Gebyar Anak dan Orang Tua Digelar di 8 Kecamatan di Batang Hari, Bupati Targetkan Nol Stunting
January 19, 2026 05:11 PM

 

 

TRIBUNJAMBI.COM -Pemerintah Kabupaten Batang Hari meluncurkan kegiatan Gebyar Anak dan Orang Tua secara serentak di delapan kecamatan selama enam hari, mulai 19 hingga 24 Januari 2026.

 Gebyar Anak dan Orang Tua sebagai upaya memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak sekaligus mempercepat penanganan stunting di daerah tersebut.

Peluncuran program berlangsung di Kecamatan Bajubang, Muara Bulian, Maro Sebo Ilir, Batin XXIV, Mersam, Maro Sebo Ulu, Muara Tembesi, dan Pemayung, dengan seluruh kegiatan dipusatkan di posyandu kecamatan masing-masing.

Bupati Batang Hari MHD Fadhil Arief mengatakan, Gebyar Anak dan Orang Tua merupakan langkah menyatukan seluruh peran dan potensi dalam membangun kualitas generasi masa depan, khususnya dalam pencegahan stunting.

“Kegiatan ini dilaksanakan serentak di seluruh posyandu se-Kabupaten Batang Hari. Kita ingin menggugah seluruh stakeholder agar anak-anak, ibu hamil, dan balita benar-benar siap menjadi generasi emas yang sehat, cerdas, dan kuat,” katanya.

Ia menilai selama ini penanganan stunting masih berjalan secara terpisah tanpa sinergi yang kuat antara pemerintah, perusahaan, dan orang tua.

“Selama ini dilakukan secara parsial. Pemerintah jalan sendiri, perusahaan jalan sendiri, orang tua juga jalan sendiri. Kali ini kita gabungkan semua kekuatan agar stunting benar-benar hilang di Kabupaten Batang Hari,” ujarnya.

Fadhil menargetkan, dalam tiga tahun ke depan Kabupaten Batang Hari terbebas dari kasus stunting dengan komitmen kerja nyata dan konsistensi di lapangan.

“Kita niatkan tiga tahun dari sekarang tidak ada lagi stunting di Kabupaten Batang Hari,” tegasnya.

Ia menjelaskan, meskipun baru pertama kali digelar, Gebyar Anak dan Orang Tua akan menjadi agenda rutin di seluruh posyandu se-Kabupaten Batang Hari.

Kepala desa dan camat diminta aktif berkoordinasi serta membina kader posyandu agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat berjalan optimal.

“Posyandu kita dorong menjadi ruang diskusi antara orang tua dan tenaga medis, sehingga pengetahuan orang tua meningkat dan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang baik,” jelasnya.

Terkait data stunting, Fadhil membenarkan adanya laporan Dinas Kesehatan yang mencatat peningkatan angka stunting, namun menyatakan perlunya validasi data yang lebih akurat.

Menurutnya, peningkatan stunting masih mungkin terjadi meski pendapatan masyarakat meningkat, terutama akibat rendahnya pengetahuan orang tua dan belum maksimalnya pelayanan.

Ia mengimbau seluruh orang tua, tenaga kesehatan, dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendedikasikan diri dalam membangun generasi Batang Hari ke depan.

(Tribunjambi.com/Khusnul Khotimah)

 

Baca juga: Sopir Pajero Tabrak Lari di Jambi Terancam Pasal Berlapis

Baca juga: Pasar Bedug Kota Jambi 2026 Dipusatkan di Terminal Rawasari

Baca juga: Antusias Warga Penerokan Ikuti Pekan Gebyar Anak dan Orang Tua

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.