Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Seminggu berlalu namun pelaku penganiayaan terhadap seorang karyawan stasiun TV swasta, Abd Aziz (39) belum ditangkap.
Aziz menjadi korban salah sasaran saat bentrok antar pemuda di perempatan jalan Gereja Fajar Hidup, Negeri Rumahtiga, Kecamatan Teluk Ambon pada Jumat (9/1/2026).
Kapolsek Teluk Ambon, Iptu M. Maulana Dicky, membenarkan bahwa Aziz merupakan korban yang tidak terlibat dalam konflik awal.
“Korban Abd Aziz bukan bagian dari kelompok yang terlibat cekcok awal. Ia menjadi korban saat melintas di lokasi kejadian,” kata Iptu Dicky kepada TribunAmbon.com, Sabtu (17/1/2026).
Baca juga: Deklarasi Damai: Sinergi Cegah Konflik Sosial Demi Bursel yang Harmonis
Baca juga: Diduga jadi Calo CPNS, Pegawai Jaksa di Maluku Dilaporkan ke Polda
Lima Orang Jadi Korban Luka
Kapolsek mengungkapkan, bentrokan tersebut menyebabkan lima orang mengalami luka-luka, di antaranya:
-La Hasan (25) mengalami luka robek di pelipis mata kanan dan lebam pada wajah
-Andika Suritno (23) mengalami luka robek di leher sebelah kiri
-Abd Aziz (39) mengalami luka robek di bagian atas kepala
-Dewangga Sando (20) mengalami bengkak pada wajah sebelah kiri
-Alung Syah Tadu (20) mengalami patah gigi depan serta memar pada bibir.
Seluruh korban sempat mendapatkan perawatan medis di RSUP Dr. J. Leimena Ambon.
Kapolsek Teluk Ambon menegaskan, meski satu minggu telah berlalu, proses penyelidikan masih terus berjalan untuk mengungkap para pelaku bentrokan.
“Para pelaku masih kami selidiki. Siapa pun yang terbukti terlibat akan diproses sesuai hukum,” tegas Iptu Dicky.
Ia juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mengonsumsi minuman keras di ruang publik.
Juga menghindari tindakan anarkis yang berpotensi membahayakan warga lain, khususnya mereka yang sedang beraktivitas atau pulang kerja.
“Kami minta masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban bersama. Jangan sampai warga yang tidak tahu-menahu justru menjadi korban,” pungkasnya.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena menimpa warga sipil yang tidak terlibat konflik, sekaligus menambah daftar panjang kekerasan yang dipicu konsumsi minuman keras di wilayah Kota Ambon.
Abd Aziz (39) menjadi korban pengeroyokan brutal oleh sekelompok pemuda saat dalam perjalanan pulang kerja, Jumat (9/1/2026) malam.
Peristiwa itu terjadi di perempatan Gereja Fajar Hidup, Negeri Rumahtiga, Kecamatan Teluk Ambon.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka robek di bagian kepala dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Insiden bermula sekitar pukul 23.32 WIT. Saat itu, Abd Aziz baru pulang dari tempat kerjanya di kawasan Wayame menuju rumahnya di Dusun Taeno Atas.
Ia berkendara menggunakan sepeda motor, beriringan dengan adiknya yang juga mengendarai motor sendiri.
Saat melintas di lorong BPJS Kesehatan dan hampir tiba di perempatan Gereja Fajar Hidup, laju motor Abd Aziz tiba-tiba terhenti.
Jalanan di depannya dipenuhi sekelompok pemuda yang sedang terlibat cekcok.
“Tiba-tiba motor beta ditendang dan beta langsung jatuh. Kondisi di situ gelap, beta masih bingung,” ungkap Abd Aziz kepada TribunAmbon.com, Sabtu (17/1/2026).
Dalam kondisi panik, Aziz melihat adiknya berlari ke arah perempatan gereja.
Namun nahas, sang adik terjatuh di lorong samping gereja dan tak berdaya.
“Saat beta datang, ada salah satu pria mau pukul adik beta. Beta bilang, katong cuma lewat pulang, seng tahu apa-apa,” tuturnya.
Bukannya berhenti, pria tersebut justru pergi dan kembali bersama sekitar enam orang rekannya.
Mereka datang sambil membawa batu dan langsung menyerang Aziz serta adiknya tanpa ampun.
“Mereka pukul katong berulang kali dan lempar batu. Beta sampai jatuh ke dalam got di samping gereja. Waktu beta naik, beta masih dipukul lagi,” katanya.
Situasi mencekam itu baru berakhir setelah anggota kepolisian tiba di lokasi dan membubarkan massa.
Korban kemudian dievakuasi ke RSUP Dr. J. Leimena Ambon untuk mendapatkan perawatan medis.
Abd Aziz mengaku telah melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Teluk Ambon sejak Sabtu (10/1/2026).
“Visum sudah dilakukan hari Minggu. Luka sudah lumayan membaik, tapi sampai sekarang belum ada pelaku yang ditangkap,” ujarnya.
Ia berharap aparat penegak hukum dapat bertindak cepat dan adil.
“Saya minta keadilan,” tegasnya.(*)