Laporan Wartawan TribunGayo Fikar W. Eda I Padang Panjang
TribunGayo. Com, Padang Panjang - Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang menyatakan kesiapan untuk meluncurkan buku Antologi Puisi Bencana Jilid II bertajuk “Air Mata Sumatera”, yang akan digelar pada Selasa, 20 Januari 2026 di Ruang Audio Visual Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Panjang.
Kesiapan tersebut ditandai dengan digelarnya rapat final panitia pada Sabtu (18/1/2026) yang berlangsung serius namun penuh antusiasme.
Rapat ini menjadi tahapan akhir untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.
Ketua Harian Komunitas Seni Kuflet, Nofal, mengatakan bahwa panitia telah mematangkan seluruh persiapan teknis dan nonteknis jelang peluncuran buku.
“Rapat terakhir ini menjadi penanda bahwa kami siap menyukseskan peluncuran Antologi Puisi Bencana Jilid II ‘Air Mata Sumatera’,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Ichsan Saputra, S.Sn., M.Sn., menjelaskan bahwa rapat final difokuskan pada penguatan koordinasi dan pemantapan teknis pelaksanaan acara.
“Mulai dari susunan acara, pembagian tugas panitia, kesiapan lokasi, hingga koordinasi dengan para penyair dan tamu undangan, semuanya telah dikonkretkan secara menyeluruh. Setiap divisi melaporkan perkembangan terakhir dan memastikan tidak ada kendala menjelang hari H,” paparnya.
Ichsan juga menekankan pentingnya kerja sama dan komunikasi yang solid antar-panitia.
“Saya sangat mengapresiasi kerja keras seluruh panitia yang telah berkontribusi sejak tahap perencanaan hingga persiapan akhir,” tambahnya.
Sekretaris Panitia, Teuku Al Varuq, menyampaikan bahwa buku Antologi Puisi Bencana Jilid II merupakan karya kolaboratif para penyair yang merefleksikan pengalaman, duka, harapan, serta ketangguhan masyarakat dalam menghadapi berbagai bencana.
“Melalui peluncuran buku ini, kami berharap pesan kemanusiaan dan kepedulian sosial dapat tersampaikan kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Varuq menambahkan, rangkaian kegiatan peluncuran juga akan diisi dengan lelang buku dan karya seni hasil kreativitas para pegiat Komunitas Seni Kuflet.
“Seluruh hasil lelang akan didonasikan kepada korban bencana di Sumatera, khususnya di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara,” jelasnya.
Salah seorang kurator buku “Air Mata Sumatera”, Muhammad Subhan, S.Sos.I., menyatakan bahwa peluncuran antologi ini menjadi ruang apresiasi penting bagi karya sastra yang lahir dari realitas kemanusiaan.
“Buku ini menghadirkan suara batin para penyair dalam merespons tragedi dan penderitaan manusia akibat bencana,” ujar Founder Sekolah Menulis Elipsis tersebut.(*)
Baca juga: Dinkes Aceh Tengah Fasilitasi Khitanan Massal Bagi Anak Pengungsi Bencana Alam di Linge