10 Remaja Terlibat Balap Liar di Sebamban Tanahbumbu Dipulangkan, Berjanji Tak Balapan Lagi
January 18, 2026 12:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID. BATULICIN – Suasana dini hari di kawasan Jalan Syarif Ali, Desa Sebamban Baru, mendadak riuh saat jajaran Polsek Sungai Loban Polres Tanah Bumbu Polda Kalsel melakukan penggerebekan aksi balap liar, Sabtu (17/01/2026). 

Di tengah puluhan pemuda yang kocar-kacir melarikan diri, 10 remaja di bawah umur tak berkutik dan diamankan petugas.

Kesepuluh remaja ini hanya bisa tertunduk lesu saat digiring ke Mako Polsek Sungai Loban. Yang semula terlihat gagah saat memacu adrenalin di jalanan, seketika berubah menjadi raut penuh penyesalan saat mereka diminta membacakan surat pernyataan di hadapan orang tua dan wali masing-masing.

Dengan suara lirih dan wajah tersipu malu, satu per satu dari mereka membacakan poin-poin dalam surat pernyataan tersebut.

Isinya tegas, mereka berjanji tidak akan mengulangi aksi balap liar yang meresahkan masyarakat. Namun, janji ini bukan sekadar formalitas. Kepolisian menekankan bahwa jika mereka kedapatan mengulangi perbuatannya, sanksi yang lebih berat telah menanti.

Baca juga: Polisi Bubarkan Balap Liar di Sebamban Baru Tanahbumbu, 30 Motor dan Puluhan Pemuda Diamankan

Baca juga: Gubernur Mulai Salurkan Bantuan Uang Tunai Korban Banjir Kalsel, Setiap Rumah Dapat Rp300 Ribu

Kapolsek Sungai Loban, Iptu Kity Tokan, menjelaskan bahwa tindakan ini diambil sebagai langkah pembinaan sekaligus peringatan keras.

"Sepuluh anak ini kami minta membuat pernyataan tertulis yang disaksikan langsung oleh orang tua mereka. Ini penting agar ada pengawasan ketat dari lingkungan keluarga. Jika kembali terjaring di masa mendatang, kami tidak akan segan memberikan sanksi yang lebih tegas," ujar Iptu Kity Tokan, Minggu (18/1/2026).

Mirisnya, dari hasil pemeriksaan, aksi yang mereka lakukan diduga kuat melibatkan praktik perjudian atau taruhan.

Selain itu, mayoritas dari mereka adalah pelajar yang belum memiliki SIM dan menggunakan kendaraan yang jauh dari standar keselamatan jalan raya.

Orang tua yang hadir dalam proses tersebut tampak kecewa sekaligus berterima kasih kepada pihak kepolisian karena telah mengamankan anak-anak mereka sebelum terjadi kecelakaan yang fatal.

Kini, 10 remaja tersebut telah dikembalikan ke rumah masing-masing. Penertiban ini menjadi sinyal kuat bagi pemuda lainnya di wilayah Sungai Loban bahwa kepolisian akan terus memantau dan tidak memberi ruang bagi aksi balap liar yang membahayakan nyawa.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Fikri Syahrin)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.