeri Rumahtiga, Kecamatan Teluk Ambon.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka robek di bagian kepala dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Insiden bermula sekitar pukul 23.32 WIT. Saat itu, Abd Aziz baru pulang dari tempat kerjanya di kawasan Wayame menuju rumahnya di Dusun Taeno Atas. 

Ia berkendara menggunakan sepeda motor, beriringan dengan adiknya yang juga mengendarai motor sendiri.

Saat melintas di lorong BPJS Kesehatan dan hampir tiba di perempatan Gereja Fajar Hidup, laju motor Abd Aziz tiba-tiba terhenti. 

Jalanan di depannya dipenuhi sekelompok pemuda yang sedang terlibat cekcok.

“Tiba-tiba motor beta ditendang dan beta langsung jatuh. Kondisi di situ gelap, beta masih bingung,” ungkap Abd Aziz kepada TribunAmbon.com, Sabtu (17/1/2026).

Baca juga: Gubernur Maluku dan Menteri Agama Serukan Perdamaian Saat Temu Tokoh Lintas Agama

Baca juga: Sampah Plastik Kepung Pantai Tikus Bula, Warga Khawatir Dampak Lingkungan

Dalam kondisi panik, Aziz melihat adiknya berlari ke arah perempatan gereja. 

Namun nahas, sang adik terjatuh di lorong samping gereja dan tak berdaya.

“Saat beta datang, ada salah satu pria mau pukul adik beta. Beta bilang, katong cuma lewat pulang, seng tahu apa-apa,” tuturnya.

Bukannya berhenti, pria tersebut justru pergi dan kembali bersama sekitar enam orang rekannya. 

Mereka datang sambil membawa batu dan langsung menyerang Aziz serta adiknya tanpa ampun.

“Mereka pukul katong berulang kali dan lempar batu. Beta sampai jatuh ke dalam got di samping gereja. Waktu beta naik, beta masih dipukul lagi,” katanya.

Situasi mencekam itu baru berakhir setelah anggota kepolisian tiba di lokasi dan membubarkan massa.

Korban kemudian dievakuasi ke RSUP Dr. J. Leimena Ambon untuk mendapatkan perawatan medis. 

Abd Aziz mengaku telah melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Teluk Ambon sejak Sabtu (10/1/2026).

“Visum sudah dilakukan hari Minggu. Luka sudah lumayan membaik, tapi sampai sekarang belum ada pelaku yang ditangkap,” ujarnya.

Ia berharap aparat penegak hukum dapat bertindak cepat dan adil.

“Saya minta keadilan,” tegasnya.

Polisi Pastikan Korban Bukan Pihak Bertikai

Kapolsek Teluk Ambon, Iptu M. Maulana Dicky, membenarkan bahwa Abd Aziz merupakan korban salah sasaran dalam insiden bentrokan antar pemuda tersebut.

“Korban Abd Aziz bukan bagian dari kelompok yang terlibat cekcok awal. Ia menjadi korban saat melintas di lokasi kejadian,” ujar Iptu Dicky kepada TribunAmbon.com, Sabtu (17/1/2026).

Menurut Kapolsek, bentrokan melibatkan dua kelompok pemuda dan berlangsung secara spontan. 

Akibat kejadian tersebut, sejumlah orang mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis.

Abd Aziz sendiri diketahui menjadi korban pengeroyokan saat sedang dalam perjalanan pulang kerja. 

Ia diserang ketika melintas di lokasi bentrokan dan mengalami luka, sehingga harus mendapatkan penanganan medis.

Iptu Dicky menambahkan, pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi para pelaku yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.

“Untuk para pelaku masih kami selidiki. Siapa pun yang terbukti terlibat akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolsek Teluk Ambon juga mengimbau masyarakat agar tidak mengonsumsi minuman keras di ruang publik serta menghindari tindakan anarkis yang dapat membahayakan orang lain, khususnya warga yang sedang beraktivitas maupun pulang kerja.

“Kami minta masyarakat tetap menjaga keamanan dan ketertiban bersama. Jangan sampai tindakan tidak bertanggung jawab merugikan orang lain yang tidak tahu apa-apa,” imbaunya.

Polisi berharap kerja sama masyarakat dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, agar kejadian serupa tidak kembali terulang di wilayah hukum Teluk Ambon.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.