TRIBUNSUMSEL.COM -- Asisten pelatih Arema FC, Kuncoro meninggal dunia hari ini Minggu (18/1/2025) usai menjalani pertandingan sepak bola trofeo All Stars di Stadion Gajayana.
Melansir dari Surya.co.id, Kuncoro sempat tak sadarkan diri saat berada di bench pemain.
Kondisi itu membuat rekan-rekan sejawatnya panik, untuk meminta bantuan kepada petugas medis.
Dari video yang beredar, Kuncoro terlihat mendapatkan perawatan dari petugas medis di bench pemain.
Ia tak sadarkan diri. Dan beberapa rekan-rekannya berada di samping Kuncoro untuk memastikan kondisinya.
Karena tak kunjung membaik, Kuncoro langsung dibawa ke UGD RSUD Dr Saiful Anwar Malang (RSSA) untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Namun, setelah mendapatkan perawatan intensif, Kuncoro dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 17.50 WIB.
Akibat kejadian ini membuat publik sepak bola Indonesia berduka.
Selain dikenal sebagai asisten pelatih Arema FC, Kuncoro juga merupakan pemain di era Galatama.
Semasa bermain, Kuncoro sempat membela sejumlah klub, seperti Arema, Persija Jakarta, hingga Persebaya Surabaya.
Di era Arema FC, Kuncoro menjadi mantan pemain Arema yang setia dan selalu masuk dalam daftar asisten pelatih tim, siapapun pelatih kepalanya.
Sebagai sesepuh di tim Arema FC, Kuncoro menjadi sosok yang memiliki kedekatan yang baik pada semua pemain, khususnya pada pemain-pemain lokal.
Hal itu tidak lepas dari sifatnya yang humoris dan suka bercanda, bukan hanya pada para pemain, termasuk juga pada awak media.
Kuncoro Legenda Singo Edan Semasa bermain, ia pernah memperkuat klub kebanggaan Kota Malang ini pada kurun 1991-1996.
Pria yang berposisi sebagai pemain belakang itu lalu kembali lagi ke Arema pada 2021.
Bersama Arema, Kuncoro merasakan nikmat meraih gelar juara Galatama pada 1993. Kuncoro dikenal sebagai bek yang tangguh tak kenal kompromi.
Selain, Arema, ia juga pernah memperkuat Mitra Surabaya, Persija Jakarta, Gelora Putra Delta, hingga PSIR Rembang.
Setelah gantung sepatu, Kuncoro mulai menekuni dunia kepelatihan.
Ia banyak bertugas sebagai asisten pelatih Arema FC dan beberapa kali sempat diberikan tugas sebagai caretaker tim beralias Singo Edan.
(*)