Laporan Reporter POS-KUPANG.COM,Arnold Welianto
POS-KUPANG.COM,LARANTUKA - Curah hujan tinggi di kawasan puncak dan lereng Gunung api Lewotobi Laki-laki memicu terjadinya banjir lahar dingin yang melanda wilayah Kecamatan Ile Bura, Kabupaten Flores Timur.
Banjir lahar dingin Gunung Lewotobi Laki-laki kembali menutup akses jalan trans pulau Flores, tepatnya di Desa Dulipali, Kecamatan Ile Bura, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Minggu (18/12026) sore.
Material vulkanik seperti pasir, kerikil, dan batuan yang sebelumnya tertimbun akibat aktivitas erupsi menutup seluruh badan jalan Trans Pulau Flores.
Akibatnya, sejumlah kendaraan dari Maumere ke Larantuka, begitupun sebaliknya kesulitan untuk melintas. Sebagian badan jalan tertutup material batu dan potong kayu. Para pengguna jalan harus menunggu beberapa saat, kemudian bisa melintas.
Baca juga: Banjir Lahar Dingin Gunung Lewotobi di Flores Timur Tutup Jalan Trans Pulau Flores
Meski badan jalan tertutup material, beberapa pengendara roda empat nekat melintas di lokasi banjir lahar dingin kerena tidak ada jalan alternatif lainnya.
Meski mengalir ke pemukiman warga, tidak ada korban jiwa dilaporkan. Hal ini dikarenakan warga yang berada di Desa Dulipali sudah mengungsi.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, arus lalu lintas trans Flores terhambat karena adanya endapan lumpur dan tumpukan material di jalan yang terbawa banjir lahar dingin.
Sebelumnya, Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki melaporkan, merekam adanya getaran banjir, dari gunungapi Lewotobi, dihimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada, dan menjauhi kali yang berhulu dari puncak Gunung Lawotobi, terutama dari arah Nobo ke Boru, dari Nobo ke Desa Nurabelen dan dari hewa ke Nawokote.
Hingga kini, tingkat aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada level tiga atau Siaga, dengan rekomendasi, masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 6 Km dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
Sementara itu, Ribaun warga masih mengungsi di lokasi hunian sementara di wilayah Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores timur, NTT. (awk)