Detik-detik Pesawat ATR Hilang Kontak di Maros, Sempat Tak di Jalurnya Sebelum Komunikasi Putus
January 17, 2026 09:32 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT milik maskapai Indonesia Air Transport sempat terbang di luar jalur yang ditentukan sebelum dinyatakan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2025) siang.

Pesawat diketahui lepas landas dari Bandara Adisutjipto Sabtu pagi pukul 08.08 WIB menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

Pesawat saat itu membawa tiga penumpang dan 7 kru dengan Pilot in Command Captain Andy Dahananto.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman Laisa mengatakan pada pukul 04.23 UTC, sekitar 11.23 WIB atau 12.23 Wita pesawat diarahkan Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar.

Dalam proses pendekatan, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya.

Baca juga: Sosok Kapten Andy Dahananto, Pilot Pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Hilang Kontak di Maros

Selanjutnya, Air Traffic Control (ATC) memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi.

"ATC selanjutnya menyampaikan beberapa instruksi lanjutan guna membawa pesawat kembali ke jalur pendaratan yang sesuai dengan prosedur," kata Lukman Laisa dalam keterangan, Sabtu (17/1/2025).

Setelah penyampaian arahan terakhir oleh ATC, komunikasi dengan pesawat terputus alias loss contact.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, ATC mendeklarasikan fase darurat DETRESFA (Distress Phase) sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku.

Baca juga: Pesawat ATR Hilang Kontak di Maros, Basarnas Kirim Tim, Bandara Sultan Hasanuddin Buka Crisis Center

"AirNav Indonesia Cabang MATSC segera melakukan koordinasi dengan Rescue Coordination Center (RCC) Basarnas Pusat serta Kepolisian Resor Maros melalui Kapolsek Bandara guna mendukung langkah pencarian dan pertolongan," katanya.

Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar saat ini telah melakukan persiapan pembukaan Crisis Center di Terminal Keberangkatan sebagai pusat koordinasi informasi.

Warga Sempat Mendengar Ada Ledakan

Nur Aulia, seorang warga Lingkungan Panaikang, Kelurahan Leang-leang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, mengaku sempat mendengar ledakan pada Sabtu (17/1/2026) siang.

Warga pun sempat mengira, ramainya situasi di Leang-leang karena ada orang meninggal.

Namun, ternyata ramainya kondisi di wilayah tersebut berhubungan dengan suara ledakan yang didengar warga sebelumnya.

"Awalnya saya kira ada orang meninggal, ternyata ada pesawat jatuh," kata Nur dilansir dari Tribuntimur.com.

Nur Aulia mengatakan, warga mulai ramai sekitar pukul 14.00 Wita. Bahkan, saking ramainya mobil pun sulit menembusnya akibat macet.

Ia menyebut, pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan hilang kontak diduga jatuh di Gunung Bulusaraung.

"Ada bilang di Bulusaraung. Masih jauh dari sini," ujarnya.

Saat ini area pencarian pencarian pesawat yang hilang diperluas setelah menerima laporan masyarakat terkait penemuan serpihan di Puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.

"Namun kami belum bisa memastikan apakah serpihan tersebut adalah ATR yang hilang kontak ini," kata Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan.

Sekitar 400 personel gabungan telah diturunkan ke lokasi untuk melakukan pencarian di Bulusaraung maupun di Leang-leang.

"Posko tetap di sini, karena titik merah yang kami cek pertama, kalau kita lihat memang tersambung jalurnya dengan Bulusaraung," ujarnya.

Pesawat Angkut 3 Pegawai KKP

Pesawat ATR-400 milik Indonesia Air Transport (IAT) rute Yogyakarta - Makassar yang hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada Sabtu (17/1/2026) siang.

Pesawat ATR 42-500 tersebut hilang kontak setelah melakukan penerbangan dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta, menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

Di dalam pesawat ada tiga penumpang dan delapan orang kru.

Belakangan diketahui bila tiga penumpang merupakan pegawai Kementerian Kelautan Perikanan (KKP).

Berikut daftar penumpang dan kru pesawat ATR 42-500 Rute Yogyakarta-Makassar:

Penumpang

  • Deden
  • Feri
  • Yoga

Kru Pesawat:

  • Kapten Andy Dahananto selaku pilot
  • First Officer Yudha Mahardika
  • Sukardi (Awak Kabin)
  • Hariadi (Awak Kabin)
  • Franky D. Tanamal (Awak Kabin)
  • Junaidi (Awak Kabin)
  • Florencia Lolita (Awak Kabin)
  • Esther Aprilita S (Awak Kabin)

(Tribunnews.com/ tribuntimur.com/ tribunjogja.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.