Uang BLT Rp900 Ribu Dipotong Perangkat Desa Rp500 Ribu, Ibu-ibu Protes Tetiba Klarifikasi Usai Viral
January 18, 2026 03:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Seorang ibu-ibu protes uang Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat atau BLT Kesra Rp900 ribu dipotong Rp500 ribu oleh perangkat desa.

Pengakuan ibu-ibu itu viral di media sosial. Diketahui ibu-ibu dalam video yang kini jadi sorotan tersebut bernama Mimin Maidah.

Namun, tidak lama seusai videonya viral, ia kembali muncul memberikan klarifikasi.

Ibu-ibu tersebut sempat mengaku uang BLT Kesra yang seharusnya diterima Rp900.000, dipotong Rp500.000 oleh oknum pegawai desa.

Melansir Tribun Jabar, peristiwa ini terjadi saat dirinya mengambil uang BLT Kesra tersebut di kantor pos setempat.

Ia merupakan warga Kampung Cicalobak, Desa Karangwangi, Kecamatan Mekarmukti, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Baca juga: Temuan Mayat dengan Tangan Terborgol di Sungai, Polisi Akui Korban Sempat Ditangkap: Pelaku Narkoba

Mimin menceritakan awal mulanya dirinya mengambil uang BLT Kesra tersebut di kantor pos.

Ia diminta menyerahkan dokumen persyaratan berupa fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).

Setelah menyerahkan dokumen tersebut, ia mendapatkan uang BLT Kesra sejumlah Rp900.000.

Namun, setelah mendapatkan uang BLT tersebut, pegawai desa yang mendampinginya mengambil sebagian uang bansos milik Mimin.

"Nyekel mah Rp900.000 da gang setor tea merennya jang ka ditu dijepret difoto, enggeus eta mah dibikeun dei ka pegawai desa, tah ku pegawai desa teh dicokot Rp 500.000, dibikeun Rp 400.000 ka urang jeung KTP asli, anu surat pos na mah ditahan ku manehna.

(Awalnya memegang uang BLT Rp900 ribu, difoto, lalu uang diberikan dulu ke pegawai desa dan dipotong Rp500 ribu, lalu uang sisa Rp400 diberikan kepada saya dengan KTP asli, sementara surat kantor pos ditahan kembali oleh pegawai desa tersebut)," papar Mimin Maidah.

Mimin menceritakan saat penyerahan uang BLT Kesra tersebut, pegawai kantor pos yang menyerahkan uang dan pegawai desa itu duduk berdekatan.

Setelah pemotongan uang BLT Kesra, Mimin mengaku awalnya merasa bingung dan dirinya hanya pulang.

Bahkan, tidak ada tanda tangan dokumen surat apa pun.

Tak lama setelah video pengakuannya tersebut viral, Mimin Maidah kembali muncul lewat video.

Namun, dalam video kali ini, ia mendadak klarifikasi atas pengakuannya yang sempat viral.

Sembari menatap ke arah kamera, Mimin tampak diarahkan untuk membaca pernyataan klarifikasi tersebut.

"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, saya nama Mimin Maidah meminta maaf atas kegaduhan video saya yang kemarin viral," ujar Mimin, dikutip dari tayangan video yang diunggah Ahmad sleding, Sabtu (17/1/2026).

Mimin menjelaskan, saat kejadian dirinya tak tahu direkam dan dibuat konten.

Terkait uang bansos yang diduga disunat tersebut, Mimin mengaku bukan potongan, melainkan diberikan secara sukarela untuk warga yang tak kebagian BLT Kesra tersebut.

"Mengenai uang tersebut, bukan potongan, tapi saya memberikan dengan sadar dan ikhlas untuk mereka yang tidak kebagian," tutur Mimin.

Video klarifikasi Mimin setelah video pengakuan uang BLT Kesra dipotong oleh oknum pegawai desa viral, kembali menyita perhatian netizen.

Tak sedikit netizen memberikan beragam reaksi.

Banyak netizen yang menduga adanya intimidasi kepada ibu-ibu tersebut untuk menyatakan klarifikasi.

"Di intimidasi ya bu?"

"Hmm curiga di intimidasi, sing sabar nya bu"

"Logikana we ath,piraku we saiklasna 500k. Mun karek 50k wajar saiklasna"

"Asa teu mungkin....jadi Kitu akhirna.....? Curiga yeuh, Aya aparat desa nah nga intimidasi.."

"Usut tah perangkat desa na.. mun bisa penjarakeun mun terbukti aya indikasi intimadasi dan pengancaman.."

"500rb / org di X berapa banyak, gede pasti jumlahnya. Trs kenapa harus di pegang sama perangkat desa uangnya ya ? Masa masih lebih besar ngasih iklas dibanding uang yg dibawa sama penerima BLT," tulis beragam komentar netizen.

Capai 26,2 Juta Keluarga

Pemerintah telah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat atau BLT Kesra kepada 26,2 juta keluarga penerima manfaat per 3 Desember 2025.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut penyaluran ditargetkan menjangkau 35,04 juta keluarga dan rampung pada Desember 2025.

"Kami monitor penyaluran BLT Kesra sudah mencapai 26,2 juta keluarga penerima manfaat dari target 35 juta lebih. Pemerintah akan menyelesaikannya sampai Desember," kata Airlangga saat meninjau penyaluran BLT Kesra di Kantor Pos Premier Rawamangun, Jakarta, Kamis (4/12/2025).

Airlangga mengatakan bantuan dicairkan bertahap melalui bank-bank Himbara dan PT Pos Indonesia. Penyaluran stimulus akhir tahun ini telah mencapai sekitar 75 persen dari target.

Khusus di Kantor Pos Premier Rawamangun, sekitar 132 ribu keluarga dijadwalkan menerima BLT Kesra. Penyaluran lewat PT Pos Indonesia tercatat sudah berada di level 85,74 persen dari alokasi yang diterima.

Selain BLT Kesra, pemerintah juga menjalankan Program Keluarga Harapan untuk 18,4 juta penerima serta program magang nasional.

BLT Kesra diberikan untuk periode Oktober sampai Desember 2025 dengan sistem sekali bayar sebesar Rp 900.000.

Bantuan ditujukan kepada keluarga berpendapatan rendah dalam desil 1 sampai 4 di Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional dan disalurkan melalui bank BUMN serta PT Pos Indonesia.

(Banjarmasinpost.co.id/Tribunjabar.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.