Rekomendasi Lagu Terbaik Baskara Putra, Peraih 5 Piala di AMI Awards 2025
January 19, 2026 11:01 PM

TRIBUNJOGJA.COM - Daniel Baskara Putra merupakan seorang musisi muda multitalenta kelahiran tahun 1994.

Biasa dikenal dengan Hindia sebagai nama panggung, Baskara juga berpartisipasi dalam grup band .Feast dan Lomba Sihir.

Kemampuannya dalam beryanyi, menulis lagu, menjadi produser rekaman, hingga menjadi komposer, membuat Baskara berhasil dikenal banyak orang.

Mulai dari keresahan pribadi, kritik sosial, hingga dinamika hubungan manusia, lagu-lagu Baskara kerap menjadi teman dan ruang refleksi bagi para pendengarnya.

Lagu-lagu yang dinyanyikan Baskara sebagai Hindia dan 2 grup band lainnya memiliki karakter musik yang berbeda, namun tetap berhasil menemukan penikmatnya masing-masing.

Baca juga: Lirik Lagu Nina by .Feast yang Lagi Viral di Spotify, Saat engkau tertidur aku pergi menghibur

Berikut beberapa lagu terbaik yang ditulis oleh Baskara Putra beserta maknanya.

1. Evaluasi - Hindia

Lagu berdurasi 3 menit 14 detik ini menjadi salah lagu single utama dalam album Menari Dengan Bayangan, yang merupakan album debut Baskara dalam karir solonya sebagai Hindia.

Bergenre Hiphop dan Indonesian Pop & Indie, lagu ini sukses membawa Hindia semakin dikenal banyak orang.

Liriknya ditulis bak isi batin seseorang yang sedang menilai ulang hidupnya, memrenungi semua kegagalan, rasa bersalah, dan ekspektasi yang tidak tercapai.

Makna yang dikemas dalam tiap bait lirik dan nada penuh luka, menyoroti bagaimana manusia sering kali terlalu keras pada diri sendiri, 

terus menuntut kesempurnaan, hingga lupa bahwa tumbuh juga berarti menerima kekurangan.

Lagu ini menjadi cerminan kelelahan generasi muda dalam menghadapi tuntutan hidup modern.

2. Peradaban - .Feast

Berbeda dengan karya solonya, Baskara tampil lebih lantang melalui grup band.Feast.

Lagu Peradaban ditulis sebagai bentuk kritik sosial yang tajam terhadap kondisi masyarakat negara saat ini.

Dengan genre rock yang ekspresif, liriknya dibuat tajam dan penuh sindiran terhadap kekuasaan, manipulasi informasi, serta ketimpangan sosial.

Peradaban merepresentasikan kegelisahan terhadap dunia yang terlihat maju secara teknologi, namun mundur secara moral. 

Lagu ini mengajak pendengar untuk mempertanyakan arah peradaban manusia, dan berhasil menjadi lagu yang iconic digunakan di sosial media ketika terjadi keresahan dalam kritik sosial politik.

3. Kami belum Tentu - .Feast 

Juga menjadi salah satu lagu .Feast yang bertema sosial politik. 

Lagu ini dibuat dengan aransemen yang intens, tempo yang tegas penuh ketegangan, serta liriknya yang lugas penuh makna.

Berbeda dari lagu .Feast lain yang kerap bernada agresif, Kami Belum Tentu justru terasa muram dan penuh kecemasan. 

Vokal Baskara terdengar seperti sekumpulan orang yang menyuarakan kehidupan yang tidak pasti.

Lagu ini menyoroti rasa takut akan masa depan, keterbatasan akses, dan kegelisahan terhadap janji-janji yang tak pernah benar-benar terpenuhi.

Kata “kami” dalam lagu ini merepresentasikan masyarakat kecil yang sering kali hanya menjadi penonton dalam pengambilan keputusan besar. 

Sedangkan frasa “belum tentu” mencerminkan hidup yang penuh tanda tanya, tentang pekerjaan, kesejahteraan, hingga harapan akan masa depan yang lebih adil.

Kami Belum Tentu menjadi salah satu karya .Feast yang paling relevan dengan kondisi sosial generasi saat ini, sekaligus mempertegas posisi Baskara Putra sebagai penulis lagu yang peka terhadap isu kemanusiaan.

4. Tarot - .Feast

Masih dalam grup band .Feast, lagu lagu Tarot memperlihatkan sisi puitis Baskara.

Dibuat dengan aransemen yang emosional dan intens, lagu ini menggunakan simbol kartu tarot sebagai metafora kehidupan.

Kartu “tarot” berbicara tentang takdir dan harapan, manusia seringkali menggantungkan hidup pada ramalan, doa, atau tanda-tanda semesta. 

Menggunakan metafora tarot, lagu ini mengandung makna dalam yang dibutuhkan ketika seseorang memikirkan sebuah keputusan.

Sebuah refleksi tentang keraguan, keyakinan, dan keberanian mengambil risiko.

Liriknya menggambarkan manusia yang terus mencari kepastian, padahal hidup sering kali dipenuhi ketidakpastian dan pilihan yang tidak selalu benar atau salah.

Dengan pembawaan yang emosional, lagu ini seolah mengajak pendengar merenungkan keputusan hidup yang penuh ketidakpastian. 

Tak heran lagu Tarot menjadi salah satu lagu .Feast yang paling favorit dan melekat di telinga para penggemar.

5. Everything u are - Hindia

Dengan aransemen minimalis dan genre pop yang ekspresif, Everything U Are seolah ditulis sebagai surat untuk seseorang yang dicintai.

Vokal Baskara terdengar tulus tanpa banyak polesan, menggambarkan perasaan yang apa adanya. 

Everything U Are menggambarkan penerimaan penuh terhadap pasangan, bukan hanya pada sisi baiknya, tetapi juga luka, trauma, dan semua kekurangannya. 

Lagu ini menjadi petunjuk bahwa cinta bukan hanya tentang memperbaiki seseorang, melainkan juga menemani prosesnya.

Dengan tema cinta yang hangat dan melankolis, lagu ini berhasil menjadi salah satu lagu Hindia yang populer dan sering digunakan sebagai lagu “bucin”.

6. Ribuan Memori - Lomba Sihir

Berbeda dengan Hindia dan .Feast, bersama Lomba Sihir, Baskara tampil dengan musik yang lebih cerah bergenre synth-pop dan bernuansa retro.

“Ribuan Memori” menjadi salah satu favorit penggemar karena easy-listening yang terdengar santai dan ceria.

Menceritakan tentang ingatan yang terus hidup meski hubungan telah berakhir, menggambarkan bagaimana memori tidak selalu menyakitkan, namun tetap membekas dan membentuk jati diri.

Lagu ini iconic dan sering digunakan di sosial media saat momen bernostalgia, perpisahan, atau mengenang momen tertentu.

Baca juga: Lirik Lagu Ribuan Memori - Lomba Sihir

7. Selamanya - Lomba Sihir

Masih menjadi salah satu Lomba Sihir yang emosional, lagu merupakan salah satu dari album Obrolan Jam 3 Pagi.

Berbicara tentang harapan akan kebersamaan yang ingin dipertahankan, meski waktu terus berjalan dan kesadaran bahwa tidak ada yang benar-benar abadi.

Lagu ini menyoroti paradoks antara harapan akan keabadian dan kenyataan bahwa waktu terus bergerak.

Dengan aransemen yang lembut dan vokal yang terdengar tulus, lagu ini sering dianggap sebagai representasi sisi romantis Baskara yang sederhana.

Keberhasilan Baskara Putra meraih lima piala AMI Awards 2025 tidak lepas dari konsistensinya dalam menghadirkan karya yang jujur, relevan, dan berani berbeda. 

Baik sebagai Hindia, personel .Feast, maupun anggota Lomba Sihir, Baskara terus membuktikan bahwa musik bukan sekadar hiburan, melainkan ruang untuk bercerita, mengkritik, dan berdamai dengan kehidupan.

(MG Shabrina Andini)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.