Aktivitas Terakhir Sudewo Sebelum Ditangkap KPK, Pimpin Rapat Hingga Salurkan Bantuan Banjir
January 19, 2026 10:45 PM

 




TRIBUNSUMSEL.COM --
Sehari sebelum terkena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bupati Sudewo terpantau masih melakukan agenda resmi pemerintahan pada minggu (17/1/2026).

Dirinya sempat memimpin rapat koordinasi internal bersama Forkopimda terkait penanganan bencana banjir di Pati.

Pukul 09.20, Sudewo menggelar konferensi pers di Pendopo Kabupaten Pati melansir dari Tribunjateng.com, Senin (19/1/2026).

Dia memaparkan langkah-langkah strategis Pemkab Pati dalam menangani bencana hidrometeorologi yakni banjir dan tanah longsor.

Termasuk penetapan Status Tanggap Darurat Bencana yang berlaku sejak 10 Januari 2026.

"Penetapan status ini menjadi dasar hukum dan pedoman operasional agar seluruh unsur pemerintah dapat bergerak lebih cepat, taktis, responsif, serta fokus dalam penanganan bencana secara terorganisasi, terkoordinasi, dan tepat sasaran," kata Sudewo dalam konferensi pers tersebut.

Selanjutnya, sekira pukul 14.00, Sudewo dan jajarannya bertolak ke Kecamatan Dukuhseti untuk menyambangi korban banjir dan menyerahkan bantuan.

 

DIPERIKSA : Bupati Pati Sudewo bungkam usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (22/9/2025).
DIPERIKSA : Bupati Pati Sudewo bungkam usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (22/9/2025). (Kompas.com/HARYANTI PUSPA SARI)

 

Ketua PMI Kabupaten Pati, Atik Kusdarwati yang merupakan istri Sudewo juga mengikuti kegiatan ini.

Salah satu titik yang disambangi Sudewo di Kecamatan Dukuhseti adalah Balai Desa Ngagel yang dijadikan posko pengungsian dan dapur umum bagi korban banjir. Selain itu juga Desa Dukuhseti.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyerahkan bantuan berupa beras, mi instan, telur, dan kebutuhan pokok lainnya kepada warga terdampak. 

Dia menegaskan bahwa Pemkab Pati siap menambah bantuan apabila persediaan logistik mulai menipis, termasuk penambahan minyak goreng.

"Bilamana logistik sudah menipis, kami tambahi lagi,” ujar Sudewo.

Selain penyaluran bantuan langsung, Bupati juga mendorong pembentukan dapur umum di wilayah terdampak banjir.

Pemkab Pati memastikan dukungan terhadap kebutuhan dapur umum tersebut melalui suplai beras, telur, mi instan, dan minyak goreng.

“Kami sarankan untuk membuat dapur umum, nanti kami suplai. Pokoknya beras akan kami cukupi,” tegasnya. 

Warga Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, Anwar mengatakan bahwa rombongan Sudewo tiba di desanya sekira pukul 16.00. 

"Sekira satu jam di sini, kemudian bergeser ke Desa Dukuhseti. Di sana sampai magrib."

"Setelah itu baru jalan lagi ke arah Tayu (arah Pati kota)," ucap dia.

Sudewo dan rombongan baru meninggalkan Kecamatan Dukuhseti selepas magrib. 

 

KPK Beri Penjelasan

KPK memastikan salah satu sosok yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Pati adalah pejabat berinisial SDW.

Jika merujuk dari inisial tersebut, sebagian publik lantas mengarah kepada sosok Bupati Pati Sudewo.

“Benar, salah satu pihak yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan di Pati adalah saudara SDW,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo seperti dilansir dari Kompas.com, Senin (19/1/2026).

Saat ini, penyidik KPK masih memeriksa sosok SDW itu secara intensif. 

“Yang bersangkutan sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh tim di Polres Kudus,” tegas dia.

Namun Budi belum menjelaskan soal perkara yang menjerat Sudewo sehingga dia terjaring OTT.

KPK bahkan menyatakan jika pihaknya telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Pati.

Namun, operasi senyap tersebut masih berlangsung hingga saat ini, sehingga secara detailnya belum dapat disampaikan.

Termasuk kebenaran sosok Bupati Pati Sudewo yang disebut-sebut ikut terjaring dan diperiksa oleh tim KPK.

"Terkait yang di Kabupaten Pati, saat ini masih berprogres. Kami masih menunggu perkembangannya," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan seperti dilansir dari Tribunnews.com, Senin (19/1/2026).

Dalam keterangannya, Budi membenarkan bahwa pihak yang diamankan dalam operasi tersebut di antaranya diduga berperan sebagai pengepul.

Hal ini menjawab pertanyaan media mengenai dugaan keterlibatan perangkat desa yang bertugas sebagai pengumpul dana.

"Di antaranya itu yang diamankan. Kami akan update secara lebih lengkap lagi," sebut Budi.

 

Sosok Sudewo

Sudewo merupakan politikus kelahiran di Pati, 11 Oktober 1968.

Riwayat pendidikannya meliputi SD Negeri 1 Slungkep, SMP Negeri 1 Kayen, dan SMA Negeri 1 Pati. 

Ia menamatkan pendidikan S1 Teknik Sipil di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pada 1993, lalu meraih gelar S2 Teknik Pembangunan di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Setelah menyelesaikan studi, Sudewo memulai karier di sektor konstruksi sebagai pegawai di PT Jaya Construction selama tahun 1993-1994. 

Tak lama kemudian, Sudewo beralih ke jalur pemerintahan sebagai tenaga honorer di Departemen Pekerjaan Umum (PU) Kanwil Bali pada 1994-1995. 

Pada 2002, Sudewo pernah mencalonkan diri sebagai Bupati Karanganyar berpasangan dengan Juliyatmono, tetapi gagal meraih kemenangan.

Setelah itu, ia semakin aktif dan sempat menjadi koordinator tim sukses Pilkada Jatim 2005 dan koordinator tim sukses Pilgub Jateng pada 2008.

Sudewo kemudian dipercaya menjadi Ketua Bidang Pemberdayaan Organisasi DPP Partai Gerindra pada tahun 2019.

Karier politiknya semakin kuat saat ia menjabat sebagai anggota DPR RI selama dua periode, yaitu 2009-2013 dan 2019-2024.

Puncaknya pada Pemilu 2024, Sudewo terpilih sebagai Bupati Pati periode 2025-2030, didampingi oleh Wakil Bupati Risma Ardhi Chandra.

(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.