Pencarian Pesawat Indonesia Air Transport di Gunung Bulusaraung Dibagi 4 Titik, Libatkan 500 Orang
January 18, 2026 10:56 AM

 

TRIBUNJATENG.COM - Tim SAR gabungan memperluas upaya pencarian pesawat Indonesia Air Transport (IAT) yang dilaporkan jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan.

Operasi pencarian difokuskan pada empat titik berbeda guna mempercepat penemuan lokasi sesuai koordinat terakhir yang diterima dari otoritas bandara.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyampaikan bahwa personel gabungan saat ini mulai bergerak menuju kaki Gunung Bulusaraung sebagai tahap awal penyisiran.

Meski demikian, pelaksanaan pencarian akan sangat ditentukan oleh kondisi cuaca di kawasan pegunungan yang dikenal memiliki karakter ekstrem.

"Masih kita gerakan dulu anggota ke sana, ke kaki gunung Bulusaraung.

Nanti kita akan melihat kondisi cuaca. 

Kalau memang memungkinkan, kita tetap melaksanakan pencarian," kata Andi Sultan kepada wartawan di Posko Pencarian di Leang-leang, Kabupaten Maros, Sabtu (17/1/2026) malam.

Sebanyak 500 personel SAR gabungan telah dikerahkan untuk mendukung operasi tersebut.

Mereka terdiri dari berbagai unsur yang bertugas menyisir jalur darat dengan medan berat dan akses terbatas.

Baca juga: Sosok Avelinus Nong Guru Diduga Dibully Bupati Hingga Pingsan, Berawal dari Rokok

Baca juga: Detik-detik Bayi 11 Bulan di Grobogan Tewas Terbakar, Ditinggal Ibu Beli Bubur

Kondisi geografis yang terjal membuat perjalanan menuju titik dugaan lokasi jatuhnya pesawat harus ditempuh dengan berjalan kaki selama berjam-jam.

Andi Sultan menjelaskan bahwa jarak menuju salah satu titik pencarian cukup memakan waktu.

"Ada 4 titik yang kita cari. Jarak dari sini, titik yang merah tadi, sekitar 3 jam perjalanan," ujar Andi Sultan.

Terkait beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan benda diduga serpihan pesawat, Basarnas menegaskan bahwa informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.

Tim di lapangan masih memprioritaskan pencapaian titik koordinat utama sebelum memberikan pernyataan resmi.

"Kami belum bisa pastikan apakah (video) serpihan tersebut apakah benar atau tidak bagian dari pesawat ATR 42-500," tuturnya.

Sementara itu, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko menyatakan bahwa TNI turut mendukung penuh operasi kemanusiaan ini dengan menyiagakan delapan Satuan Setingkat Kompi (SSK).

Pasukan tersebut terdiri dari lima SSK jajaran Kodam XIV/Hasanuddin dan tiga SSK dari Kostrad.

Selain personel infanteri, dukungan TNI juga mencakup tim kesehatan, komunikasi, serta topografi.

Untuk mengatasi keterbatasan sinyal di wilayah pedalaman Gunung Bulusaraung, TNI membawa perangkat internet satelit Starlink dan mengoperasikan sejumlah drone guna membantu pemantauan dari udara.

"Kita nanti akan banyak menggerakkan drone-drone dalam rangka pencarian ini. 

Kemudian, kita juga menggerakkan tim komunikasi.

Sekarang tim yang membawa alat komunikasi, Starlink. 

Di sana komunikasinya cukup sulit," kata Bangun. 

Bangun mengakui koordinasi dengan personel di garis depan sempat terhambat akibat kendala sinyal.

Selain personel Angkatan Darat, Lanud Sultan Hasanuddin dan Paskhas TNI AU juga menerjunkan sekitar 90 personel untuk menyisir area melalui jalur udara dan darat.

"Kemudian tadi dari Lanud ada sekitar 60, kemudian dari Paskhas sekitar 25-30. Kemudian jajaran Basarnas juga sudah bergerak dibantu oleh masyarakat," pungkas Bangun.

Untuk diketahui, ketinggian Gunung Bulusaraung adalah 1.353 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

Gunung yang terletak di Desa Tompobulu, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan ini merupakan bagian dari kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.

Terdapat total 9 pos pendakian dengan estimasi waktu tempuh sekitar 2 hingga 3 jam untuk mencapai puncak.

Gunung Bulusaraung dikenal dengan medan karst yang terjal namun tetap dapat dilalui oleh pendaki amatir. (lyz)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.