Laporan Kontributor TribunPriangan.com Sumedang Kiki Andriana
TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG – Lima remaja diciduk aparat karena terlibat aksi balap liar di jalur Bandung–Garut. Mereka terlihat duduk tertunduk lesu di Mapolsek Jatinangor, Senin (19/1/2026). Mereka semua bertelanjang dada, hanya mengenakan celana jins panjang.
Kelima remaja tersebut diamankan Polsek Jatinangor bersama Tim Reserse Mobile (Resmob) Polres Sumedang, Minggu (18/1/2026) malam. Mereka terlibat aksi balap liar yang disertai pemblokade jalan di sekitar kawasan PT Kahatex, Jatinangor.
Wartawan Tribun bertanya kepada para remaja itu. Para remaja itu memberikan jawaban singkat dan terkesan ragu.
Ketika ditanya apakah sering melakukan balap liar, salah seorang di antaranya menjawab tidak.
“Enggak sering, Pak.”
Wartawan juga menggali dugaan adanya praktik perjudian dalam aksi balap liar tersebut. Seorang remaja mengaku tidak mengetahui secara pasti.
Baca juga: Polsek Jatinangor dan Resmob Polres Sumedang Akhirnya Tangkap Pebalap Liar di Jalur Nasional
“Kurang tahu,” ujarnya. “Saya cuma nonton.”
Namun, saat didalami lebih lanjut, muncul pengakuan bahwa dalam balapan tersebut terdapat taruhan uang.
“Ada yang 500 ribu. Saya nonton, telat datang,” ujar remaja yang sama.
Terungkap pula latar belakang yang beragam dari kelima remaja tersebut. Rata-rata mengaku sudah tidak bersekolah. Namun, dari lima orang yang diamankan, satu di antaranya diketahui merupakan mahasiswa di Universitas Sebelas April (Unsap) Sumedang dan masih aktif menjalani perkuliahan.
Mereka juga membantah mengonsumsi minuman beralkohol sebelum balapan. Penyesalan pun diungkapkan secara terbuka karena mereka tertangkap.
“Nyesel, Pak, ketangkep polisi,” kata salah seorang remaja dengan nada lirih.
Saat ini, kelima remaja tersebut masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polsek Jatinangor. Polisi juga terus mendalami dugaan adanya unsur perjudian dalam aksi balap liar tersebut, termasuk peran masing-masing pelaku.(*)