TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Harga ikan cakalang dan katombo di pasar tradisional Topoyo, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) masih tinggi.
Kenaikan dipicu langkanya dua jenis ikan laut tersebut di pasaran.
Pantauan Tribun-Sulbar.com, Minggu (18/1/2026), lapak ikan di pasar Topoyo masih nampak sepi.
Baca juga: Sampah Plastik Hingga Popok Bayi Berserakan di Jalan Poros Mamuju Hanya 5 Km dari Pusat Kota
Baca juga: Rangkaian Penemuan Serpihan Pesawat ATR Jatuh di Sekitar Gunung Bulusaraung, Ditemukan 08.10 WITA
Hanya ada beberapa jenis ikan tersusun di lapak pedagang.
Sehingga, beberapa lapak ikan laut nampak sepi.
Pemandangan ini sudah terjadi beberapa waktu terakhir sejak cuaca ekstrem melanda Mamuju Tengah sejak awak tahun 2026.
Anto, pedagang ikan mengatakan, hingga hari ini, harga ikan belum stabil.
Kenaikannya masih dua kali lipat ketimbang harga normal.
Ikan cakalang awalnya dijual dengan harga Rp30 ribu per kilogram naik menjadi Rp60 ribu.
Begitupun dengan ikan katombo, mengalami kenaikan dari Rp30 ribu perkilogram menjadi Rp60 ribu perkilogram.
Aetinya Harga kedua jenis ikan ini naik dua kali lipat.
Ia berharap, cuaca segera membaik agar harga ikan kembali normal karena memengaruhi minat beli masyarakat.
Sementara itu, Sukri nelayan di Desa Babana, Kecamatan Budong-budong mulai coba turun melaut.
"Baru hari ini saya coba mau turun Pak," ucapnya dengan senyuman.
Ini dikarenakan, tiga hari terakhir cuaca mulai cerah, meski ombak laut masih tidak menentu.(*)
Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah