Populer Kotim: Sulap Jalan Rusak Kini Viral Wisata Dadakan, Pelaku Tabrak Lari Dirungkus di Pundu
January 18, 2026 10:51 AM

Rentetan Kecelakaan Maut Warnai Jumat Kelam di Sampit Kotim, 2 Nyawa Melayang di Jalan



 

KECELAKAAN PATAI - Ilustrasi,  Kecelakaan lalu lintas truk vs pikap, di Jalan Tjilik Riwut, Desa Patai, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), beberapa waktu lalu.
Kini terulang kembali kecelakaan terjadi 3 insiden dalam sehari pada Jumat (16/1/2026).
KECELAKAAN PATAI - Ilustrasi, Kecelakaan lalu lintas truk vs pikap, di Jalan Tjilik Riwut, Desa Patai, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), beberapa waktu lalu. Kini terulang kembali kecelakaan terjadi 3 insiden dalam sehari pada Jumat (16/1/2026).(Tidak Ada/Camat Cempaga untuk TribunKalteng.com)

 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT – Jalanan di Kota Sampit, seolah tak pernah benar-benar beristirahat hari itu. Sejak sore hingga malam, tiga kecelakaan lalu lintas terjadi silih berganti di lokasi berbeda, meninggalkan kepanikan, kerusakan, dan duka dalam satu hari yang sama.

Jumat (16/1/2026) pun menjadi catatan kelam bagi Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. 

Dalam rentang waktu kurang dari enam jam, tiga insiden kecelakaan terjadi dan merenggut dua nyawa, sementara sejumlah kendaraan mengalami kerusakan berat.

Kecelakaan pertama terjadi sekitar pukul 17.20 WIB di Jalan HM Arsyad Kilometer 16, Desa Bapeang, Kecamatan MB Ketapang. 

Insiden tersebut merupakan kecelakaan ganda yang melibatkan lebih dari satu kendaraan.


Baca Selengkapnya



Kurang dari 24 Jam Laka Maut di Kotim Berlanjut, Anak SD di Sungai Paring Meninggal Tabrak Lari



 

OLAH TKP KECELAKAN - Ilistrasi, Anggota dari Satlantas Polres Kotim saat melakukan pengecekan ke lapangan pasca kecelakaan di Jalan HM Arsyad Km 3 Kotim. Kini kecelakaan di Sungai Paring Kotim Sabtu (17/1/2026). Anak SD meninggal dunia
OLAH TKP KECELAKAN - Ilistrasi, Anggota dari Satlantas Polres Kotim saat melakukan pengecekan ke lapangan pasca kecelakaan di Jalan HM Arsyad Km 3 Kotim. Kini kecelakaan di Sungai Paring Kotim Sabtu (17/1/2026). Anak SD meninggal dunia(ISTIMEWA)

 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT – Kurang dari 24 jam rentetan kecelakaan lalu lintas yang menyelimuti wilayah Kotawaringin Timur (Kotim) dan sekitarnya belum berakhir.

Setelah tiga kecelakaan terjadi dalam satu hari pada Jumat (16/1/2026), insiden kembali terjadi keesokan paginya. 

Kali ini, sebuah kasus tabrak lari menggegerkan warga di kawasan Sungai Paring Kecamatan Cempaga, Kotim, Kalteng. Peristiwa tabrak lari tersebut terjadi pada Sabtu (17/1/2026) pagi sekitar pukul 09.00 WIB. 

Seorang anak Sekolah Dasar (SD) dilaporkan menjadi korban setelah tiba-tiba ditabrak mobil saat sedang berjalan kaki.

Dari informasi yang didapat, korban mengalami luka lecet di sekujur tubuhnya hingga akhirnya korban meninggal dunia. 


Baca Selengkapnya



Usai Kabur 1 Jam Lebih, Pelaku Tabrak Lari Anak SD di Sungai Paring Akhirnya Diamankan di Pundu



 

DI AMANKAN - Terduka pelaku tabrak lagi setelah berhasil di amankan pada pukul 10.15 WIB, mobil tersebut terdeteksi melintas di wilayah Desa Pundu.
DI AMANKAN - Terduka pelaku tabrak lagi setelah berhasil di amankan pada pukul 10.15 WIB, mobil tersebut terdeteksi melintas di wilayah Desa Pundu.(Istimewa)

 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT – Pelarian pelaku tabrak lari yang merenggut nyawa seorang anak Sekolah Dasar (SD) di Sungai Paring akhirnya terhenti. 

Setelah lebih dari satu jam melarikan diri, mobil yang diduga kuat menabrak korban berhasil diamankan warga bersama aparat kepolisian dan unsur TNI di wilayah Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu.

Peristiwa tragis itu terjadi pada Sabtu (17/1/2026) pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Korban yang masih duduk di bangku SD ditabrak saat sedang berjalan kaki. 

Bukannya berhenti memberikan pertolongan, pengemudi mobil justru tancap gas meninggalkan lokasi kejadian.

Korban sempat mendapatkan pertolongan, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka berat yang dialami. 


Baca Selengkapnya



Curi 30 Janjang Sawit di Areal PT MAP Barat, Pria 48 Tahun Diamankan Polres Kotim, 1 Orang Kabur



 

PENGAMANAN BARBUK - diduga pencuri sawit di perkebunan sawit PT Mulia Agro Permai (MAP) Barat, Desa Penyang, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang berhasil di amankan, Selasa (13/1/2026).
PENGAMANAN BARBUK - diduga pencuri sawit di perkebunan sawit PT Mulia Agro Permai (MAP) Barat, Desa Penyang, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang berhasil di amankan, Selasa (13/1/2026).(Tribunkalteng.com)

 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT – Langit malam di areal perkebunan sawit PT Mulia Agro Permai (MAP) Barat, Desa Penyang, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mendadak berubah tegang. 

Aktivitas sunyi di Blok B24 Divisi I itu berujung pada penangkapan seorang pria diduga mencuri tandan buah segar (TBS) kelapa sawit.

Pelaku berinisial JM (48) kini harus berurusan dengan hukum setelah diamankan oleh pihak keamanan perusahaan dan diserahkan ke Polres Kotim.

Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kasi Humas AKP Edy Wiyoko menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (13/1/2026) malam, sekitar pukul 20.00 WIB.

“Polres Kotim menerima laporan pencurian buah sawit pada Rabu (14/1/2026). Terlapor berinisial JM, usia 48 tahun,” ujar AKP Edy Wiyoko, Sabtu (17/1/2026). 


Baca Selengkapnya



Dulu Rusak Parah Jalan Kota Besi–Tinduk Kotim, Kini Viral Wisata Dadakan Sore Hari Diserbu Warga



 

WISATA DADAKAN - sepanjang jalan penghubung Kecamatan Kota Besi menuju Desa Tinduk, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Jumat (16/1/2026).(Istimewa)

 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT–Menjelang senja, deru kendaraan kini tak lagi terdengar menggeram di sepanjang jalan penghubung Kecamatan Kota Besi menuju Desa Tinduk, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng). 

Aspal hitam yang membentang mulus seolah menjadi magnet baru, menarik warga untuk datang, berhenti, dan menikmati suasana sore.

Jalan yang sebelumnya rusak parah dan kerap dikeluhkan masyarakat itu kini berubah wajah. 

Sejak proses perbaikan rampung dan kondisinya viral di media sosial, kawasan tersebut menjelma menjadi wisata dadakan yang ramai dikunjungi, terutama pada sore hari.

Sejumlah warga memilih memarkirkan sepeda motor mereka di bahu jalan, duduk santai, berbincang, hingga mengabadikan momen matahari terbenam dengan latar jalan yang kini nyaman dilalui.


Baca Selengkapnya



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.