Sosok Andre Tanoto, Putra Sukanto Tanoto Borong Properti Ritel Singapura Bernilai Ratusan Juta Dolar
January 18, 2026 03:37 PM

 

BANGKAPOS.COM--Nama Andre Tanoto belakangan menjadi sorotan di pasar properti Singapura.

Putra sulung konglomerat asal Indonesia, Sukanto Tanoto, ini disebut-sebut tengah agresif memperluas portofolio investasinya dengan memborong sejumlah aset ritel dan komersial bernilai ratusan juta dolar Singapura di negeri jiran.

Dalam beberapa bulan terakhir, Altallo disebut telah menuntaskan akuisisi empat unit ritel berukuran besar yang berlokasi di kawasan strategis perumahan publik (HDB), masing-masing di Bukit Merah serta di sekitar stasiun MRT Toa Payoh, Ang Mo Kio, dan Clementi.

Nilai transaksi keempat aset tersebut diperkirakan melampaui S$160 juta.

Properti-properti itu sebelumnya dimiliki oleh Lian Beng Group, yang membelinya pada 2016 dengan nilai sekitar S$151 juta.

Akuisisi ini dinilai sebagai langkah awal penting dalam membangun portofolio ritel berskala besar di lokasi dengan arus pengunjung yang stabil.

Tak berhenti di situ, entitas yang terafiliasi dengan Altallo juga dilaporkan telah menggelontorkan sekitar S$90 juta untuk membeli sembilan properti komersial dan ritel yang sebelumnya dimiliki JBE.

Aset-aset tersebut diperoleh dari Mercatus, unit properti milik NTUC Enterprise, dalam transaksi yang berlangsung pada 2024.

Menurut sumber pasar, Altallo juga tengah menjalani proses due diligence eksklusif atas portofolio terbaru yang ditawarkan Mercatus, terdiri atas 11 aset ritel dengan harga indikatif sekitar S$307 juta.

Portofolio ini mencakup ruang strata di sejumlah lokasi mapan seperti Coronation Shopping Plaza, Bukit Timah Plaza, serta sembilan toko komersial HDB.

Nama Altallo bahkan dikaitkan sebagai calon pembeli potensial i12 Katong, sebuah pusat perbelanjaan enam lantai dengan dua lantai basement parkir yang berlokasi di persimpangan East Coast Road dan Joo Chiat Road.

Mal tersebut memiliki status sewa 99 tahun sejak Agustus 1979 dan luas sewa bersih sekitar 212.000 kaki persegi.

Harga yang dibicarakan di pasar mencapai sekitar S$370 juta, atau setara S$1.750 per kaki persegi.

Beberapa penyewa utama di i12 Katong antara lain Golden Village, CS Fresh, PS Cafe, dan Core Collective. Namun demikian, Business Times mencatat belum ada konfirmasi resmi dari pihak keluarga Sukanto Tanoto terkait kabar tersebut.

Sosok Andre Tanoto di Balik Altallo

Altallo Asset Management sendiri didirikan pada 2025 dan secara struktur kepemilikan tercatat dimiliki oleh Roger Tan dan Seah Jun Hao.

Meski demikian, pengamat industri meyakini sebagian besar sumber pendanaan Altallo berasal dari keluarga atau investor besar, dengan Andre Tanoto disebut-sebut sebagai figur kunci di balik aliran modal tersebut.

Andre Tanoto kini berusia pertengahan 40-an dan berstatus sebagai warga tetap Singapura, sekaligus warga negara Indonesia.

Ia dikenal sebagai satu-satunya dari empat anak Sukanto Tanoto yang tidak terlibat langsung dalam jajaran manajemen eksekutif Royal Golden Eagle (RGE), grup usaha global yang bergerak di sektor pulp dan kertas, kelapa sawit, serta energi terintegrasi.

Meski tidak berada di garis depan bisnis keluarga, Andre memiliki peran aktif di bidang filantropi.

Ia menjabat sebagai Ketua Antica Foundation, sebuah yayasan publik yang fokus pada kegiatan kemanusiaan dan sosial.

Kantor yayasan tersebut berada di lantai yang sama dengan kantor Altallo di Shaw House, Orchard Road, Singapura.

Strategi Aset Ritel Jangka Panjang

Empat unit ritel yang diakuisisi dari Lian Beng memiliki luas strata antara 23.960 hingga 30.139 kaki persegi, dengan total luas mencapai sekitar 104.800 kaki persegi.

Sementara sembilan properti lainnya tersebar di berbagai kawasan padat penduduk seperti Bukit Merah Central, Aljunied Avenue 2, Hougang Avenue 3 dan 4, Teck Whye Lane, Holland Drive, serta sejumlah shophouse di Tampines, Jurong West, dan Clementi, dengan total luas sekitar 60.000 kaki persegi.

Langkah ini dipandang sebagai strategi jangka panjang untuk mengamankan aset ritel di lokasi-lokasi yang memiliki basis konsumen kuat dan relatif tahan terhadap fluktuasi ekonomi.

Pasar ritel Singapura dinilai masih menawarkan prospek stabil seiring pemulihan ekonomi pascapandemi dan tingginya permintaan ruang komersial di kawasan perumahan.

Dengan ekspansi yang terus berlanjut, Andre Tanoto kian menegaskan posisinya sebagai investor properti yang bergerak relatif senyap namun agresif.

Meski tidak tampil sebagai eksekutif utama di bisnis keluarga, langkah investasinya menunjukkan peran strategis generasi kedua Tanoto dalam mengelola dan mengembangkan kekayaan keluarga di panggung regional.

Sumber Kompas.com/Kontan.co.id/Bangkapos.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.