Serpihan Puing ATR 42-500 Ditemukan di Gunung Bulusaraung, Posko Induk Pencarian Pindah ke Pangkep
Tribun January 18, 2026 09:32 AM

Serpihan diduga puing Pesawat ATR 42-500 ditemukan di kawasan Puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026) siang.

Adalah dua pendaki Gunung Bulusaraung, Reski (20) dan Muslimin (18) yang menjadi saksi mata bagaimana Pesawat ATR 42-500 melintas rendah dari mereka.

Tak lama kemudian pesawat itu menghantam lereng gunung dan meledak hanya berjarak 100 meter dari tempat mereka saat itu. 

Ledakan disertai api membuat Reski dan Muslimin ketakutan.

Keduanya pun memilih turun dari gunung.

Peristiwa ini juga dibenarkan oleh Pelaksana Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pangkep, M Akbar Yunus.

"Ada salah satu pendaki yang sempat mengambil material yang berkaitan dengan pesawat yang jatuh. Ia juga mengaku sempat melihat pesawat dengan kecepatan tinggi dalam kondisi penerbangan yang tidak normal," ungkap Akbar Yunus.

Akbar Yunus mengatakan indikasi keberadaan pesawat menguat setelah ditemukan puing-puing yang diduga bagian dari pesawat di kawasan Puncak Gunung Bulusaraung.

Karena itulah pihaknya memindahkan Posko induk pencarian pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport (IAT).

Posko yang sebelumnya berada di Kelurahan Leang-leang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros kini dipindahkan ke Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep.

Pemindahan posko dilakukan karena titik lokasi jatuhnya pesawat lebih mudah diakses melalui wilayah Kabupaten Pangkep.

Sementara jika ditempuh dari Kabupaten Maros, jarak yang harus dilalui cukup jauh sekitar 16 kilometer.

Selain itu medan yang berat karena harus melintasi area persawahan, sungai, hingga hutan.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, posko induk pencarian dialihkan ke Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci.

Lokasi tersebut jauh lebih dekat ke titik pencarian dibandingkan jika ditempuh dari Kabupaten Maros.

Selain itu, akses menuju Desa Tompobulu dinilai lebih memungkinkan untuk mobilisasi personel dan logistik meski medannya tergolong berat.

"Untuk sementara kami sudah berkomunikasi dengan kepala desa agar difasilitasi lokasi posko, bisa di kolong rumah warga, masjid, balai desa, dan tempat lain yang memungkinkan," katanya.

Akbar memperkirakan jumlah masyarakat yang akan datang ke lokasi pencarian cukup besar.

"Diperkirakan akan ribuan orang datang mencari. Mulai malam ini sudah banyak yang naik ke atas, dan besok subuh kemungkinan akan lebih banyak lagi," ujarnya.

Ia menjelaskan jarak dari Kota Pangkajene menuju Tompobulu tidak terlalu jauh, namun tantangan utama berada pada kondisi jalan.

"Medannya cukup berat. Ada tanjakan yang kemiringannya diperkirakan di atas 45 derajat, terutama di belokan pertama dan kedua,” jelasnya.

Kondisi jalan yang curam dan licin akibat hujan membuat kendaraan roda empat sangat berisiko melintas.

"Kalau mobil, banyak yang tidak berani naik. Bahkan ada beberapa pejabat yang terpaksa mundur karena kondisi jalan. Yang aman itu pakai sepeda motor," tambahnya.

Selain licin, jalan menuju lokasi juga sempit dan di sisi kiri terdapat jurang, sehingga pengendara harus ekstra waspada.

Akbar menyebutkan, jalur tersebut lebih aman dilalui oleh warga lokal yang sudah terbiasa dengan medan pegunungan.

Rencananya, briefing dan koordinasi pencarian akan dipusatkan di Kantor Camat Balocci sebelum tim bergerak ke titik-titik pencarian di kawasan Gunung Bulu Saraung.

Perbandingan Jarak ke Gunung Bulusaraung

Perbandingan jarak antara Kelurahan Leang-leang, Kabupaten Maros dengan  Desa Tompobulu di Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep ke Gunung Bulusaraung.

Leang-leang

  • Estimasi Jarak

Leang-leang: Basecamp Tompobulu (Maros/Pangkep): sekitar 20–25 km dengan waktu tempuh ±40–50 menit menggunakan kendaraan bermotor.

Basecamp: Puncak Bulusaraung: jalur pendakian sepanjang ±3–4 km, ditempuh dalam 2–3 jam berjalan kaki.

  • Rute Perjalanan

Dari Leang-leang menuju arah Tompobulu melalui jalan poros Bantimurung.

Melewati kawasan hutan dan perbukitan karst khas Maros–Pangkep.

Tiba di Desa Tompobulu (basecamp pendakian).

Lanjutkan pendakian menuju puncak Bulusaraung.

  • Ringkasan Jarak & Waktu

Titik Awal                             Tujuan                                     Jarak (km)        Waktu Tempuh

Leang-leang (Maros)        Basecamp Tompobulu        20–25 km         ±40–50 menit (mobil/motor)

Basecamp Tompobulu       Puncak Bulusaraung        ±3–4 km             2–3 jam (jalan kaki)

Desa Tompobulu

Desa Tompobulu di Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep adalah pintu masuk utama menuju pendakian Gunung Bulusaraung. Jaraknya relatif sangat dekat.

  • Estimasi Jarak

Desa Tompobulu - Pos Registrasi Pendakian: sekitar 2–3 km dengan kendaraan bermotor (±10 menit).

Pos Registrasi - Puncak Bulusaraung: jalur pendakian sepanjang ±3 km dengan waktu tempuh 2–3 jam berjalan kaki.

  • Ringkasan Jarak & Waktu

Titik Awal                                  Tujuan                              Jarak (km)        Waktu Tempuh

Desa Tompobulu (Balocci)   Pos Registrasi               2–3 km             ±10 menit (motor/mobil)

Pos Registrasi                          Puncak Bulusaraung    ±3 km             2–3 jam (jalan kaki)

Desa Tompobulu adalah lokasi basecamp resmi pendakian. Jadi bisa dikatakan Gunung Bulusaraung berada tepat di wilayah desa ini.

Pendakian dimulai dari pos registrasi di Tompobulu, sehingga jarak dari desa ke gunung praktis hanya beberapa kilometer.

Jalur pendakian cukup menanjak dan terjal, jadi pastikan kondisi fisik siap.

Dari Desa Tompobulu ke Gunung Bulusaraung hanya sekitar 2–3 km ke pos pendakian, lalu tambahan ±3 km jalur pendakian menuju puncak.

400 Personel Bergabung

Sementara Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan sekitar 400 personel gabungan telah diturunkan ke lokasi untuk melakukan pencarian di Bulusaraung maupun di Leang-leang.

"Posko tetap disini, karena titik merah yang kami cek pertama, kalau kita lihat memang tersambung jalurnya dengan bulu saraung," ujarnya.

Selain penyisiran darat, pencarian juga dilakukan menggunakan drone.

"Kami sudah melakukan pencarian menggunakan drone. Selain itu, ada keterangan dari warga yang mengaku mendengar suara dengungan di sekitar lokasi," ungkap Andi Sultan.

Namun, kondisi cuaca menjadi kendala dalam proses pencarian.

“Saat drone diterbangkan, kabut cukup tebal dan disertai hujan sehingga menghalangi jarak pandang. Kami menunggu cuaca membaik untuk kembali mendekat ke titik koordinat terakhir,” katanya.

Jarak dari posko menuju titik terakhir lost contact diperkirakan sekitar 16 kilometer dengan medan pegunungan.

"Medannya cukup berat, kawasan pegunungan, estimasi waktu tempuh sekitar dua hingga tiga jam dari posko," ujarnya.

Selain tim darat dan drone, TNI Angkatan Udara juga ikut membantu pencarian dengan mengerahkan helikopter.

"Dari TNI AU melakukan pencarian udara menggunakan helikopter," tambahnya.

Pesawat Rute Yogyakarta-Makassar

Untuk informasi, Pesawat ATR milik Indonesia Air Transport (IAT) rute Yogyakarta - Makassar yang hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada Sabtu siang. 

Pesawat ATR 42-500 tersebut hilang kontak setelah melakukan penerbangan dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta, menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

Kronologi Hilang Kontak

  • Penerbangan dari Yogyakarta ke Makassar: Pesawat ATR 42-500 buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611 berangkat dari Bandara Adi Sucipto.
  • Waktu kejadian: Hilang kontak sekitar pukul 04.23 UTC (11.23 WIB) saat melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 Bandara Sultan Hasanuddin.
  • Posisi terakhir: Teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya oleh Air Traffic Control (ATC) Makassar.
  • Lokasi dugaan jatuh: Kawasan pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-Leang, Kabupaten Maros. Basarnas mendirikan posko pencarian di sekitar lokasi.
  • Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono mengonfirmasi terkait pegawainya ikut dalam Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang dilaporkan hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

"Perlu kami sampaikan bahwa benar terdapat pegawai KKP dalam pesawat tersebut yang melakukan misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara atau air surveillance di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia," kata Sakti dalam jumpa pers di Kantor KKP, Jakarta, Sabtu (17/1/2026).

Tim air surveillance itu dari Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP).

Berikut datanya: 

  1. Ferry Irrawan dengan pangkat Penata Muda Tingkat I, jabatan Analis Kapal Pengawas.
  2. Deden Mulyana dengan pangkat Penata Muda Tingkat I, jabatan Pengelola Barang Milik Negara.
  3. Yoga Nauval, jabatan Operator Foto Udara.

Dalam kesempatan yang sama, Dirut PT Indonesia Air Transport, Tri Adi Wibowo menyebut ada 7 kru mereka yang berada di dalam pesawat, yaitu:

  1. Capt. Andy Dahananto
  2. Yudha Mahardika
  3. Hariadi
  4. Franky D Tanamal
  5. Junaidi
  6. Florencia Lolita
  7. Esther Aprilita S
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.