Gelagat Deden Maulana Korban Pesawat ATR 42-500 yang Hilang Kontak Di Maros, Pamit ke Tetangga
January 18, 2026 03:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Insiden jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menyisakan kepedihan bagi keluarga Deden Maulana, staf Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Deden Maulana merupakan salah satu penumpang dalam pesawat rute Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, yang hilang kontak, Sabtu (17/1/2026) siang.

Menurut info yang dihimpun SURYA.CO.ID dari Wartakota , rumah Deden di Jalan Mesir II RW 10, Kelurahan Pasar Minggu, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, sudah ramai keluarga.

Sejumlah kerabat dan teman dari Deden juga mulai datang sekira pukul 09.00 WIB.

Pertemuan Terakhir dengan Ayah

Ayah kandung Deden Maulana, Muksin, berusaha menahan air mata setelah mendapati putranya jadi penumpang pesawat ATR 42-500.

Pria yang tinggal di Bandung, Jawa Barat ini bergegas ke Jakarta, tak lama setelah mendapat kabar dari menantunya.

Di sana ia menceritakan pertemuan terakhir dengan Deden.

Menurutnya, ia terakhir bertemu putranya saat libur akhir tahun, pada 15 Desember 2025 lalu.

Menurut Muksin, Deden Maulana biasanya minta doa kepadanya sebelum berangkat dinas luar kota.

Baca juga: Sosok Pilot Pesawat ATR 42-500 Indonesia Air yang Dilaporkan Hilang Kontak di Pegunungan Maros 

SOSOK - Kapten Andy Dahananto pilot pesawat jenis ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport rute Yogyakarta-Makassar dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2025), sekitar pukul 13.17 WITA.
SOSOK - Kapten Andy Dahananto pilot pesawat jenis ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport rute Yogyakarta-Makassar dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2025), sekitar pukul 13.17 WITA. (Tribun Timur/INDONESIA-AIR.COM)

Namun, Muksin mengaku tidak tahu jika putranya itu berangkat dinas ke luar kota, Jumat (16/1/2026).

"Mudah-mudahan ada mukjizat dari Allah dan ketemu," kata Muksin.

Senyum ke Mertua

Terpisah, ayah mertua Deden Maulana, Rahmat, tampak berada di depan gang rumah sang menantu.

Kesedihan terpancar jelas di wajah Rahmat setelah mendengar Deden menjadi salah satu korban jatuhnya pesawat ATR 42-500/

Rahmat mengaku, tiga atau empat hari lalu, dirinya bertemu dengan menantunya.

Saat itu, Deden datang ke rumah yang berjarak sekira 300 meter.

"Terakhir ketemu agak aneh, biasanya dia mah masuk, masuk saja."

"Kemarin pas ke rumah itu dia mengucap salam, saya tanya 'Ada apa Den?'. Dia cuma senyum saja," ucap Rahmat berkaca-kaca.

Rahmat mendapat kabar menantunya hilang dalam pesawat ATR tujuan Yogyakarta-Makassar pada Sabtu sore.

Pagi tadi, ia melihat televisi dan belum ada kabar penemuan jasad menantu kesayangannya itu.

Deden meninggalkan seorang istri dan anak laki-laki berusia sekira 12 tahun atau kelas 6 sekolah dasar. 

"Orangnya baik, sayang sama keluarga juga. Dapat kabar penumpang pesawat dari KKP ada tiga orang salah satunya menantu saya," ungkap.

Rahmat belum menentukan menantunya bakal dimakamkan di mana karena jasadnya masih dalam pencarian.

Ia berharap, jasad menantunya bisa segera ditemukan oleh petugas pencarian agar bisa segera dimakamkan.

"Anak saya (istri Deden) nangis mulu itu. Jenazahnya belum ditemuin," tandasnya. (m26)

Pamit ke Tetangga

Tak hanya Rahmat, Deden juga menunjukkan gelagat yang begitu membekas di hati tetangganya. 

Dua hari sebelum insiden, tepatnya Kamis (15/1/2026), Deden sempat berpamitan dengan tetangga bernama Suratno.

“Saya lagi duduk di sini juga, dia pamit sama saya, ‘Pak No, berangkat dulu ya,’ kata saya, ‘Oh iya hati-hati,’ begitu,” ujar Suratno saat ditemui di rumah Deden, Sabtu malam.

Menurut Suratno, Deden dikenal sebagai pribadi yang pendiam dan jarang berbincang panjang dengan warga sekitar.

Namun, kabar hilangnya pesawat yang ditumpangi Deden membuat suasana rumah mendadak berubah menjadi penuh kepiluan.

Suratno mengaku menyaksikan langsung istri Deden, Vera, menangis histeris setelah menerima kabar tersebut.

“Saya awalnya enggak tahu. Saya lagi tiduran lagi kurang sehat juga. Begitu saya bangun, istri Pak Deden nangis depan rumah saya. Saya kaget ada apa gitu, katanya, ‘Pak Deden pesawatnya jatuh,’ katanya gitu,” ungkap Suratno.

Hingga Sabtu malam, keluarga dan tetangga belum menerima kabar lanjutan terkait kondisi Deden yang hilang bersama dua pegawai KKP lainnya dalam pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT.

Suratno mengatakan, warga hanya bisa memberikan dukungan moral kepada keluarga.

Didatangi Menteri Trenggono

Sekitar pukul 22.26 WIB, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyambangi rumah Deden di Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Trenggono sempat berbincang dengan Vera selama beberapa saat.

Vera tampak tak kuasa menahan air mata saat duduk bersebelahan dengan anaknya yang masih kecil.

 

Tak lama kemudian, Trenggono meninggalkan rumah Deden dan melanjutkan kunjungan ke rumah pegawai KKP lainnya, Yoga Naufal, seorang operator kamera pengawas udara, di Duren Sawit, Jakarta Timur.

===

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Whatsapp Channel Harian Surya. Melalui Channel Whatsapp ini, Harian Surya akan mengirimkan rekomendasi bacaan menarik Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Persebaya dari seluruh daerah di Jawa Timur.  

Klik di sini untuk untuk bergabung 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.