Pemkot Bekasi Alokasikan Rp20 Miliar Cegah Banjir Jatiwaringin
January 17, 2026 07:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengalokasikan anggaran Rp20 miliar pada tahun ini untuk upaya pencegahan banjir, khususnya untuk wilayah rawan genangan, seperti Jatiwaringin, Kecamatan Pondok Gede.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan anggaran tersebut akan digunakan untuk proyek sodetan saluran air di Jalan Raya Jatiwaringin yang nantinya dialirkan ke Kali Cakung dan Kali Sunter.

“Untuk Jatiwaringin, kami akan mengalokasikan anggaran hampir Rp20 miliar tahun ini. Itu untuk menyodet saluran di Jalan Raya Jatiwaringin agar air bisa dibuang ke Kali Cakung dan Kali Sunter,” kata Tri, dikutip Sabtu (17/1/2026).

Tri menjelaskan, langkah tersebut menjadi bagian dari kesiapsiagaan Pemkot Bekasi menghadapi musim hujan yang diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berlangsung pada Januari 2026.

Baca juga: Tewaskan 3 Orang,  Penanganan Hukum Tragedi Pesta Rakyat Garut Dianggap Lambat

Menurutnya, Pemkot Bekasi terus menggerakkan seluruh sumber daya yang dimiliki hampir setiap hari.

Termasuk pada akhir pekan juga digerakan untuk meminimalisasir potensi banjir.

“Kalau persiapan, hampir setiap hari ya, termasuk Jumat, Sabtu, Minggu. Kami menggerakkan seluruh organik yang kita miliki,” jelasnya.

Tri menuturkan, Pemkot Bekasi saat ini memiliki sejumlah tim khusus seperti pasukan katak dan pasukan pematusan. 

Pasukan katak bertugas membersihkan sungai, sementara pasukan pematusan mengangkat sampah di selokan-selokan.

Selain itu, orang nomor satu di Kota Bekasi itu juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat melalui kerja bakti di lingkungan masing-masing.

“RT dan RW terus kami motivasi. Saya monitor Sabtu dan Minggu mereka harus melakukan kerja bakti. Yang paling utama juga masyarakat tetap memilah sampah agar tidak dibuang ke saluran,” tuturnya.

Tri menyampaikan, kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga terus dioptimalkan.

Sebab persoalan sampah masih menjadi tantangan besar, terutama di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang rawan longsor saat hujan.

“Tadi pagi saya dapat laporan, karena semalam sampah di Pasar Pondok Gede belum terangkut. Tapi pagi ini sudah bersih,” ucapnya.

Tri mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan persoalan lingkungan yang terjadi di wilayahnya melalui kanal informasi yang tersedia, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga organisasi perangkat daerah (OPD).

“Kalau tidak, bisa langsung ke Pak Wali Kota. Supaya ada treatment dan percepatan penanganan,” imbaunya.

Pria yang kerap disapa Mas Tri itu memaparkan, selain proyek sodetan, Pemkot Bekasi juga berupaya memperbanyak pembangunan polder dan sumur resapan.

Terkhusus di wilayah yang sudah tidak memungkinkan aliran air digerakkan.

Lalu, jumlah tim pembangunan sumur resapan juga ditambah dari dua menjadi tiga tim pada tahun ini karena dinilai cukup efektif mengurangi genangan.

“Kami bikin sumur resapan, satu meter ke samping, ke bawahnya 40 meter. Ini sudah kami petakan,” pungkasnya. (M37)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.