Tak Curiga, Ayah Syafiq Anggap Himawan yang Selamat di Gunung Slamet Bak Anak Sendiri: Kami Sayangi
January 18, 2026 05:43 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Pendaki asal Magelang, Syafiq Ridhan Ali Razan, yang sebelumnya dinyatakan hilang di Gunung Slamet, akhirnya berhasil ditemukan oleh tim pencari.

Namun, kabar yang diterima keluarga berujung duka karena Syafiq ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Proses pencarian terhadap Syafiq Ali berlangsung selama 17 hari penuh.

Jasad korban ditemukan pada Rabu siang, 14 Januari 2026.

Lokasi penemuan berada di lereng puncak bagian selatan Gunung Slamet.

Titik tersebut berada di antara jalur Gunung Malang dan kawasan Baturraden.

Cuaca buruk sempat menghambat proses evakuasi jenazah dari lokasi penemuan.

Akibat kendala tersebut, jasad Syafiq Ali baru dapat diturunkan ke bawah pada Kamis, 15 Januari 2026.

Sang ayah, yang sebelumnya terus berharap anaknya ditemukan dalam keadaan hidup, kini mulai menguatkan hati.

Ia menyatakan telah mengikhlaskan kepergian anak bungsunya tersebut.

Sikap dan pesan yang disampaikan ayah Syafiq Ali pun menuai perhatian luas dari masyarakat.

Baca juga: Kesaksian Pilu Himawan Tentang Syafiq Ali Sebelum Terpisah, Sempat Saling Menyalahkan di Puncak

AYAH SYAFIQ ALI - Ayah Syafiq Ali anggap Himawan seperti anak sendiri. (Instagram @mountnesia)

Ia menyampaikan pesan menyentuh terkait teman pendakian putranya, Himawan.

Ayah Syafiq menyebut akan menganggap Himawan seperti anaknya sendiri.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Dhani Rusman dan menjadi viral di media sosial.

Menurut Dhani, Himawan merupakan sahabat dekat putranya semasa hidup.

Oleh karena itu, meski Syafiq telah tiada, Dhani tetap membuka pintu rumahnya untuk Himawan.

Baca juga: Hasil Forensik Jenazah Syafiq Ali, Alami Patah Tulang Paha Sebelum Meninggal di Gunung Slamet

“Ke depannya, karena Mas Himawan sahabat Ali, maka kami pun akan menganggap Mas Himawan itu adalah sebagai anak kami,” ucap Dhani Rusman dalam video yang diunggah akun Instagram @mountnesia pada Kamis, 15 Januari 2026.

Ia pun meminta Himawan agar tidak sungkan berkunjung ke rumah keluarganya.

“Jadi, jangan sungkan ya Mas Himawan, jangan malu nanti tetap main ke rumah dan anggap nanti rumah sendiri. Tetap nanti kami pun keluarga dari Ali akan menyayangi Himawan,” imbuhnya sambil menepuk bahu Himawan.

Keikhlasan dan ketulusan ayah Syafiq Ali tersebut membuat banyak warganet tersentuh dan membanjiri kolom komentar dengan pujian.

Himawan Dicurigai

Lokasi penemuan Syafiq yang berbeda dari keterangan Himawan membuat ia menuai rasa curiga.

Himawan menyebut Syafiq turun untuk mencari bantuan, sementara tubuh Syafiq justru ditemukan di atas.

Himawan ramai diduga memberi keterangan palsu kepada tim pencari yang membuat waktu emas pencarian terlewatkan.

PENDAKI HILANG - Syafiq Ridhan Ali Razan ( belakang) saat akan berangkat mendaki bersama dengan temannya, Himawan Choidar Bahran.
PENDAKI HILANG - Syafiq Ridhan Ali Razan ( belakang) saat akan berangkat mendaki bersama dengan temannya, Himawan Choidar Bahran. ((Ist)/Tribun Jogja)

Menurut pengakuan seorang relawan, Syafiq ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada hari ke-17 pencarian, tepatnya Rabu (14/1/2025).

Lokasi penemuan jasad berada sekitar 5 kilometer dari Pos 9 jalur pendakian Gunung Slamet.

Hal yang memicu keheranan adalah titik tersebut disebut sudah disisir sejak awal operasi pencarian.

Para relawan menilai mustahil korban baru terlihat di area yang berkali-kali dilalui tim SAR.

Kejanggalan inilah yang kemudian menjadi perbincangan di kalangan relawan pencari.

Syafiq diketahui mendaki Gunung Slamet bersama temannya, Himawan, melalui jalur Basecamp Dipajaya, Desa Clekatakan, Kabupaten Pemalang, pada Sabtu (30/12/2025).

Setelah Syafiq dinyatakan hilang, tim SAR gabungan bersama relawan langsung melakukan penyisiran di sejumlah titik.

Pencarian dilakukan berdasarkan keterangan terakhir dari Himawan selaku rekan pendakian korban.

Amrul (20), relawan independen asal Kabupaten Brebes, mengaku heran dengan waktu penemuan jasad Syafiq.

Menurutnya, lokasi tersebut sudah dilewati tim pencari sejak hari-hari awal.

“Dari hari kedua sampai hari ke-17 itu tidak ditemukan, padahal area sudah pernah dilalui tim pencarian,” ujar Amrul.

Ia menilai ada kejanggalan yang sulit dijelaskan secara logika dalam proses pencarian tersebut.

Amrul juga mengungkapkan bahwa pencarian sempat melibatkan anak indigo yang didatangkan dari Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Kehadiran anak indigo itu disebut sebagai bagian dari upaya alternatif untuk menemukan korban.

“Saya bersama tim relawan independen juga anak indigo ditugaskan di pos 9 tidak sampai pada lokasi ditemukan jasad Syafiq,” ungkap Amrul.

Ia menjelaskan relawan independen bergantian membantu pencarian sejak laporan kehilangan diterima.

Meski demikian, selama proses panjang tersebut, jasad Syafiq tak kunjung terlihat.

Penjelasan yang diterima Amrul justru bernuansa di luar nalar.

“Kata anak indigonya sih almarhum tertutup hal gaib yang tidak terlihat,” kata Amrul.

Adapun lokasi hilangnya Syafiq berada di area lereng berbatu dengan kondisi tanah yang tandus.

Di kawasan itu juga terdapat banyak aliran sungai kecil.

Berdasarkan foto yang diterima Kompas.com, jasad Syafiq ditemukan dalam posisi tertelungkup di antara bebatuan.

Barang-barang milik korban seperti sepatu, dompet, dan telepon genggam ditemukan terpisah dari jasadnya.

(TribunNewsmaker.com/ Listusista)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.