Pembunuhan Gegerkan Batola, H Aman Tewas Diserang Cucu Pakai Mandau
January 18, 2026 11:45 PM


BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Seorang pria lanjut usia meninggal dunia setelah diserang dengan senjata tajam jenis mandau oleh cucunya sendiri di dalam rumahnya, di Desa Pulau Sewangi RT 01, Batola, pada Minggu (18/1/2026) pagi.

Korban diketahui bernama H Aman (80), tewas akibat luka parah di bagian punggung, leher, dan juga tangan.

Pelaku diketahui berinisial Ja, cucu korban. Pihak Inafis kemudian tiba di lokasi untuk mengevakuasi jasad korban dan membawanya ke RSUD Ulin Banjarmasin guna dilakukan visum.

“Benar, cucunya sendiri. Korban akan dibawa ke RS Ulin,” ujar Saminan, staf desa setempat.

Warga masih berkerumun di lokasi menyaksikan proses evakuasi hingga jasad korban dibawa dengan ambulans. Pihak keluarga tampak tak mampu menahan duka, wajah mereka memancarkan kesedihan mendalam. Sementara itu, pelaku telah berhasil diringkus oleh aparat kepolisian setempat.

“Tidak tahu bagaimana kejadiannya. Pagi-pagi korban tiba-tiba diserang, lalu anaknya mencoba melerai hingga akhirnya berlari keluar rumah,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Baca juga: Gubuk Terbengkalai di Jalan Pintu Air Martapura Banjar Hangus Terbakar

Selain korban utama, anak tertua korban bernama Hamdan juga mengalami luka akibat sabetan mandau ketika berusaha menyelamatkan ayahnya dari serangan pelaku.

"Hamdan di puskesmas dia sekarang, tangannya luka terkena mandau," ujar Lina, keponakan korban di rumah duka.

Insiden pembacokan ini disebut terjadi tiba-tiba tanpa adanya masalah ataupun pertikaian sebelumnya.

“Tidak ada macam-macam tadi pagi, tiba-tiba saja,” ujar Habibah, keponakan korban.

Saat kejadian, korban sedang duduk bersantai di rumahnya. Pelaku yang tinggal di rumah bersebelahan tiba-tiba datang menyerang menggunakan mandau.

Hamdan, anak tertua korban, yang mendengar suara gaduh berusaha melerai dengan menarik pelaku hingga terjatuh. Setelah itu, Hamdan berlari keluar rumah, namun pelaku terus mencoba mengejar Hamdan.

“Tadi itu biasa saja, tidak ada apa-apa. Hamdan duduk habis dari kondangan, lalu mendengar suara tapi tidak tahu ada betimpas (pembacokan). Saat tahu dia mencoba memisahkan, merebahkan pelaku, lalu dia lari keluar dan dikejar ke arah sungai di depan," jelas Lina.

Warga sekitar kemudian berusaha mengamankan pelaku dan menghubungi pihak kepolisian. Keluarga pun tidak menyangka insiden nahas itu terjadi begitu cepat, merenggut nyawa korban yang akrab disapa Kai.

Akibat serangan tersebut, H Aman meninggal di tempat, sementara Hamdan mengalami luka pada jari tangannya dan segera dibawa ke Puskesmas untuk mendapat perawatan medis.

Darah korban masih terlihat segar tercecer di lantai rumah. Jasad korban kemudian ditutupi kain sarung oleh keluarga sebelum tim Inafis tiba untuk melakukan identifikasi dan mengevakuasi ke RS Ulin guna proses visum.

Meski pihak keluarga ingin segera mengurus jenazah, proses visum tetap dilakukan sesuai prosedur hukum.

”Iya, kami menunggu sampai proses visum selesai supaya jenazah bisa lekas diurus,” kata Lina.

Adapun pelaku Ja telah diamankan pihak kepolisian. Warga pun tidak menyangka sang cucu tega menghabisi nyawa kakeknya sendiri. 

Hingga selesai proses evakuasi suasana desa yang biasanya tenang masih ramai oleh kerumunan. “Dia itu cucunya Kai (H Aman),” ungkap Habibah. 

Informasi didapat, pelaku memiliki gangguan kejiwaan. “Memang sudah lima tahun ada gangguan. Pernah mau dibawa ke Rumah Sakit Sambang Lihum, tapi tidak jadi karena sempat kembali waras,” tambah Lina. (Banjarmasinpost/saiful rahman)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.