Wisata Petik Buah Musang King Tulungagung, Bermula Panen Melimpah dan FYP di Media Sosial
January 17, 2026 09:50 PM

 

TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Bermula dari panen berbagai jenis buah yang melimpah, pasangan Humam Ismail (37) dan Wulan Andriani (35) membuka usaha wisata petik buah di Desa Pinggirsari, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Sejak awal 2025, wisata dengan nama Wisata Petik Buah Musing King ini mulai dikenal secara luas.

Buah yang menjadi andalan utamanya adalah melon premium, lalu durian, dan alpukat.

Humam mengatakan, pada tahun 2021 dirinya merintis penanaman 100 pohon durian, yaitu jenis bawor, duri hitam, musang king, super tembaga, dan montong.

Kemudian di tahun 2022 ditambah pohon alpukat jenis aligator, miki, red Vietnam dan hass.

“Di tahun 2023 kami mulai menanam melon jenis premium, Honey globe, king so, sweet net, honey globe, dan king show,” jelas Humam.

Puncaknya, pada awal 2025 seluruh buah yang ditanam panen secara bersamaan.

Humam dan istrinya iseng mengambil video dan mengunggahnya di media sosial, termasuk TikTok.

Tanpa diduga, unggahan itu viral, menjadi FYP hingga banyak yang ingin berkunjung.

“Saat itu tercetus ide untuk membuat wisata petik buah. Masuknya free (gratis), buahnya petik sendiri, ditimbang baru dibayar,” sambungnya.

Baca juga: LINK TV Online Live Streaming Man United vs Man City di Liga Inggris Kick Off 19.30 WIB

Sejak saat itu kunjungan ke lokasi wisata petik buah ini pun membludak.

Humam juga membuka paket edukasi untuk anak sekolah TK-SD, pondok pesantren, juga untuk para pegawai yang akan pensiun.

Anak-anak diajarkan mengenal jenis buah yang ada dibudidayakan, mulai dari proses menanam, memanen hingga penjualan.

Sedangkan untuk para pegawai, lebih pada pelatihan penanaman dari sisi usaha pascapensiun.

Lokasi ini juga menjadi tempat Praktik Kerja Lapangan (PKL) pada siswa SMK Pertanian, dan juga dari kampus.

“Untuk paket edukasi, tarif yang dikenakan Rp 25.000 per anak, namun jika ditambah outbond menjadi Rp 45.000 per anak. Dalam satu bulan ada 6-7 paket edukasi,” ungkap anggota Polairud ini.

Wulan menimpali, wisata petik buah menawarkan sensasi memilih sendiri buah yang diinginkan, dan memetik langsung dari pohonnya.

Meski yang dijual buah premium dengan harga yang lebih mahal, namun pengunjung puas dengan rasanya.

Diakui Wulan, buah yang paling banyak diminati adalah durian premium seperti duri hitam, musang king dan super tembaga.

Namun karena durian buahnya musiman, Wulan juga menanam buah-buahan lain seperti alpukat, nangka, jeruk, dan belimbing sebagai pengisi saat buah utama ini tidak sedang musimnya. 

“Untuk jeruk dan belimbing, 2 tahun lagi sudah bisa dipanen. Untuk saat ini yang selalu tersedia adalah melon,” ujarnya.

Wulan dan suaminya memiliki 10 green house khusus untuk menanam melon  secara berkelanjutan.

Ada yang menggunakan sistem hidroponik, ada pula yang menggunakan polibag dengan sistem pengairan tetes.

Untuk sekali panen bisa menghasilkan 3-6 kuintal melon premium, dengan harga Rp 25.000 per kg.

“Semua melon habis dipetik oleh wisatawan. Meskipun harganya premium, tapi mereka puas dengan rasanya yang memang sangat manis,” sambungnya.

Selain untuk wisata petik buah, Wulan juga bekerja sama dengan sejumlah rekanan untuk memasok melon premium, mulai dari Blitar, Tulungagung dan Trenggalek.

Wulan punya hak untuk memilih melon yang benar-benar sesuai standar kualitas premium, untuk menjaga kepercayaan pelanggan.

Melon dari rekanan ini dipakai untuk memenuhi permintaan jika stok di wisata petik buah ini kurang, namun lebih banyak dikirim untuk pasar supermarket.

“Sebelumnya kami juga jual hasil panen kami ke pasaran. Tapi sejak 6 bulan terakhir kami sudah tidak bisa jualan lagi karena semua sudah terserap wisata,” tuturnya.

Puncak kunjungan wisata petik buah ini pada akhir pekan dan saat hari liburan, seperti tahun baru, lebaran, dan natal.

Wisatawan yang datang dari Tulungagung, Blitar, Trenggalek, Nganjuk, Kediri dan Surabaya.

Selain secara khusus mengagendakan datang ke wisata petik buah ini, banyak wisatawan sepulang dari pantai di pesisir selatan, mampir saat perjalanan pulang.

Untuk hari normal, penjualan buah saja tanpa paket edukasi bisa tembus Rp 15 juta per hari.

Sedangkan saat puncak musim buah seperti saat ini, penjualan buah bisa mencapai Rp 30 juta per hari.

Salah satunya karena durian premium, seperti musang king yang dijual Rp 250.000 per kg.

“Satu buah durian beratnya antara 1,5 kg sampai 2 kg, per kilonya Rp 250.000,” tandasnya.

(David Yohanes/TribunMataraman.com)

Editor : Sri Wahyunik

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.