BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Jalan Nasional ruas Muara Muning-Balimau, tepatnya di wilayah Desa Sungai Rutas dan Desa Masta, Kabupaten Tapin, hingga kini belum aman dilintasi akibat dampak banjir.
Saat air pasang Sungai Rutas dan Sungai Masta, luapan air menggenangi permukaan jalan aspal di beberapa titik dengan kedalaman yang cukup membahayakan pengguna jalan.
Selain terendam banjir, kondisi badan jalan di jalur tersebut juga dipenuhi lubang yang mengancam keselamatan pengendara, khususnya mereka yang melintas menuju Kota Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Adiyat, warga Desa Beringin A, Kecamatan Candi Laras Selatan, yang sehari-hari bekerja di Kota Kandangan, mengaku memilih jalur aman dengan melintas melalui Kota Rantau.
“Kalau lewat Muara Muning ke Balimau masih berbahaya. Saya pilih lewat Rantau saja,” ujarnya.
Baca juga: Megahnya Kantor Desa Pantai Cabe Tapin, Bergaya Istana Negara, Bantuan Warga dan CSR Tambang
Baca juga: Pelaku Pembunuhan Perempuan di Sungai Lumbah Batola Menyerahkan Diri, Motif Masih Didalami
Menurut Adiyat, kondisi Jalan Nasional ruas Margasari-Rantau memang belum sepenuhnya surut.
Namun genangan air hanya terjadi di beberapa titik dan pengendara masih bisa melintas di bahu jalan.
“Masih bisa lewat pinggir jalan supaya tidak terlalu basah,” katanya.
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dinas Perhubungan Kabupaten Tapin, Maria Ulfah, membenarkan kondisi tersebut.
Dia mengatakan rambu pengalihan arus sementara yang dipasang di kawasan Muara Muning hingga kini belum dipindahkan.
“Saya belum memonitor langsung akses Jalan Muara Muning-Balimau dan juga belum berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Hulu Sungai Selatan,” ujarnya saat ditemui usai menghadiri Musrenbang RKPD Kabupaten Tapin di Desa Pantai Cabe, Kecamatan Salam Babaris, Senin (19/1/2026).
Maria Ulfah menegaskan, demi keselamatan pengguna jalan, pihaknya masih menyarankan pengendara menuju wilayah Hulu Sungai maupun Tabalong agar melintas melalui Kota Rantau.
Akses itu lebih dekat bagi pengendara dari Kota Banjarmasin, Kabupaten Barito Kuala dan Kalimantan Tengah yang hendak menuju Hulu Sungai dan sekitarnya.
“Untuk sementara agar tetap aman, sebaiknya melintas lewat Kota Rantau saja,” pungkasnya.
(Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)