Korban Banjir Jembrana Mulai Keluhkan Masalah Kesehatan, Sakit Perut hingga Sakit Kepala
January 18, 2026 03:35 PM

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Sejumlah warga Banjar Pasar, Desa/Kecamatan Pekutatan, Jembrana yang terdampak bencana banjir mengeluhkan sejumlah masalah kesehatan.

Mulai dari sakit perut, hipertensi, sakit kepala hingga Ispa.

Di sisi lain, BPBD Jembrana juga sudah memasang satu buah tandon besar berkapasitas 2.000 liter untuk memenuhi kebutuhan air bersih para warga terdampak bencana.

Menurut data yang berhasil diperoleh, sedikitnya ada sebanyak 41 orang warga tercatat menerima pelayanan kesehatan oleh Si Dokkes Polres Jembrana di Posko Bencana Banjir, Sabtu 17 Januari 2026 kemarin.

Baca juga: BANJIR Lumpur di Pekutatan, 46 KK Terdampak, Dapur Warga Hanyut, Pupuan & Busungbiu Dilanda Longsor!

Rinciannya ada 23 orang perempuan dan 18 orang laki-laki. 

Hasil pemeriksaan tim Dokkes menunjukkan beberapa keluhan kesehatan, di antaranya seperti hipertensi sebanyak lima orang, asam urat satu orang, dispepsia tujuh orang, myalgia lima orang, rheumatoid arthritis (RA) tiga orang, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sembilan orang, serta 11 orang mendapatkan pemberian vitamin.

PS Kasi Dokkes Polres Jembrana, Aiptu Gst Ngurah Adi Sadnyana Putra menjelaskan, layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan dasar, pemeriksaan laboratorium sederhana seperti cek gula darah, asam urat, dan kolesterol, pemberian terapi sesuai indikasi medis, serta konsultasi kesehatan kepada warga terdampak banjir.

Baca juga: Tim Gabungan Bersihkan Lumpur Sisa Banjir di Pekutatan Jembrana, 16 KK Terdampak Luapan Sungai

"Kami harap bisa membantu serta memastikan kondisi kesehatan warga tetap terjaga dan mendapatkan penanganan awal secara cepat pasca musibah banjir yang terjadi," jelasnya.

Terpisah, Kepala BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra mengatakan, selain melakukan pembersihan secara gotong-royong, pihaknya juga telah memasang tandon air berkapasitas 2.000 liter di lokasi banjir.

Tentunya, distribusi air terus dilakukan selama dibutuhkan warga setempat.

Baca juga: KOSTER Beberkan Sebab Banjir di Pancasari Buleleng, Singgung Curah Hujan Meningkat!

"Ini untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga pasca bencana tersebut," jelas Artana.

Pasca kejadian, kata dia, pihaknya juga telah melakukan asesmen serta melakukan pendataan warga terdampak.

Dari 46 KK yang ada di kawasan pemukiman tersebut, ada 16 KK yang terdampak.

Kerugian tercatat mencapai puluhan juta. Salah satu yang dampaknya parah adalah sanggah lebih yang hilang terseret arus, kamar mandi jebol dan lainnnya dengan kerugian Rp13 Juta. 

Baca juga: Pekutatan Banjir Lumpur, Pupuan dan Busungbiu Dilanda Longsor, Dapur Warga Hanyut Terbawa Arus

"Kami juga sudah berikan bantuan kebutuhan dasar untuk warga terdampak. Seperti matras, pakaian, kasur lipat, kompor dan lain sebagainya agar bisa digunakan untuk kebutuhan hidupnya," jelasnya. 

Artana mengimbau masyarakat selalu waspada dengan dampak dari cuaca ekstrem ke depan. Sebab, belakangan ini cuaca ekstrem kerap terjadi di diprediksi terjadi hingga Pebruari 2026 mendatang. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.