SAKIT Perut-ISPA Jadi Keluhan Warga, Tim Dokkes Periksa Puluhan Orang Terdampak Banjir di Pekutatan!
January 18, 2026 09:38 PM

TRIBUN-BALI.COM - Sejumlah warga Banjar Pasar, Desa/Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana yang terdampak bencana banjir mengeluhkan sejumlah masalah kesehatan. 

Mulai dari sakit perut, hipertensi, sakit kepala hingga infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana memasang satu buah tandon besar berkapasitas 2.000 liter untuk memenuhi kebutuhan air bersih para warga terdampak bencana.

Menurut data yang berhasil diperoleh Tribun Bali, sedikitnya ada sebanyak 41 orang tercatat menerima pelayanan kesehatan oleh Seksi Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Resor (Si Dokkes Polres) Jembrana di Posko Bencana Banjir, Sabtu (17/1). Dari jumlah tersebut terinci sebanyak 23 orang perempuan dan 18 orang laki-laki. 

Baca juga: KABAR DUKA Asistem Pelatih Arema FC Meninggal Dunia, Mendiang Pernah di Perseden Denpasar!

Baca juga: UNIK! Istri Ngidam Naik Mobil Polisi, Budiasa Ajak Datangi Polsek Seririt, Demi Penuhi Keinginannya!

Hasil pemeriksaan tim Dokkes menunjukkan beberapa keluhan kesehatan, di antaranya seperti hipertensi sebanyak 5 orang, asam urat 1 orang, dispepsia 7 orang, myalgia 5 orang, rheumatoid arthritis (RA) 3 orang, ISPA sebanyak 9 orang, serta 11 orang mendapatkan pemberian vitamin.

Pejabat Sementara Kepala Seksi (PS Kasi) Dokkes Polres Jembrana, Aiptu Gusti Ngurah Adi Sadnyana Putra menjelaskan, layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan dasar, pemeriksaan laboratorium sederhana seperti cek gula darah, asam urat, dan kolesterol, pemberian terapi sesuai indikasi medis, serta konsultasi kesehatan kepada warga terdampak banjir.

“Kami berharap bisa membantu serta memastikan kondisi kesehatan warga tetap terjaga dan mendapatkan penanganan awal secara cepat pasca musibah banjir yang terjadi,” jelasnya.

Terpisah, Kepala BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra mengatakan, selain melakukan pembersihan secara gotong royong, pihaknya juga telah memasang tandon air berkapasitas 2.000 liter di lokasi banjir. 

Tentunya, distribusi air terus dilakukan selama dibutuhkan warga setempat. “Ini untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga pasca bencana tersebut,” jelas Artana.

Pasca kejadian, kata dia, pihaknya juga telah melakukan asesmen serta melakukan pendataan warga terdampak. Dari 46 KK yang ada di kawasan pemukiman tersebut, ada 16 KK yang terdampak.

Kerugian tercatat mencapai puluhan juta. Salah satu yang dampaknya parah adalah sanggah lebih yang hilang terseret arus, kamar mandi jebol dan lainnnya dengan kerugian Rp13 Juta. 

“Kami juga sudah berikan bantuan kebutuhan dasar untuk warga terdampak. Seperti matras, pakaian, kasur lipat, kompor dan lain sebagainya agar bisa digunakan untuk kebutuhan hidupnya,” jelasnya. 

Artana mengimbau masyarakat selalu waspada dengan dampak dari cuaca ekstrem kedepan. Sebab, belakangan ini cuaca ekstrem kerap terjadi di diprediksi terjadi hingga Pebruari 2026 mendatang. (mpa)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.