TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Rekonstruksi kasus dugaan pembunuhan yang digelar di Mako Polsek Balikpapan Barat, menyedot perhatian warga dan pihak keluarga korban.
Sebelumnya, Polisi menggelar rekonstruksi kasus tindak pidana pembunuhan yang menewaskan Ketua RT 47 berinisial RH, Senin (19/2/2026) pagi di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Pantauan TribunKaltim.co di lapangan, puluhan orang memadati area depan pagar Polsek untuk menyaksikan jalannya rekonstruksi.
Warga yang menonton tidak hanya menyaksikan dari kejauhan, namun banyak di antaranya mengabadikan jalannya rekonstruksi menggunakan kamera ponsel. Sejumlah keluarga korban tampak berada di tengah kerumunan.
Ditambah dengan kondisi cuaca yang cukup terik, terlihat beberapa warga yang menyaksikan rekonstruksi memilih menggunakan payung untuk melindungi diri dari panas matahari.
Baca juga: Rekonstruksi Pembunuhan di Balikpapan Barat, Korban Diduga Masih Hidup Saat Dibuang ke Laut
Emosi Memuncak Saat Tersangka Dihadirkan
Suasana yang semula relatif kondusif berubah menjadi riuh ketika tersangka dihadirkan untuk memperagakan reka adegan.
Teriakan bernada emosional terdengar dari balik pagar, terutama dari pihak keluarga korban yang tidak dapat menahan luapan perasaan.
Bahkan, salah seorang kerabat korban terdengar berteriak keras ke arah tersangka.
“Bisanya kamu buang kakakku dalam keadaan hidup. Nggak mungkin kamu sendirian itu, Marni. Besarnya badannya kakakku itu,” teriaknya dengan nada emosional.
Dalam situasi tersebut, seorang warga sempat nekat mencoba mendekati area rekonstruksi. Namun upaya tersebut langsung diantisipasi petugas kepolisian Polsek Balikpapan Barat yang berjaga di lokasi.
Baca juga: BREAKING NEWS: Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Ketua RT di Balikpapan Barat, Tersangka Dihadirkan
Warga tersebut segera diamankan dan diminta menjauh dari area inti rekonstruksi guna menjaga keamanan dan ketertiban jalannya kegiatan.
Aparat kepolisian terlihat memperketat pengamanan untuk memastikan rekonstruksi tetap berjalan sesuai prosedur.
Meski sempat diwarnai teriakan dan emosi keluarga korban, seluruh rangkaian rekonstruksi akhirnya dapat diselesaikan hingga seluruh adegan diperagakan. (*)