Ponakan Prabowo Wamenkeu Thomas Masuk Daftar Usulan Calon Deputi Gubernur BI
January 19, 2026 10:54 PM

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membenarkan keponakan Presiden Prabowo Subianto, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono, masuk dalam daftar nama yang diusulkan untuk mengisi jabatan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

Menurut dia, pengusulan calon Deputi Gubernur BI dilakukan menyusul adanya surat pengunduran diri dari satu Deputi Gubernur BI, yakni Juda Agung, yang dikabarkan sudah dilakukan pada 15 Januari 2025. 

Sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, jabatan yang ditinggalkan tersebut harus segera diisi melalui proses dan mekanisme yang berlaku.

“Berkenaan dengan Deputi Gubernur Bank Indonesia itu bermula dari adanya surat pengunduran diri dari salah satu deputi gubernur. Kemudian sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku, harus dilanjutkan dengan proses pengisian jabatan yang ditinggalkan,” katanya, kepada awak media, Senin (19/1).

Prasetyo menuturkan, presiden selanjutnya mengirimkan surat presiden (Surpres) kepada DPR untuk memulai proses pemilihan Deputi Gubernur BI. Proses itu akan dilakukan melalui uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test di DPR.

Dalam Surpres tersebut, dia menambahkan, terdapat tiga nama yang diusulkan presiden, dengan satu di antaranya adalah Wamenkeu Thomas Djiwandono.

“Ada beberapa nama yang dikirimkan, salah satunya memang betul ada nama yang kami usulkan yaitu Pak Wamenkeu Thomas Djiwandono,” ucapnya.

Prasetyo memastikan, jumlah calon yang diusulkan sebanyak tiga orang, meski ia belum merinci seluruh nama yang masuk dalam daftar tersebut.

Sementara, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad membenarkan DPR telah menerima Surpres berisi tiga nama calon Deputi Gubernur BI. Namun, ia enggan mengungkap identitas para calon tersebut. “Presiden mengirimkan tiga nama,” ucapnya kepada Kontan, Senin (19/1).

Dikutip dari Reuters, pengajuan Thomas itu dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang independensi bank sentral karena pemerintah berupaya mendapatkan lebih banyak dukungan untuk target ekonomi yang ambisius.

Para investor khawatir bahwa pembuatan kebijakan moneter independen di ekonomi terbesar Asia Tenggara itu mungkin berada di bawah tekanan karena Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada 2029, dari saat ini sekitar 5 persen.

Kekhawatiran itu meningkat setelah BI meluncurkan kesepakatan pembagian beban baru tahun lalu untuk mendanai beberapa program pemerintah. (Kontan/Nurtiandriyani Simamora)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.